Koransatu, Melbourne — Warga negara Australia asal Melbourne, Jordan Yap (30), dilaporkan hilang saat melakukan pendakian seorang diri di rute Pegunungan Andes, Peru. Sehari sebelum bertolak menembus salah satu kawasan pegunungan terpencil di dunia tersebut, Jordan diketahui menghabiskan waktu di kediaman sahabatnya, pengusaha Indonesia-Australia Wempy Dyocta Koto.
Pertemuan di kawasan Collingwood, Melbourne, itu kini menjadi salah satu interaksi terakhir yang diketahui sebelum Jordan dilaporkan hilang kontak.
Menurut Wempy, Jordan saat itu sangat antusias membicarakan rencana ekspedisinya. Namun, Wempy tidak menampik adanya kekhawatiran yang mengganjal, mengingat sahabatnya itu terpaksa menempuh jalur ekstrem seorang diri setelah rekan perjalanannya membatalkan keikutsertaan secara mendadak.
“Jordan sangat bersemangat mengenai Peru. Namun, saya juga ingat merasa khawatir ketika mengetahui bahwa akhirnya dia akan pergi sendiri. Saya tahu dia berpengalaman dan sangat menyukai petualangan, tetapi perjalanan solonya tetap membuat saya khawatir,” ungkap Wempy.
Kejanggalan Usai Pendakian 10 Hari
Berdasarkan rencana perjalanan, Jordan memulai pendakian di Cordillera Huayhuash Circuit pada 14 September 2026. Ia dijadwalkan menyelesaikan rute sepuluh hari tersebut dan kembali ke kota Huaraz pada 23 September sore.
Kecurigaan mulai muncul ketika Jordan tidak pernah kembali ke Krusty Hostel di Huaraz untuk mengambil barang-barang bawaannya. Status kehilangannya semakin menguat setelah ia dipastikan tidak menaiki penerbangan lanjutan dari Lima menuju Cusco yang telah dijadwalkan pada 24 September.
Sejak memasuki titik awal jalur pendakian, pihak keluarga, termasuk kakak Jordan, Dr. Wesley Dao, belum menerima komunikasi apa pun. Terdapat kemungkinan Jordan terdampar di area tanpa sinyal dan akses darurat.

Tantangan Ekstrem Operasi Pencarian
Saat ini, operasi pencarian skala besar tengah dilakukan di kawasan pegunungan yang sangat terpencil dengan ketinggian di atas 4.000 meter dari permukaan laut.
Upaya penyelamatan ini melibatkan Socorro Andino Peruano (SAP), sebuah organisasi penyelamatan pegunungan spesialis dataran tinggi Peru, bersama kepolisian setempat. Pencarian di medan ini mengharuskan pergerakan personel khusus, pemandu lokal, serta arrieros (pemandu bagal) untuk membawa logistik menembus area yang tidak dapat diakses kendaraan. Ketinggian, cuaca ekstrem yang fluktuatif, serta minimnya jaringan komunikasi menjadi tantangan utama bagi tim SAR.
Pemerintah Australia bersama keluarga Jordan terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas di Peru guna mempercepat proses pencarian.
Imbauan Pemeriksaan Foto dan Video
Untuk mempersempit area pencarian, keluarga dan sahabat meminta bantuan masyarakat internasional, khususnya komunitas pendaki dan wisatawan yang berada di rute Cordillera Huayhuash antara tanggal 14 hingga 23 September 2026.
Jordan memiliki ciri-ciri fisik tinggi sekitar 174 sentimeter dengan rambut hitam bergelombang. Perlengkapan terakhir yang dibawanya meliputi jaket putih, sweater hijau pelindung matahari, ransel pendakian Durston 40 liter, tenda domeDurston, dan tongkat pendakian.
“Satu foto bisa menjadi sangat penting. Kami memohon kepada siapa pun yang berada di kawasan tersebut pada periode itu untuk memeriksa kembali latar belakang foto, rekaman kamera aksi, atau video perjalanan Anda. Jangan menganggap sebuah detail terlalu kecil untuk disampaikan,” imbau Wempy.
“Kami Belum Menyerah”
Bagi Wempy, hilangnya Jordan bukan sekadar berita mancanegara, melainkan pukulan personal yang mendalam. Keakrabannya dengan Jordan dan Dr. Wesley membuatnya terus memutar kembali momen-momen sederhana di Collingwood.
“Ketika seseorang yang kita kenal hilang, momen yang sebelumnya terasa biasa tiba-tiba menjadi sangat berarti. Tidak pernah terpikir bahwa orang yang sehari sebelumnya duduk di rumah saya, beberapa minggu setelahnya menjadi sosok yang dicari ribuan kilometer dari Melbourne,” tuturnya.
Di tengah ketidakpastian, keluarga dan sahabat memilih untuk terus merawat harapan agar Jordan dapat ditemukan dan dievakuasi dengan selamat.
“Jordan, di mana pun kamu berada, teruslah bertahan. Wesley menunggumu. Keluargamu menunggumu. Kami belum menyerah. Terakhir kali saya melihatmu, kamu sedang bersiap untuk perjalanan besar. Sekarang, hanya ada satu perjalanan yang kami nantikan, yaitu perjalanan yang membawamu pulang dengan selamat,” pungkas Wempy.
Siapa pun yang memiliki informasi atau dokumentasi visual terkait keberadaan Jordan Yap di Cordillera Huayhuash (14-23 September 2026) diimbau untuk segera menghubungi pihak berwenang Peru atau konsulat terkait.








Komentar