Menginjak Usia 23 Tahun, FKMSB Wilayah Malang Teguhkan Nalar Pengabdian dan Cetak Generasi Rabbani

5cc3f6674ad8de65983a714f805c70fc

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prosesi Milad Ke-23 FKMSB Malang (Dok: Panitia)

Prosesi Milad Ke-23 FKMSB Malang (Dok: Panitia)

Koran Satu, Malang – Dua puluh tiga tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah organisasi untuk terus konsisten merawat nilai dan mencetak kader. Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB) Wilayah Malang membuktikan eksistensinya dengan terus meneguhkan diri sebagai ruang kaderisasi, pembelajaran, dan pengabdian bagi para mahasantri.

Semangat tersebut tercermin kuat dalam perayaan Milad ke-23 FKMSB Malang yang mengusung tema “Merajut Harmoni Pengabdian Demi Terwujudnya Generasi Rabbani yang Visioner dan Berintegritas.” Agenda sakral ini dihadiri oleh jajaran pengurus baru, anggota baru, serta sejumlah tokoh sentral organisasi pusat.

Hadir langsung memberikan suntikan motivasi di lokasi acara, Ketua Umum DPP FKMSB, Moh. Nurisul Anwar, S.M.Bis., bersama Ketua Umum HIMMAH DPP FKMSB, St. Maizah, S.Pd. Kehadiran pimpinan pusat ini menjadi simbol kuatnya kesinambungan perjuangan organisasi dari generasi ke generasi.

Lebih dari Sekadar Wadah Alumni

Sejak menapakkan kaki di dunia pergerakan pada awal tahun 2000-an, FKMSB Malang tidak pernah memosisikan diri hanya sebagai tempat berkumpulnya alumni santri Pondok Pesantren Banyuanyar. Organisasi ini telah berevolusi menjadi ruang pembentukan kesadaran kolektif: bahwa identitas kesantrian dan keindonesiaan adalah dua pilar yang saling menguatkan dalam membangun peradaban.

Ketua Umum FKMSB Malang, Faruk, dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya adalah kawah candradimuka tempat para mahasantri menempa diri.
“FKMSB bukan sekadar organisasi alumni. Ini adalah rumah bersama untuk belajar, berkembang, dan menyiapkan diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi pesantren, masyarakat, dan negara,” tegas Faruk.

Stadium General: Menakar Ilmu Rabbani bagi Mahasantri

Tak sekadar seremoni potong tumpeng sebagai wujud rasa syukur, momentum milad kali ini juga diisi dengan bobot intelektual lewat Stadium General. Menghadirkan Dekki Umamur Ra’is sebagai pembicara, forum ilmiah ini membedah tuntas urgensi membangun karakter mahasantri berilmu rabbani.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-15, NasDem Purwakarta Gelar Sunatan Massal bagi 164 Anak

Dalam pemaparannya, Dekki mengingatkan bahwa indikator keberhasilan seorang mahasantri tidak boleh terjebak pada formalitas gelar akademik atau penguasaan teori semata.

Esensi Ilmu: Ilmu yang hakiki adalah yang mampu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Dampak Sosial: Ilmu harus bermanifestasi menjadi solusi dan kemaslahatan bagi sesama manusia.

“Menjadi rabbani dalam ilmu bukan sekadar menjadi orang yang cerdas. Ilmu yang rabbani adalah ilmu yang melahirkan ketundukan kepada Allah dan menghadirkan kemaslahatan bagi kehidupan,” urai Dekki di hadapan ratusan peserta yang menyimak dengan khidmat.

Menjawab Tantangan Zaman

Di era modern di mana kompetisi profesional sering kali mengesampingkan moralitas, FKMSB Malang mencoba menawarkan antitesis. Organisasi ini berkomitmen menghadirkan titik keseimbangan yang kokoh antara:
1. Kecerdasan intelektual (academic excellence)
2. Kedalaman spiritual (spiritual depth)
3. Tanggung jawab sosial (social responsibility)

Milad ke-23 ini pada akhirnya menjadi momentum refleksi untuk membaca kembali jejak pengabdian masa lalu sekaligus membidik arah masa depan. Dari Bumi Malang, FKMSB kembali merajut harmoni—menyambung warisan nilai para pendahulu demi menyiapkan masa depan umat dan negeri.

Berita Terkait

Empat Gunung di Jatim Membara, Warga Waswas Asap dan Api
Lansia 80 Tahun Asal Pamekasan Dilaporkan Hilang Sejak Senin Pagi, Keluarga Minta Bantuan Warga
Jam Malam Pelajar di Purwakarta Tetap Berlaku, Satpol PP Intensifkan Pengawasan
Abaikan Hak Pekerja 11 Tahun, Manajemen Telkom Regional 1 Diduga Lakukan PHK Sepihak Secara Lisan
Gus Hilmy Dorong Pengelolaan Air Terpadu untuk Atasi Kekeringan di DIY
Lebih dari Sekadar Berwisata, Laras Triloka Mengajak Pengunjung Belajar dan Berinovasi
Bau Busuk di Saluran Warga, SPPG Karawang Wetan Milik Al- Jabbar Diduga Jadikan Got Pembuangan Limbah Cair, Ngaku Setoran 2juta Perbulan
Kecam Keras Dampak Mematikan Sound Horeg, Para Ulama dan Tokoh Jember Tuntut Bupati Terbitkan Larangan Total
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Empat Gunung di Jatim Membara, Warga Waswas Asap dan Api

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Lansia 80 Tahun Asal Pamekasan Dilaporkan Hilang Sejak Senin Pagi, Keluarga Minta Bantuan Warga

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Jam Malam Pelajar di Purwakarta Tetap Berlaku, Satpol PP Intensifkan Pengawasan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Abaikan Hak Pekerja 11 Tahun, Manajemen Telkom Regional 1 Diduga Lakukan PHK Sepihak Secara Lisan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Gus Hilmy Dorong Pengelolaan Air Terpadu untuk Atasi Kekeringan di DIY

Berita Terbaru

Daerah

Empat Gunung di Jatim Membara, Warga Waswas Asap dan Api

Rabu, 21 Okt 2026 - 07:59 WIB