Koran Satu, Banten – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Bansos) FDIKOM 2026 di Panti YPMS Kedaung selama dua hari. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa untuk memperluas kontribusi sosial di luar lingkungan kampus melalui aksi nyata yang menyentuh masyarakat. Beragam agenda diselenggarakan, mulai dari penyerahan bantuan berupa baju siap pakai, buku, dan santunan hingga kegiatan edukatif dan hiburan yang melibatkan anak-anak panti. Rangkaian tersebut menjadi upaya untuk menghadirkan suasana kebersamaan sekaligus memperkuat nilai kepedulian antarsesama.
Ketua Umum DEMA FDIKOM UIN Jakarta, Zidan Ramdani, menegaskan bahwa gerakan mahasiswa semestinya tidak hanya berorientasi pada dinamika internal kampus, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan sosial melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat. Ia memandang kegiatan bakti sosial sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan empati sekaligus menerapkan nilai pengabdian dalam kehidupan sehari-hari. “Mahasiswa harus mampu menerjemahkan kepedulian menjadi kerja nyata. Kami ingin memastikan bahwa keberadaan organisasi mahasiswa tidak hanya dirasakan di lingkungan kampus, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Bansos ini merupakan salah satu langkah untuk menumbuhkan solidaritas dan memperkuat tanggung jawab sosial tersebut,” ungkap Zidan Ramdani.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini memberikan perhatian pada aspek pendidikan, kreativitas, dan interaksi sosial anak-anak melalui program fun learning, perlombaan, serta pentas seni. Anak-anak memperoleh kesempatan untuk mengikuti aktivitas bersama mahasiswa dalam suasana yang menyenangkan dan interaktif. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya menciptakan ruang kebersamaan yang mendorong anak-anak untuk belajar, berpartisipasi, dan mengekspresikan kreativitas mereka. Perpaduan antara bantuan sosial dan aktivitas edukatif ini menjadi ciri pelaksanaan Bansos FDIKOM 2026 yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga pada pengalaman sosial yang bermakna.
Ketua Pelaksana Bansos FDIKOM 2026, Raffi Pratama, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan selama dua hari membutuhkan kerja sama dan keterlibatan seluruh pihak yang berpartisipasi. Ia menjelaskan bahwa penyusunan rangkaian kegiatan dilakukan dengan mempertimbangkan pentingnya menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi anak-anak panti. “Kami berusaha menyusun kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi yang positif. Melalui kegiatan belajar bersama, perlombaan, dan pentas seni, kami berharap anak-anak dapat menikmati kebersamaan sekaligus memperoleh pengalaman baru. Bagi panitia, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk belajar tentang arti tanggung jawab dan pengabdian,” tutur Raffi Pratama.
Pelaksanaan Bansos FDIKOM 2026 di Panti YPMS Kedaung menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa dalam merawat hubungan sosial dan membangun kepedulian terhadap sesama. DEMA FDIKOM UIN Jakarta berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari budaya organisasi yang berorientasi pada kebermanfaatan masyarakat. Pengabdian, dalam konteks ini, tidak hanya diwujudkan melalui bantuan yang disalurkan, tetapi juga melalui waktu, tenaga, perhatian, dan interaksi yang dibangun bersama. Dengan semangat solidaritas tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengambil peran lebih luas dalam mendorong kehidupan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.








Komentar