Seret Dugaan Kasus Proyek Fiktif Tol Ancol Timur-Pluit, Forum Kawal Kebijakan Desak Kejagung Periksa Fitria Yusuf

5cc3f6674ad8de65983a714f805c70fc

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), Fitria Yusuf (Gambar: Istimewa)

Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), Fitria Yusuf (Gambar: Istimewa)

Koransatu, Jakarta — Desakan agar aparat penegak hukum membongkar tuntas karut-marut sektor infrastruktur nasional kian memanas.

Forum Kawal Kebijakan (FKK) secara tegas meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk segera memanggil dan memeriksa Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), Fitria Yusuf, guna mengusut dugaan rekayasa dalam proyek pembangunan Jalan Tol Cawang–Tanjung Priok–Ancol Timur–Jembatan Tiga/Pluit (Jakarta Intra Urban Toll/JIUT).

Langkah desakan ini dilayangkan menyusul temuan investigatif FKK yang membongkar indikasi kejanggalan masif, mulai dari klaim pendanaan fiktif hingga pembengkakan anggaran (cost overrun) yang ugal-ugalan pada proyek strategis tersebut.

Ketua FKK, Muhammad Faris, menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap pucuk pimpinan tertinggi korporasi mutlak diperlukan untuk menguji akuntabilitas serta aliran kebijakan strategis yang diambil perusahaan.

“Kami mendesak Kejaksaan Agung untuk tidak ragu memanggil dan memeriksa Direktur Utama PT CMNP, Fitria Yusuf. Sebagai nakhoda perusahaan, beliau memegang penuh kendali atas setiap keputusan korporasi, termasuk klaim status Financial Close yang disinyalir hanya kamuflase untuk menutupi celah pendanaan proyek,” tandas Muhammad Faris dalam keterangan di Jakarta.

Modus Financial Close Palsu dan Pengurasan Kas Publik

FKK menyoroti kejanggalan krusial pada skema pembiayaan proyek Ancol Timur–Pluit Elevated. Sebelumnya, manajemen PT CMNP gencar mengeklaim bahwa proyek telah mencapai status Financial Close yang menandakan komitmen kredit dari perbankan telah rampung.

Namun, hasil penelusuran FKK justru menunjukkan fakta sebaliknya. Klausul tersebut diduga kuat hanya sekadar modus pendanaan fiktif.

Guna menambal kebutuhan modal yang kosong, manajemen justru mengalihkan strategi dengan mengeruk dana publik melalui aksi korporasi Penawaran Umum Terbatas (PUT II-HMETD) senilai Rp1,39 triliun, menerbitkan Waran Seri I senilai Rp1,24 triliun, hingga menyedot kas internal dari pendapatan operasional tol eksisting.

Baca Juga :  Soroti Cost Recovery Rp300 Triliun, KCI Minta SKK Migas Audit Inpex Masela

Tak hanya itu, FKK juga menyoroti lonjakan anggaran konstruksi proyek yang melompat fantastis dari estimasi awal sekitar Rp6,83–7,04 triliun hingga menyentuh angka Rp8,43 triliun (terjadi pembengkakan biaya sebesar Rp1,59 triliun) tanpa transparansi publik yang memadai dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Ujian Integritas Penegak Hukum

FKK menegaskan bahwa alasan operasional korporasi tidak boleh dijadikan tameng untuk menghindari audit hukum. Terlebih, aksi korporasi yang membebani pasar modal dan publik menuntut pertanggungjawaban langsung dari jajaran eksekutif puncak perusahaan.

Dalam waktu dekat, FKK memastikan akan segera menyerahkan berkas laporan investigasi komprehensif tersebut secara resmi ke Gedung Merah Putih Kejagung, sekaligus menantang Korps Adhyaksa untuk bernyali mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu.

Sesuai dengan kode etik jurnalistik dan asas praduga tak bersalah, media ini tetap membuka ruang hak jawab, klarifikasi, maupun tanggapan resmi dari pihak manajemen PT CMNP, khususnya Direktur Utama Fitria Yusuf, serta instansi terkait lainnya.

Berita Terkait

Hilirisasi Nikel Bawa Malapetaka Ekologis dan Ratusan Korban Jiwa: Mayoritas Hanya untuk Baja Tiongkok, Warga Lokal Menanggung Kerusakan
Kredit Macet Tembus Puluhan Miliar, Manajemen Bank Ganesha Dituntut Buktikan Transparansi dan Mitigasi Risiko
Skandal Manipulasi Saham DSSA Digulung OJK: Sanksi Denda Rp1,5 Triliun Dijatuhkan ke Pihak Pelanggar
Reputasi Bank Besar Dipertaruhkan: Manajemen BCA Dituntut Transparan Tanggapi Aduan Masyarakat
Kisah Inspiratif Yeni Dahlia, Sosok di Balik Viral nya Konten Social Media
Sengketa Puluhan Miliar hingga Pencabutan Izin Tambang, Publik Tuntut Transparansi Tata Kelola Grup Astra
IHSG Anjlok Parah 8,01 Persen, Jansen Sitindaon Desak DPR Panggil Paksa BEI dan OJK
FKK Desak KPK Periksa Mantan Kepala BNPB Letjen Suharyanto Terkait Korupsi Dana Siap Pakai

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Hilirisasi Nikel Bawa Malapetaka Ekologis dan Ratusan Korban Jiwa: Mayoritas Hanya untuk Baja Tiongkok, Warga Lokal Menanggung Kerusakan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Kredit Macet Tembus Puluhan Miliar, Manajemen Bank Ganesha Dituntut Buktikan Transparansi dan Mitigasi Risiko

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Skandal Manipulasi Saham DSSA Digulung OJK: Sanksi Denda Rp1,5 Triliun Dijatuhkan ke Pihak Pelanggar

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Reputasi Bank Besar Dipertaruhkan: Manajemen BCA Dituntut Transparan Tanggapi Aduan Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:26 WIB

Kisah Inspiratif Yeni Dahlia, Sosok di Balik Viral nya Konten Social Media

Berita Terbaru