Koransatu.co, CILEGON – Puskesmas Ciwandan, Kota Cilegon, kini semakin ramai dikunjungi pasien. Bukan hanya warga setempat, masyarakat dari wilayah Anyer dan Mancak, Kabupaten Serang, juga mulai memanfaatkan layanan kesehatan di fasilitas tersebut.
Jumlah kunjungan pasien bahkan disebut bisa mencapai sekitar 200 orang per hari. Kondisi ini terlihat setelah penguatan layanan kesehatan, termasuk Unit Gawat Darurat (UGD) dan pelayanan Persalinan dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED) yang beroperasi selama 24 jam.
Kepala Puskesmas Ciwandan Arief Dharma Hartana mengatakan, peningkatan layanan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah Kota Cilegon dalam memperluas akses kesehatan bagi masyarakat.
“Jadi kami meningkatkan pelayanan UGD puskesmas 24 jam dan juga PONED 24 jam. Artinya, ini sinergi dengan kinerja ataupun dengan janji Pak Wali Kota terhadap masyarakat yang ada di Kota Cilegon,” kata Arief.
Menurutnya, peningkatan pelayanan juga dibarengi dengan pembenahan sarana dan fasilitas kesehatan. Sejumlah fasilitas di UGD maupun PONED terus diperkuat agar kebutuhan pasien dapat ditangani dengan lebih optimal.
“Alhamdulillah progres kami sudah mulai bagus, meningkat, dan pelayanan kami juga perlahan sudah meningkat dengan penambahan fasilitas dan sarana yang ada di UGD maupun PONED Ciwandan,” ujarnya.
Kunjungan Pasien Tak Lagi Hanya Ramai pada Hari Tertentu
Salah satu perubahan yang dirasakan Puskesmas Ciwandan adalah meningkatnya kunjungan pasien pada hari-hari yang sebelumnya cenderung lebih sepi.
Arief mengungkapkan, dahulu jumlah pasien pada Jumat dan Sabtu berkisar 80 hingga 90 orang. Kini, kunjungan pada hari-hari tersebut juga dapat mencapai sekitar 200 orang.
“Untuk pelayanan kami sudah mencapai 200-an setiap hari. Bahkan, yang biasanya hari Jumat dan Sabtu itu sepi, paling sekitar 80–90 pasien, sekarang bisa 200-an,” tuturnya.
Ia menyebut, kondisi tersebut membuat jumlah kunjungan pasien relatif ramai sepanjang pekan. Area parkir puskesmas pun kerap dipadati kendaraan warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Pasien yang berobat juga tidak terbatas pada masyarakat Kecamatan Ciwandan. Warga dari wilayah sekitar, termasuk Mancak dan Anyer, terkadang turut datang untuk memanfaatkan layanan yang tersedia.
Meningkatnya jumlah kunjungan tersebut menjadi gambaran tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses pelayanan kesehatan. Di sisi lain, kondisi ini juga menuntut kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan agar pelayanan tetap berjalan baik ketika jumlah pasien meningkat.
Ruang UGD Masih Perlu Dikembangkan
Di tengah peningkatan kunjungan, Puskesmas Ciwandan masih membutuhkan pengembangan fasilitas, terutama penambahan ruangan UGD.
Arief mengatakan, rencana pengembangan tersebut belum seluruhnya terlaksana karena adanya efisiensi anggaran. Tahapan pembangunan lanjutan yang dibutuhkan masih menunggu kesempatan untuk direalisasikan.
“Yang masih diperlukan lagi mungkin menambahkan ruangan untuk UGD Ciwandan. Itu perlu ditingkatkan lagi. Tahap ketiga masih belum terlaksana karena memang masih ada efisiensi anggaran,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan kebutuhan sarana dan alat medis yang tersedia saat ini telah terpenuhi dengan baik menurut evaluasi pihak puskesmas.
Adapun dari sisi tenaga kesehatan, Arief menyebut pengaturan kebutuhan tenaga medis telah disesuaikan dengan ketentuan kementerian yang berlaku.
“Kalau aturan dari kementerian, kita sudah sesuai. Sudah tidak ada perbedaan untuk kebutuhan tenaga kesehatannya,” tandasnya.
Dengan penguatan layanan UGD dan PONED selama 24 jam, Puskesmas Ciwandan diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat. Namun, seiring bertambahnya jumlah pasien, pengembangan kapasitas ruang pelayanan tetap menjadi perhatian agar peningkatan akses kesehatan berjalan seiring dengan kenyamanan dan kualitas pelayanan.








Komentar