Mahasiswa PTKIN Soroti Empat PR Besar di Dua Tahun Prabowo-Gibran

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Pusat DEMA PTKIN, M. Miftahul Rizqi. (Foto: Ist)

Koordinator Pusat DEMA PTKIN, M. Miftahul Rizqi. (Foto: Ist)

Kabar Baru, Jakarta — Koordinator Pusat Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Korpus DEMA PTKIN) menilai dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka perlu dilihat secara berimbang. Mereka mengapresiasi sejumlah program pemerintah, tetapi juga memberi empat catatan kritis yang dinilai belum tuntas.

Koordinator Pusat DEMA PTKIN, M. Miftahul Rizqi, mengatakan keberhasilan pemerintahan tidak bisa diukur dari jumlah program yang diluncurkan. Ukuran yang lebih penting, menurutnya, adalah sejauh mana program itu menjawab persoalan kemiskinan, pengangguran, pendidikan, korupsi, dan ketimpangan sosial.

“Kami mengapresiasi kebijakan yang memiliki tujuan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pada saat yang sama, kami tidak akan berhenti mengkritisi kebijakan yang belum menjawab kebutuhan rakyat,” kata Miftahul dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).

Apresiasi untuk Gizi dan SDM

Dalam pernyataannya, Korpus DEMA PTKIN menilai pemerintah telah menunjukkan komitmen memperkuat ketahanan ekonomi, memperluas akses layanan publik, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Perhatian pada pemenuhan gizi, mutu pendidikan, dan pengembangan generasi muda disebut sebagai investasi penting bagi masa depan bangsa.

Namun, apresiasi itu disertai empat catatan.

Kemiskinan Tak Cukup Dijawab Bansos

Catatan pertama menyangkut pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. Korpus DEMA PTKIN mendorong pemerintah memperkuat pemberdayaan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, dan menjamin perlindungan hak pekerja.

“Pengentasan kemiskinan tidak boleh berhenti pada bantuan sosial. Pemerintah harus memastikan masyarakat memiliki pekerjaan layak, penghasilan yang memadai, dan kesempatan untuk hidup mandiri,” ujar Miftahul.

PTKIN Minta Perhatian Proporsional

Catatan kedua soal pemerataan dan kualitas pendidikan. Mahasiswa meminta pemerintah memperkuat beasiswa, fasilitas pendidikan, riset, dan kesejahteraan tenaga pendidik. Mereka juga meminta PTKIN mendapat perhatian khusus agar kualitas akademik dan daya saing lulusannya meningkat.

Baca Juga :  Gelar Aksi Jilid II, Koalisi Aktivis Muda Indonesia Minta Polri Seret Mafia Hendra Bajil

“Jangan sampai kondisi ekonomi menjadi penghalang mahasiswa untuk mengakses pendidikan tinggi. PTKIN harus mendapatkan perhatian yang proporsional karena memiliki peran strategis dalam membangun intelektualitas dan karakter bangsa,” katanya.

Antikorupsi Jangan Sekadar Slogan

Catatan ketiga terkait pemberantasan korupsi dan penegakan hukum. Menurut Korpus DEMA PTKIN, komitmen tersebut harus dibuktikan lewat penegakan hukum yang independen, transparansi anggaran, dan pengawasan yang efektif.

“Komitmen antikorupsi tidak boleh berhenti sebagai slogan politik. Publik membutuhkan tindakan nyata, penegakan hukum tanpa tebang pilih, dan keterbukaan dalam pengelolaan keuangan negara,” tegas Miftahul.

Diplomasi Harus Terasa Manfaatnya

Catatan keempat menyasar diplomasi internasional. Korpus DEMA PTKIN mengakui ada upaya memperkuat posisi Indonesia di panggung global, tetapi menilai diplomasi harus memberi manfaat konkret bagi rakyat, menjaga kepentingan nasional, dan konsisten memperjuangkan perdamaian dunia.

“Keberhasilan diplomasi bukan hanya tentang banyaknya pertemuan atau kesepakatan internasional, melainkan manfaat nyata bagi rakyat serta keberanian Indonesia memperjuangkan keadilan dan perdamaian,” ujarnya.

Tetap Jadi Mitra Kritis

Miftahul menegaskan mahasiswa akan tetap menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengawal kebijakan publik. Ia meminta pemerintah terbuka terhadap masukan mahasiswa dan masyarakat sipil.

“Pemerintah harus terbuka terhadap kritik mahasiswa karena demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi publik, transparansi, dan keberanian untuk terus berbenah,” pungkasnya.

Korpus DEMA PTKIN berharap momentum dua tahun pemerintahan ini menjadi titik untuk memperkuat komitmen pada kesejahteraan rakyat, pemerataan pendidikan, pemerintahan yang bersih, penciptaan lapangan kerja, dan keadilan sosial.

Berita Terkait

KANCA Dukung Program Inkubasi UMKM SMESCO
Strategi Keluar dari “Jomblo Digital”
Diduga Digunakan untuk Modal BUMD, GSCI Desak Kejagung Usut Dana PEN DKI Rp5,8 Triliun
Kawal Kesejahteraan Rakyat, Move For Indonesia Gelar Dialog Publik
PKC PMII DKI Desak Polisi Usut Dugaan Pengeroyokan Kader PMII
Operasi Gabungan Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania
Hasanuddin Wahid Dorong Kaderisasi NU Tak Berhenti di Jabatan Struktural
Kemenag Susun Pedoman Safeguarding untuk Perkuat Perlindungan Santri

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Mahasiswa PTKIN Soroti Empat PR Besar di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:12 WIB

KANCA Dukung Program Inkubasi UMKM SMESCO

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Strategi Keluar dari “Jomblo Digital”

Kamis, 24 September 2026 - 21:36 WIB

Diduga Digunakan untuk Modal BUMD, GSCI Desak Kejagung Usut Dana PEN DKI Rp5,8 Triliun

Minggu, 13 September 2026 - 13:29 WIB

Kawal Kesejahteraan Rakyat, Move For Indonesia Gelar Dialog Publik

Berita Terbaru