Jejak Lama Tak Harus Hilang, Jovita Sulap Material Bekas Jadi Karya Fashion

Melalui “Palimpsest of Renewal”, mahasiswa Universitas Ciputra mengolah kain korden bekas dan tutup botol menjadi busana artistik yang memadukan teknik origami, Sashiko, dan motif Kawung.

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi pribadi : Jovita Vimala Hermawan, mahasiswa Universitas Ciputra (UC).

Dokumentasi pribadi : Jovita Vimala Hermawan, mahasiswa Universitas Ciputra (UC).

SURABAYA – Sebuah kain korden yang telah kehilangan fungsi awalnya mungkin mudah dianggap sebagai barang sisa. Namun, di tangan Jovita Vimala Hermawan, mahasiswa Universitas Ciputra, kain tersebut justru menjadi titik awal untuk menciptakan karya fashion yang membawa cerita tentang perubahan.

Kain korden tidak terpakai dari Saffier Decor itu diolah Jovita menjadi karya berjudul “Palimpsest of Renewal”. Melalui karya tersebut, ia mencoba menunjukkan bahwa sebuah material tidak harus kehilangan masa lalunya ketika memperoleh bentuk dan fungsi baru.

Gagasan itu berangkat dari konsep palimpsest, istilah yang merujuk pada sesuatu yang mengalami penulisan atau perubahan berulang, tetapi jejak sebelumnya tetap dapat ditemukan. Konsep tersebut kemudian diterjemahkan Jovita melalui permainan lapisan, tekstur, transparansi, dan bentuk yang terinspirasi dari manuskrip lama, permukaan arsitektur yang memudar, serta jejak waktu.

“Sesuatu yang lama atau tidak digunakan lagi bukan berarti sudah tidak memiliki nilai. Seperti konsep Palimpsest of Renewal, sesuatu dapat berubah menjadi bentuk baru tanpa harus menghilangkan cerita yang sudah ada sebelumnya,” ujar Jovita.

Kain korden tersebut tidak sekadar dipotong dan dijahit kembali. Jovita mengeksplorasinya melalui teknik vertical origami, yakni membentuk lipatan secara berulang untuk menciptakan volume sekaligus memberikan efek gerak pada busana.

Eksplorasi kemudian dilanjutkan melalui patchwork dengan teknik Sashiko bermotif Kawung. Teknik jahit yang memiliki akar tradisi Jepang tersebut dipertemukan dengan motif Kawung yang dikenal dalam khazanah batik Indonesia. Pertemuan dua pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Jovita membangun identitas visual pada material yang sebelumnya tidak dirancang untuk menjadi busana.

Eksperimen juga dilakukan terhadap material lain. Tutup botol plastik bekas dipanaskan hingga membentuk lembaran tipis. Material tersebut kemudian dipotong dan digunakan sebagai sequins atau ornamen pada busana.

Baca Juga :  IKA-PMII Kota Malang Awali Pembangunan Masjid dan Syukuran Graha Arshaka Menjelang Muscab IV

Proses itu menunjukkan bahwa tantangan dalam mengolah material bekas bukan hanya persoalan bagaimana menggunakannya kembali. Lebih dari itu, diperlukan proses untuk memahami karakter material, menemukan kemungkinan teknis, sekaligus menentukan cerita yang ingin disampaikan melalui desain.

Dosen Universitas Ciputra, Fabio Ricardo Toreh, mengatakan proses tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran desain.

“Mahasiswa tidak hanya belajar membuat bentuk yang menarik, tetapi juga belajar membaca karakter material, menghubungkannya dengan konsep, kemudian memberikan fungsi dan makna baru melalui desain,” kata Fabio.

Hal serupa disampaikan Christina Tanujaya, dosen Universitas Ciputra. Menurut dia, kekuatan karya Jovita terletak pada upaya mempertemukan material, teknik, dan identitas budaya dalam satu rancangan.

