Rahasia Pemain Sepak Bola Membaca Permainan, Ternyata Kemampuan Mata Punya Peran Penting

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JEC Eye Hospitals and Clinics melalui seminar “Vision of A Champion: Ketajaman Visual sebagai Kunci Performa sang Garuda” (Foto: Dok. JEC)

JEC Eye Hospitals and Clinics melalui seminar “Vision of A Champion: Ketajaman Visual sebagai Kunci Performa sang Garuda” (Foto: Dok. JEC)

Koransatu, Jakarta – Mata berperan penting dalam membantu pemain sepak bola membaca permainan, mengikuti pergerakan bola, melihat posisi lawan dan rekan, serta memperkirakan arah datangnya bola. Karena itu, kesehatan mata perlu dijaga sejak anak mengikuti pembinaan olahraga.

Pemeriksaan rutin juga penting untuk mendeteksi gangguan penglihatan yang bisa memengaruhi aktivitas dan kemampuan bermain.

Salah satu hal yang berkaitan dengan fungsi penglihatan adalah crossed laterality atau dominansi silang. Kondisi ini terjadi ketika mata dominan berada di sisi berlawanan dengan tangan atau kaki dominan. Misalnya, mata kiri lebih dominan, tetapi seseorang lebih sering menggunakan kaki kanan.

Penelitian dalam jurnal Frontiers in Physiology (2018) terhadap 72 pemain elite Stade Rennais di Prancis dan sembilan pemain amatir menemukan kondisi crossed laterality pada 53 persen pemain elite dan 33 persen pemain amatir.

Temuan ini menunjukkan adanya hubungan antara penglihatan dan koordinasi gerakan pemain.

“Memahami crossed laterality membantu kita mengenali hubungan antara dominansi mata dan koordinasi gerak setiap pemain. Informasi ini membantu melengkapi penilaian tentang cara pemain merespons rangsangan dari arah berbeda dan melakukan perubahan arah tubuh. Bagi pelatih, hasil pemetaan dapat menjadi masukan untuk menyusun latihan sesuai kebutuhan individu, misalnya mengikuti bola sambil berputar, melatih respons dari kedua sisi, serta memperkuat keseimbangan dan kaki penopang,” jelas Prof. Tjahjono, dikutip dari keterangan resminya, Kamis (4/11/2026).

Pemain juga perlu melatih sisi tubuh yang masih kurang responsif. Perkembangannya perlu dievaluasi agar latihan koordinasi mata dan gerak sesuai dengan kemampuan serta posisi masing-masing pemain.

Selain dominansi mata, kemampuan melihat objek diam dan bergerak serta menjaga kestabilan pandangan saat tubuh bergerak juga penting diperhatikan.

Baca Juga :  Punya Bakat Sepak Bola? ASICS Buka Jalan Pemain Muda Indonesia Menuju Jepang

“Ketika bertanding, pemain harus mengikuti bola sambil berlari, mengalihkan fokus dari dekat ke jauh, serta memperkirakan jarak dan arah datangnya bola. Di sini, kerja sama kedua mata untuk melihat kedalaman, kemampuan mengenali objek di sisi pandangan, dan kepekaan terhadap kontras ikut berperan,” pungkas Prof. Tjahjono.

“Pandangan juga perlu tetap stabil ketika kepala dan tubuh bergerak. Hal ini didukung vestibulo-ocular reflex, yaitu refleks yang membantu mata mengimbangi gerakan kepala saat berlari atau berputar. Karena itu, ketajaman melihat objek diam perlu dinilai bersama kemampuan melihat objek bergerak dan koordinasi mata dengan tubuh, agar tenaga medis serta pelatih memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang kebutuhan pemain,” lanjutnya.

Pemain sepak bola juga membutuhkan kemampuan tracking dan scanning. Tracking merupakan kemampuan mengikuti pergerakan bola, sedangkan scanning adalah kebiasaan mengamati posisi rekan, lawan, dan ruang kosong di lapangan.

dr. Tommy Desky, dokter sekaligus analis sepak bola menjelaskan kedua kemampuan tersebut perlu dilatih sejak usia dini.

“Pemain perlu mengumpulkan informasi sebelum bola datang: posisi rekan, pergerakan lawan, dan ruang yang dapat dimanfaatkan. Penglihatan yang baik membantu pemain menangkap informasi tersebut dengan jelas untuk kemudian diolah menjadi keputusan. Dalam tekanan tinggi, waktu untuk memutuskan sangat singkat,” tutur dr. Tommy.

dr. Tommy menjelaskan scanning membantu pemain menentukan keputusan, seperti mengoper, menggiring bola, atau bergerak mencari ruang.

“Kebiasaan ini dapat dibangun melalui latihan sederhana di SSB menggunakan cone, angka, atau penanda, dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan pemain. Pengamatan langsung, rekaman, atau data dapat membantu mengenali keputusan yang sudah tepat dan aspek yang masih perlu dilatih,” imbuh dr. Tommy.

