Guru Bukan Sekadar Mengajar, Dr. Asep Azis Nasser Tuangkan Refleksi Pendidikan dalam Buku Terbaru

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Asep Azis Nasser,M.Pd penulis buku Guru yang Bercahaya.

Dr. Asep Azis Nasser,M.Pd penulis buku Guru yang Bercahaya.

Buku yang diterbitkan Penerbit Deepublish (CV Budi Utama) tersebut mengajak para pendidik melihat kembali makna pengabdian dalam dunia pendidikan. Guru tidak cukup hanya hadir di ruang kelas dan menuntaskan materi pelajaran, tetapi juga perlu memberikan keteladanan serta menumbuhkan harapan bagi anak-anak yang dididiknya.

Asep Azis Nasser, Ketua Tim (Katim) Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, menggunakan metafora perahu untuk menggambarkan peran pendidik. Perahu yang kuat harus berani meninggalkan dermaga agar dapat mengantarkan penumpangnya menuju tujuan.

“Guru harus menjadi perahu kokoh yang dengan layar gagah menantang angin, siap berlayar menembus badai hingga bertemu pantai harapan anak-anak bangsa,” ungkap Asep kepada koransatu.co, Kamis, 15 Oktober 2026.

Metafora tersebut menegaskan, bahwa menjadi pendidik membutuhkan keberanian menghadapi tantangan. Guru dituntut untuk terus bergerak, memperbaiki diri, dan tidak terjebak dalam pola kerja yang hanya berorientasi pada rutinitas.

Dalam buku itu,kata dia,  istilah bercahaya dimaknai sebagai kemampuan seorang guru untuk tidak hanya memiliki kualitas diri, tetapi juga membagikan nilai-nilai positif kepada peserta didik. Cahaya tersebut dapat hadir melalui pengetahuan, sikap, ketulusan, maupun cara guru mendampingi anak dalam proses tumbuh kembangnya.

Lebih lanjut kata dia, peran itu menjadi penting karena setiap peserta didik memiliki potensi dan rencana masa depan yang perlu dibimbing. Guru diharapkan mampu membantu mereka merancang tujuan, memahami kemampuan diri, dan mengambil langkah untuk mewujudkan cita-cita.

Asep juga menyoroti pentingnya keberanian meninggalkan zona nyaman. Menurut gagasan yang dituangkan dalam bukunya, pendidik perlu berdamai dengan masa lalu, melepaskan penyesalan, serta membuka diri terhadap perubahan agar dapat terus memberikan manfaat.

Baca Juga :  Tanpa Server, Tim FIP UNJ Kembangkan Sistem Inventaris Barang Milik Negara Berbasis QR Code

“Guru yang bercahaya akan meninggalkan dermaga, meninggalkan masa lalu yang mengganggu, melepas tali penambat, dan melambai pada penyesalan. Hadirnya menyenangkan, tak adanya dirindukan, serta cintanya utuh dan tulus tak pernah runtuh,” tambahnya.

Pesan tersebut menjadi ajakan untuk menempatkan hubungan manusiawi antara guru dan peserta didik sebagai bagian penting dari pendidikan. Kehadiran guru semestinya meninggalkan kesan baik, memberikan rasa aman untuk belajar, dan mendorong anak agar berani mengembangkan potensinya.

Melalui buku Guru yang Bercahaya, Asep menawarkan bahan refleksi bagi guru, calon pendidik, dan praktisi pendidikan tentang kualitas pengabdian yang selama ini dijalankan. Salah satu pertanyaan yang diangkat ialah, “Sudahkah seorang guru bercahaya?”

Pertanyaan itu mengajak pendidik mengevaluasi bukan hanya apa yang telah diajarkan, tetapi juga nilai apa yang telah ditanamkan dan pengaruh apa yang ditinggalkan dalam perjalanan hidup peserta didik.

“Buku bertema pendidikan, motivasi, dan refleksi kependidikan ini telah diterbitkan oleh Deepublish. Kehadirannya diharapkan memperkaya bahan bacaan bagi para pendidik yang ingin memaknai profesi guru secara lebih mendalam, sekaligus memperkuat peran pendidikan dalam menyiapkan generasi masa depan,” tandasnya.*

 

Berita Terkait

Perkuat Kepemimpinan Pendidikan, 270 Kepala Madrasah di Kabupaten Serang Ikuti Kegiatan Manajemen
Pernah Gagal Tes Tulis, Kini Fana Afiroza Juara 1 Coding Tingkat Provinsi Banten dan Melaju ke Nasional
DEMA FDIKOM UIN Jakarta Sambangi Panti YPMS Kedaung, Perkuat Solidaritas Lewat Bansos 2026
Yuk AI Hadirkan Game Edukasi Anak Gratis, Belajar Sambil Bergerak Tanpa Iklan dan Instalasi
Gus Hilmy Dukung Kebijakan Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027
PKS Kota Tangerang Perkuat Literasi Hukum, Dorong Pemilu Jujur dan Berintegritas
Bawa Pulang Penghargaan PPSN VI 2026 ke Lebak, Prestasi Santri Manahijussadat Diapresiasi Kemenag Lebak
Kemenag Kabupaten Tangerang Perkuat Profesionalisme 196 Guru PAI Penerima Tunjangan Profesi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Perkuat Kepemimpinan Pendidikan, 270 Kepala Madrasah di Kabupaten Serang Ikuti Kegiatan Manajemen

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Pernah Gagal Tes Tulis, Kini Fana Afiroza Juara 1 Coding Tingkat Provinsi Banten dan Melaju ke Nasional

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:24 WIB

DEMA FDIKOM UIN Jakarta Sambangi Panti YPMS Kedaung, Perkuat Solidaritas Lewat Bansos 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Yuk AI Hadirkan Game Edukasi Anak Gratis, Belajar Sambil Bergerak Tanpa Iklan dan Instalasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Gus Hilmy Dukung Kebijakan Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027

Berita Terbaru

Daerah

Empat Gunung di Jatim Membara, Warga Waswas Asap dan Api

Rabu, 21 Okt 2026 - 07:59 WIB