Mahasiswa Universitas Ciputra Sulap Limbah Kain Korden Menjadi Busana Artistik

Jovita Vimala Hermawan dan Jerrica Idelia mengolah limbah kain korden melalui teknik upcycling dan fabric manipulation, menghadirkan busana bernilai estetis sekaligus membawa pesan tentang transformasi dan kehidupan kedua material.

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi pribadi : Jovita Vimala Hermawan, Kurniawan Limanto, dan Jerrica Idelia

Dokumentasi pribadi : Jovita Vimala Hermawan, Kurniawan Limanto, dan Jerrica Idelia

SURABAYA – Limbah kain korden dari Saffier Decor mendapat kehidupan baru di tangan dua mahasiswa Universitas Ciputra (UC), Jovita Vimala Hermawan dan Jerrica Idelia. Melalui eksplorasi tekstil, material yang tidak lagi terpakai tersebut diolah menjadi busana artistik dengan pendekatan upcycling dan fabric manipulation.

Jerrica menghadirkan karya bertajuk “Fractured Elegance”, yang terinspirasi dari dreamy pink cave dan menggambarkan perjalanan seseorang dari kondisi sulit menuju harapan, pertumbuhan, dan proses menemukan kembali dirinya. Kain korden diolah menggunakan teknik slashing, patchwork, dan fabric origami. Slashing merepresentasikan cahaya yang menembus kegelapan, sedangkan patchwork menggambarkan proses menyatukan kembali bagian-bagian yang sebelumnya terasa tidak utuh. Detail fabric origami berbentuk bunga menjadi simbol pertumbuhan dan blooming. Jerrica juga memanfaatkan tutup botol bekas sebagai elemen dekoratif yang menegaskan gagasan transformasi material.

“Saya ingin menyampaikan bahwa meskipun seseorang sedang berada dalam keadaan sulit atau gelap, tetap ada kesempatan untuk tumbuh, berubah, dan menemukan keindahan dalam dirinya sendiri,” ungkap Jerrica.

Sementara itu, Jovita mengangkat konsep “Palimpsest of Renewal”, terinspirasi dari gagasan bahwa jejak masa lalu tidak harus benar-benar hilang ketika sesuatu mengalami perubahan. Inspirasi visualnya berasal dari old manuscript, translucent overlays, layered textures, dan permukaan arsitektur yang memudar. Karya tersebut menggunakan teknik vertical origami, patchwork dengan Sashiko bermotif Kawung, serta sequins dari limbah tutup botol plastik. Lipatan vertikal menciptakan tekstur dan volume pada busana, sementara motif Kawung menghadirkan unsur budaya. Material plastik bekas diolah kembali menjadi detail dekoratif untuk memperkuat pesan tentang second chance bagi material yang sebelumnya dianggap tidak berguna.

“Sesuatu yang lama atau tidak digunakan lagi bukan berarti sudah tidak memiliki nilai. Sesuatu dapat berubah menjadi bentuk baru tanpa harus menghilangkan cerita yang sudah ada sebelumnya,” kata Jovita.

Baca Juga :  Golkar Surabaya Tancap Gas! Rakerda 2026–2031 Usung Semangat Baru dan Solusi Warga

Christina Tanujaya, dosen Universitas Ciputra, mengatakan proyek tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga memahami proses eksplorasi dan penciptaan nilai melalui material.

“Mahasiswa kami dorong untuk tidak sekadar menciptakan busana yang menarik secara visual, tetapi juga berani mengeksplorasi material, membangun cerita, dan menemukan kemungkinan baru dari bahan yang sebelumnya dianggap tidak terpakai,” jelasnya.

Kreativitas keduanya turut mendapat apresiasi dari Kurniawan Limanto, owner Saffier Decor.

“Menarik sekali melihat bahan kain korden dapat diolah menjadi fashion yang begitu estetik, apresiasi untuk kreativitas dan sentuhan desainnya, mengubah material biasa menjadi sesuatu yang bernilai,” tutur Kurniawan.

Karya Jovita dan Jerrica menunjukkan bahwa limbah dari industri interior tidak harus berakhir sebagai material sisa. Melalui kreativitas dan eksplorasi desain, kain korden dapat memperoleh kehidupan kedua dalam bentuk fashion yang memiliki nilai estetis, cerita, dan makna baru.

Berita Terkait

Bau Busuk di Saluran Warga, SPPG Karawang Wetan Milik Al- Jabbar Diduga Jadikan Got Pembuangan Limbah Cair, Ngaku Setoran 2juta Perbulan
Kecam Keras Dampak Mematikan Sound Horeg, Para Ulama dan Tokoh Jember Tuntut Bupati Terbitkan Larangan Total
Ulama Pasuruan Ancam Cabut Dukungan Politik Jika Bupati Rusdi Tolak Tertibkan Sound Horeg
Sambut HUT ke-15, NasDem Purwakarta Gelar Sunatan Massal bagi 164 Anak
APMP Jatim Desak Polda Jatim Usut Dugaan Perdagangan dan Peleburan Emas Ilegal di Madura
Semarak HUT ke-15, NasDem Purwakarta Gelar Nikah Massal Gratis, Bantu Pasangan Wujudkan Pernikahan
4.700 Anak Cilegon Belum Tersentuh PAUD, Bunda PAUD Dikerahkan hingga Kelurahan
33 Siswa Kota Tangerang Bertarung di OMI Banten 2026, Kemenag Kota Tangerang Support Full

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Bau Busuk di Saluran Warga, SPPG Karawang Wetan Milik Al- Jabbar Diduga Jadikan Got Pembuangan Limbah Cair, Ngaku Setoran 2juta Perbulan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Kecam Keras Dampak Mematikan Sound Horeg, Para Ulama dan Tokoh Jember Tuntut Bupati Terbitkan Larangan Total

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Ulama Pasuruan Ancam Cabut Dukungan Politik Jika Bupati Rusdi Tolak Tertibkan Sound Horeg

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Sambut HUT ke-15, NasDem Purwakarta Gelar Sunatan Massal bagi 164 Anak

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:50 WIB

APMP Jatim Desak Polda Jatim Usut Dugaan Perdagangan dan Peleburan Emas Ilegal di Madura

Berita Terbaru