KORANSATU, JAKARTA, 1 Oktober 2026 — Tim peneliti Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengembangkan Inventaris QR, sistem inventarisasi Barang Milik Negara (BMN) berbasis QR Code yang berjalan tanpa server fisik. Dalam uji coba bersama lima staf, sistem ini memangkas waktu penyusunan rekapitulasi laporan aset dari rata-rata 50 menit menjadi 12 menit per sesi.

Selama ini, pencatatan BMN di banyak satuan kerja perguruan tinggi masih bergantung pada formulir kertas dan spreadsheet lokal yang terpisah antarunit. Cara ini rawan salah input, menyulitkan pelacakan aset, dan memperpanjang proses stock opname. Label nomor konvensional pada barang juga mudah pudar dan terkelupas.
Inventaris QR memasang label QR Code unik pada setiap aset. Petugas cukup memindai label dengan kamera ponsel untuk melihat data aset, termasuk lokasi, nilai, dan kondisinya. Seluruh data tersimpan di Google Sheets dan diolah dengan Google Apps Script, sehingga fakultas tidak perlu membeli server, layanan hosting, atau lisensi tambahan.
Sistem ini memiliki tujuh modul, mulai dari dashboard kondisi aset dan pemindaian QR Code hingga pembuatan laporan berkop resmi yang siap ditandatangani pejabat. Setiap aktivitas masuk dan keluar pengguna juga tercatat sebagai jejak audit.
Tim mengembangkan sistem secara bertahap dengan metode Agile Scrum dan melibatkan staf pengelola BMN sejak awal. Tiga fitur, yaitu log aktivitas, manajemen pengguna, serta pengaturan kop dan laporan, lahir langsung dari masukan pengguna selama pengembangan.
Pengujian dilakukan pada 18–20 Juli 2026 dengan data aset riil FIP UNJ. Hasilnya sebagai berikut.
- Pemindaian cepat: rata-rata 2,14 detik per aset, di bawah target 3 detik; 14 dari 15 percobaan berhasil.
- Rekapitulasi lebih singkat: waktu penyusunan laporan turun rata-rata 75,80 persen, dan kelima responden sama-sama lebih cepat dengan sistem.
- Mudah digunakan: skor System Usability Scale 81,50, di atas rata-rata acuan internasional 68.
Tim menegaskan bahwa hasil ini masih bersifat awal. Uji coba baru mencakup satu fakultas, delapan unit aset uji, dan lima pengguna, dengan sistem pada Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) Level 4, yaitu purwarupa yang telah tervalidasi.
Pengujian juga menunjukkan bahwa pemindaian melambat di ruang yang redup dan pada label yang pudar atau tergores. Untuk kondisi tersebut, sistem menyediakan input kode barang secara manual sebagai cadangan.
“Banyak satuan kerja punya keterbatasan anggaran untuk server. Kami ingin menunjukkan bahwa digitalisasi pencatatan BMN bisa dimulai dengan perangkat yang sudah dimiliki kampus,” ujar ketua tim peneliti.
Menurutnya, keterlibatan pengguna sejak awal menjadi kunci. “Pengelola BMN ikut mencoba sistem di setiap tahap, sehingga fitur seperti laporan berkop resmi lahir langsung dari kebutuhan mereka di lapangan,” tambahnya.
Ke depan, tim berencana menguji sistem pada seluruh aset satu unit kerja melalui uji coba terbatas pada 2027, sebagai langkah menuju TKT Level 5. Tim juga menyiapkan fitur cetak label massal dan mode pemindaian tanpa internet, sekaligus mengajukan pendaftaran hak cipta program komputer aplikasi ini.
Hasil penelitian ini sedang dalam proses publikasi di jurnal ilmiah nasional. Sistem dirancang agar dapat direplikasi oleh unit kerja lain dengan keterbatasan sumber daya serupa, meskipun penerapan di luar FIP UNJ belum diuji.
Tentang Penelitian
Penelitian “Optimalisasi Tata Kelola Barang Milik Negara di FIP UNJ Melalui Sistem Inventaris Digital Berbasis QR Code” didanai LPPM dan FIP UNJ melalui skema Karya Inovasi Tenaga Kependidikan tahun anggaran 2026. Penelitian berlangsung Januari–Agustus 2026 di Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta.
Penelitian dilaksanakan oleh tim tenaga kependidikan FIP UNJ bersama dosen Program Studi Teknologi Pendidikan.
Kontak Media
Humas Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta








Komentar