Baca Juga :  Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Coach Indra Sjafri juga menekankan pentingnya penglihatan untuk membaca permainan dan menjalankan strategi tim.

“Kemampuan merespons dengan tepat berawal dari penglihatan yang baik. Dengan scanning, pemain lebih mudah membaca permainan dan menerapkan taktik yang diberikan pelatih. Karena itu, pembinaan di SSB dan klub perlu membangun kebiasaan membaca permainan sejak dini. Perhatian ini perlu berjalan bersama pengembangan kemampuan teknik, fisik, dan mental pemain,” ucap Coach Indra.

Gangguan penglihatan pada anak terkadang sulit dikenali. Gejalanya bisa berupa kesulitan melihat objek, memperkirakan jarak, atau mengikuti gerakan benda.

Pemeriksaan mata diperlukan untuk mendeteksi kelainan refraksi, gangguan kerja sama kedua mata, dan kondisi lain yang membutuhkan penanganan.

“Pemeriksaan membantu kita memahami apakah ada kelainan refraksi, gangguan kerja sama kedua mata, atau kondisi lain yang perlu ditangani. Hasilnya menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan koreksi dan pemeriksaan lanjutan, sementara keterampilan membaca permainan terus dikembangkan melalui latihan,” tutur Prof. Tjahjono.

“Pada anak, perhatian ini perlu dimulai sejak dini karena mereka belum tentu mampu menjelaskan keluhannya. Orang tua dan pelatih dapat membantu dengan memperhatikan kesulitan melihat dan memastikan tindak lanjut pemeriksaan. Sesuai usia, kondisi mata, dan kebutuhan masing-masing pemain, pilihan koreksi dapat mencakup kacamata olahraga, lensa kontak, atau bedah refraktif yang memerlukan penilaian kelayakan tersendiri secara lebih komprehensif.” tambahnya.

Penanganan gangguan penglihatan disesuaikan dengan kondisi setiap pasien. JEC Eye Hospitals and Clinics menyediakan layanan bedah refraktif seperti LASIK dan SMILE / pro, Children Eye & Strabismus Center untuk gangguan mata anak dan mata juling, serta neuro-oftalmologi untuk gangguan penglihatan yang berkaitan dengan sistem saraf dan pergerakan mata.

Pentingnya kesehatan mata juga dibahas dalam seminar “Vision of A Champion: Ketajaman Visual sebagai Kunci Performa sang Garuda” yang digelar pada Rabu, 28 Oktober 2026 di Auditorium Istiantoro, RS Mata JEC @ Kedoya, Jakarta.

Baca Juga :  Cegah Stunting Tak Cukup dengan Edukasi, IDSurvey Perkuat Akses Pangan Bergizi dan Pemeriksaan Kesehatan Anak

Seminar tersebut menghadirkan Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, Coach Indra Sjafri, dan dr. Tommy Desky. Acara ini juga dilengkapi dengan pemeriksaan mata bagi peserta.

Kesehatan mata tidak hanya penting bagi atlet profesional, tetapi juga anak-anak dan masyarakat umum. Pemeriksaan rutin dan penanganan yang tepat membantu menjaga penglihatan tetap optimal.

Berita Terkait

Jangan Abaikan Mata Minus dan Silinder, Ini Pentingnya Pemeriksaan Mata Berkala
Cegah Stunting Tak Cukup dengan Edukasi, IDSurvey Perkuat Akses Pangan Bergizi dan Pemeriksaan Kesehatan Anak
Pasien Puskesmas Ciwandan Tembus 200 Orang per Hari, Warga Anyer dan Mancak Ikut Berobat
Jangan Anggap Sepele, Ini Gejala Katarak yang Perlu Diperhatikan
Kecamatan Citangkil Darurat Narkoba, Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba
Tolak Pasien Lansia Berdarah dengan Alasan Kamar Penuh, GSCI Desak Dinkes dan APH Sanksi Tegas RS Annisa Cikarang
Edukasi Tren Perawatan Estetika Modern: dr. Ineke Sunarjo, M.Biomed Tekankan Pendekatan Medis dan Personal dalam Face & Body Contouring
Kebutuhan Darah di Purwakarta Capai 1.800 Kantong per Bulan, Stok Golongan A Mendesak Tinggal 30 Kantong

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 21:37 WIB

Rahasia Pemain Sepak Bola Membaca Permainan, Ternyata Kemampuan Mata Punya Peran Penting

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Jangan Abaikan Mata Minus dan Silinder, Ini Pentingnya Pemeriksaan Mata Berkala

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Cegah Stunting Tak Cukup dengan Edukasi, IDSurvey Perkuat Akses Pangan Bergizi dan Pemeriksaan Kesehatan Anak

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Pasien Puskesmas Ciwandan Tembus 200 Orang per Hari, Warga Anyer dan Mancak Ikut Berobat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Jangan Anggap Sepele, Ini Gejala Katarak yang Perlu Diperhatikan

Berita Terbaru