Desa Sempajaya, 20 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Desa Sempajaya Dusun III melaksanakan program kerja digitalisasi UMKM sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Program ini dilakukan untuk membantu pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital dalam memperkenalkan dan mempermudah akses terhadap usaha mereka.
Program digitalisasi UMKM tersebut diawali dengan kegiatan survei dan pendataan yang dilakukan pada 31 Juli 2026. Mahasiswa KKN turun langsung ke lingkungan masyarakat untuk mencari dan mendata pelaku UMKM yang berada di Desa Sempajaya. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengumpulkan informasi mengenai nama usaha, jenis usaha, lokasi, serta informasi lain yang diperlukan untuk mendukung proses digitalisasi.
Survei dilakukan secara langsung agar mahasiswa dapat mengetahui kondisi UMKM yang ada di lapangan. Selain melakukan pendataan, mahasiswa juga berkomunikasi dengan para pelaku usaha untuk mengetahui kebutuhan mereka dalam memperkenalkan usaha kepada masyarakat yang lebih luas.
Hasil pendataan tersebut kemudian menjadi dasar bagi mahasiswa KKN dalam menentukan bentuk program yang akan dilaksanakan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah masih adanya usaha masyarakat yang belum mudah ditemukan melalui pencarian digital. Padahal, saat ini masyarakat cukup sering menggunakan internet dan aplikasi peta untuk mencari lokasi usaha, toko, maupun tempat yang ingin dikunjungi.
Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa KKN kemudian melakukan pendampingan digitalisasi UMKM. Pelaksanaan program dilakukan pada 20 Agustus 2026 dengan mendatangi langsung pelaku usaha yang telah didata sebelumnya.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah membantu membuat dan mengarahkan lokasi usaha agar dapat ditemukan melalui Google Maps. Dengan adanya lokasi usaha di Google Maps, masyarakat dapat lebih mudah mengetahui keberadaan UMKM, melihat lokasi, serta mendapatkan petunjuk arah menuju tempat usaha.
Pembuatan Google Maps ini menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat membantu memperkenalkan UMKM secara lebih luas. Tidak hanya masyarakat sekitar, orang yang berasal dari luar lingkungan Desa Sempajaya juga dapat mengetahui lokasi usaha ketika melakukan pencarian melalui layanan peta digital.
Selain pembuatan dan pendataan lokasi melalui Google Maps, mahasiswa KKN juga membantu dalam penggunaan QR Code pembayaran bagi pelaku UMKM. QR Code tersebut dapat digunakan sebagai salah satu pilihan pembayaran secara digital sehingga pelanggan memiliki alternatif pembayaran selain menggunakan uang tunai.
Pemanfaatan QR Code pembayaran diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam proses transaksi. Pelaku UMKM tidak perlu hanya mengandalkan pembayaran secara tunai karena pelanggan dapat menggunakan metode pembayaran digital yang tersedia.
Program ini tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk memahami kondisi UMKM secara langsung. Mulai dari melakukan survei, mengumpulkan data, berkomunikasi dengan pelaku usaha, hingga membantu menerapkan teknologi digital dalam kegiatan usaha.
Bagi mahasiswa KKN, proses tersebut menjadi pengalaman yang cukup penting karena mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kehidupan masyarakat. Mahasiswa juga belajar bahwa penerapan teknologi tidak selalu harus dalam bentuk yang rumit. Hal sederhana seperti mencantumkan lokasi usaha di Google Maps dan menyediakan pilihan pembayaran melalui QR Code sudah dapat menjadi bagian dari proses digitalisasi UMKM.
Pelaksanaan program digitalisasi UMKM ini juga menjadi bentuk dukungan mahasiswa KKN terhadap pelaku usaha di Desa Sempajaya. Dengan memanfaatkan teknologi yang mudah digunakan, pelaku UMKM diharapkan dapat memiliki akses yang lebih luas untuk memperkenalkan usaha dan memudahkan pelanggan dalam menemukan lokasi maupun melakukan transaksi.
Sebelum pelaksanaan program, mahasiswa terlebih dahulu melakukan survei pada 31 Juli 2026. Tahapan tersebut dilakukan agar program yang diberikan tidak hanya berdasarkan perkiraan, tetapi disesuaikan dengan data dan kondisi UMKM yang ditemukan di lapangan. Setelah proses pendataan dan persiapan dilakukan, program kemudian direalisasikan pada 20 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa pelaksanaan program kerja KKN membutuhkan proses dan persiapan. Mahasiswa tidak hanya datang untuk menjalankan kegiatan, tetapi terlebih dahulu mengenali kondisi masyarakat dan menentukan kebutuhan yang dapat dibantu melalui program kerja.
Melalui digitalisasi UMKM, mahasiswa KKN UINSU Desa Sempajaya Dusun III berharap pelaku usaha dapat semakin mengenal dan memanfaatkan teknologi dalam menjalankan kegiatan usahanya. Kehadiran UMKM di ruang digital diharapkan dapat membantu masyarakat menemukan lokasi usaha dengan lebih mudah serta memberikan pilihan pembayaran yang lebih praktis kepada pelanggan.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa selama melaksanakan KKN di Desa Sempajaya. Selain memberikan manfaat bagi pelaku UMKM, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam melakukan pendataan, pendampingan, dan penerapan teknologi secara langsung di tengah masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, digitalisasi UMKM di Desa Sempajaya diharapkan dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Bagi mahasiswa KKN, program tersebut menjadi salah satu pengalaman dalam menghubungkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan kebutuhan nyata yang ditemukan di masyarakat.
Penulis : Adam Haris








Komentar