Dugaan Narkoba Marak di Rutan Medan, GPDB Desak Menteri Imipas Segera Copot Karutan

Pegang Bukti Video Dugaan Narkoba, GPDB Minta Menteri Imipas Copot Karutan Kelas I Medan

5cc3f6674ad8de65983a714f805c70fc

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Rutan Kelas 1 Medan (Gambar: Istimewa)

Ilustrasi Rutan Kelas 1 Medan (Gambar: Istimewa)

Koran Satu, Medan — Gerakan Pemuda Deli Bersatu (GPDB) mendesak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Jenderal Polisi (Purn.) Agus Andrianto, menindak tegas Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan.

GPDB meminta pencopotan jabatan Karutan apabila tim pemeriksa membuktikan adanya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan rutan tersebut.

Ketua GPDB, Solehuddin, menilai dugaan aktivitas barang haram di dalam fasilitas pemasyarakatan sebagai persoalan krusial yang menuntut penanganan transparan.

Ia menegaskan bahwa rutan yang berfungsi sebagai tempat pembinaan warga binaan tidak boleh tercoreng oleh lemahnya pengawasan aparat.

“Negara tidak boleh main-main dengan kasus narkotika, apalagi kalau sampai merambah ke dalam rutan di bawah kendali pemerintah. Kami memiliki bukti berupa rekaman video yang diduga memperlihatkan aktivitas penggunaan narkoba di dalam rutan. Jika setelah diperiksa indikasi tersebut terbukti benar, berarti terdapat celah pengawasan yang sangat serius,” ujar Solehuddin kepada media, Kamis (20/8/2026).

Solehuddin memastikan pihaknya siap menyerahkan rekaman video tersebut kepada pihak berwenang guna menjalani verifikasi dan pemeriksaan digital forensik.

GPDB mendesak Kementerian Imipas menjalankan investigasi secara independen, objektif, serta menyeluruh untuk membongkar potensi keterlibatan oknum petugas.

“Penanganannya jangan hanya berhenti pada warga binaan. Jika nantinya ditemukan adanya aparatur yang lalai, membiarkan, atau bahkan terlibat dalam pelanggaran, tentu harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” lanjutnya.

GPDB meminta Menteri Imipas tidak ragu mencopot pimpinan Rutan Kelas I Medan jika hasil audit terbukti menunjukkan kelalaian pengawasan sistemis.

Menurut Solehuddin, penyelamatan integritas institusi pemasyarakatan harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan jabatan pihak mana pun.

“Jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya kelalaian fatal hingga rutan menjadi tempat berlangsungnya penyalahgunaan atau bahkan jalur peredaran narkotika, maka Karutan Kelas I Medan harus dievaluasi, dan bila terbukti bertanggung jawab, kami meminta yang bersangkutan dicopot dari jabatannya. Integritas institusi harus ditempatkan di atas kepentingan jabatan,” tegas Solehuddin.

Baca Juga :  Perluas Jejaring Dakwah Kampus, FSLDK Priangan Timur Resmikan 5 LDK Baru pada FSLDKD ke-VIII

Berita Terkait

Tak Hanya Berdayakan Ekonomi, PNM Tanam 500 Pohon demi Kelestarian Alam
FKK Soroti Program “Gratispol” Kaltim: Bantuan Mahasiswa Dinilai Minim, Anggaran BBM Pejabat Justru Fantastis
Empat Gunung di Jatim Membara, Warga Waswas Asap dan Api
Lansia 80 Tahun Asal Pamekasan Dilaporkan Hilang Sejak Senin Pagi, Keluarga Minta Bantuan Warga
Jam Malam Pelajar di Purwakarta Tetap Berlaku, Satpol PP Intensifkan Pengawasan
Abaikan Hak Pekerja 11 Tahun, Manajemen Telkom Regional 1 Diduga Lakukan PHK Sepihak Secara Lisan
Gus Hilmy Dorong Pengelolaan Air Terpadu untuk Atasi Kekeringan di DIY
Lebih dari Sekadar Berwisata, Laras Triloka Mengajak Pengunjung Belajar dan Berinovasi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:03 WIB

Tak Hanya Berdayakan Ekonomi, PNM Tanam 500 Pohon demi Kelestarian Alam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:26 WIB

FKK Soroti Program “Gratispol” Kaltim: Bantuan Mahasiswa Dinilai Minim, Anggaran BBM Pejabat Justru Fantastis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Empat Gunung di Jatim Membara, Warga Waswas Asap dan Api

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Lansia 80 Tahun Asal Pamekasan Dilaporkan Hilang Sejak Senin Pagi, Keluarga Minta Bantuan Warga

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Jam Malam Pelajar di Purwakarta Tetap Berlaku, Satpol PP Intensifkan Pengawasan

Berita Terbaru