“Jovita tidak sekadar mengolah kembali material bekas, tetapi membangun hubungan antara material, teknik, dan cerita. Penggunaan vertical origami, Sashiko, serta motif Kawung membuat karya ini memiliki kedalaman karena setiap detail mempunyai alasan dan makna dalam keseluruhan konsep,” ujar Christina.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa praktik keberlanjutan dalam fashion tidak selalu berhenti pada penggunaan material ramah lingkungan. Ada pula proses untuk mempertanyakan kembali bagaimana sebuah material dipandang setelah fungsi utamanya berakhir.

Kain korden yang semula berada dalam konteks interior akhirnya masuk ke ruang fashion. Tutup botol yang sebelumnya menjadi bagian dari sampah plastik berubah menjadi elemen dekoratif. Sementara teknik dan motif dari latar budaya yang berbeda dipertemukan dalam satu karya.

Bagi Jovita, proses tersebut bukan sekadar memberikan fungsi baru kepada material lama. Ia ingin mempertahankan jejak yang telah melekat pada material sekaligus memberinya kesempatan untuk hadir dalam konteks yang berbeda.

Pada akhirnya, “Palimpsest of Renewal” tidak hanya berbicara tentang pakaian. Karya itu mengajak melihat kembali benda-benda yang selama ini cepat diberi label “bekas” atau “tidak terpakai”. Bisa jadi, yang berakhir bukanlah nilai sebuah material, melainkan cara manusia memandangnya.

Baca Juga :  PCNU Tangsel Dorong PBNU Perkuat Keulamaan dan Profesionalisme

Berita Terkait

Mahasiswa Universitas Ciputra Sulap Limbah Kain Korden Menjadi Busana Artistik
Mendorong UMKM Naik Kelas Melalui Legalitas Usaha dan Pengembangan Bisnis, KPB-PKL FEB UNISMU di Desa Cileunca Resmi Ditutup
Yadi Rusmayadi Dorong Generasi Muda Purwakarta Aktif Berolahraga Lewat Fun Run 7K PodioRun
Kolaborasi BRI dan Yasukda Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
Mitigasi Bencana dan Sanitasi Lingkungan: Tim Dosen UNIMA Berdayakan Kader Kesehatan di Puskesmas Lansot
Pelepah Pisang Jadi Bahan Belajar Sains dan Teks Prosedur di SMPN 1 Sukatani Purwakarta, Terapkan TdBA dan Team Teaching
Berencana Itu Keren! DPPKB Purwakarta Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Lewat Program SILIKON Bangga Kencana
Diduga Intimidasi Security Bankaltimtara Pakai Ancaman SP, Aktivis Desak Penegak Hukum Sikat PT ESS

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:40 WIB

Jejak Lama Tak Harus Hilang, Jovita Sulap Material Bekas Jadi Karya Fashion

Senin, 28 September 2026 - 21:39 WIB

Mahasiswa Universitas Ciputra Sulap Limbah Kain Korden Menjadi Busana Artistik

Minggu, 27 September 2026 - 19:00 WIB

Mendorong UMKM Naik Kelas Melalui Legalitas Usaha dan Pengembangan Bisnis, KPB-PKL FEB UNISMU di Desa Cileunca Resmi Ditutup

Minggu, 27 September 2026 - 06:57 WIB

Yadi Rusmayadi Dorong Generasi Muda Purwakarta Aktif Berolahraga Lewat Fun Run 7K PodioRun

Kamis, 24 September 2026 - 20:43 WIB

Kolaborasi BRI dan Yasukda Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana

Berita Terbaru

Mahasiswa KKN UINSU Desa Sempajaya Dusun III bersama pelaku UMKM dalam pelaksanaan program digitalisasi UMKM melalui pembuatan Google Maps dan QR Code pembayaran, Kamis (20/8/2026).

Pendidikan

Langkah Kecil Menuju Digital, KKN UINSU Dampingi UMKM Sempajaya

Senin, 28 Sep 2026 - 16:55 WIB