Bidik Jejaring Korporasi Mafia Bauksit Kalbar, Kejagung Periksa Dua Direktur Perusahaan

5cc3f6674ad8de65983a714f805c70fc

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Kejaksaan Agung (Dok: Istimewa)

Gedung Kejaksaan Agung (Dok: Istimewa)

Koran Satu, Jakarta — Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung terus memperluas penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Quality Sukses Sejahtera (QSS) di Kalimantan Barat.

Terbaru, penyidik memeriksa dua direktur perusahaan swasta pada Selasa (18/8/2026) untuk membedah mata rantai korporasi yang terseret dalam pusaran perkara ini.

Kedua saksi tersebut masing-masing berinisial AA selaku Direktur PT BUIL dan YTSAN selaku Direktur PT JPP.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, membenarkan pemeriksaan dua jajaran direksi tersebut untuk mendalami aliran dana, dokumen pertambangan, hingga skema kerja sama antarperusahaan.

“Proses penyidikan juga dilaksanakan secara profesional, independen, dan akuntabel dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah dan prinsip kehati-hatian,” tegas Anang Supriatna.

Langkah Kejagung memperketat pengawasan terhadap jejaring korporasi ini berakar dari penetapan pengusaha tambang Sudianto alias Asek alias Aseng (SDT) sebagai tersangka utama sekaligus beneficial owner PT QSS.

Asek, yang telah mendekam di tahanan sejak 21 Mei 2026, diduga memanipulasi proses izin operasi produksi pada 2018 serta mengeruk bauksit secara ilegal di luar wilayah konsesi resmi.

Dalam melancarkan aksinya, kelompok ini diduga menggunakan dokumen resmi PT QSS untuk menyamarkan pengangkutan dan ekspor bauksit ilegal tanpa fasilitas pemurnian (smelter).

Guna memulihkan kerugian negara, penyidik telah menyita aset mewah milik Asek seperti mobil Lamborghini Aventador di Pontianak, serta terus memburu puluhan armada ponton senilai miliaran rupiah.

Selain Asek, penyidik telah menetapkan empat tersangka lain yang berbagi peran dalam skandal korupsi ini. Mereka adalah Ayi Paryana (AP) selaku Direktur PT QSS, Yudie Abunawa (YA) selaku Komisaris PT QSS, Ivan Ariyanto (IA) selaku konsultan perizinan, serta Hadi Sahal Fadly Daulay (HSFD) selaku analis pertambangan Kementerian ESDM.

Baca Juga :  Standar Ganda “Polisi Agama” di Madura

Pemeriksaan terhadap pimpinan PT BUIL dan PT JPP menjadi sinyal kuat bahwa Kejagung tidak berhenti pada tersangka yang sudah ada. Penyidik terus merangkai rekam jejak transaksi dan keterlibatan pihak lain guna membongkar seluruh simpul mafia tambang bauksit di Kalimantan Barat secara tuntas.

Berita Terkait

Empat Gunung di Jatim Membara, Warga Waswas Asap dan Api
Lansia 80 Tahun Asal Pamekasan Dilaporkan Hilang Sejak Senin Pagi, Keluarga Minta Bantuan Warga
Jam Malam Pelajar di Purwakarta Tetap Berlaku, Satpol PP Intensifkan Pengawasan
Abaikan Hak Pekerja 11 Tahun, Manajemen Telkom Regional 1 Diduga Lakukan PHK Sepihak Secara Lisan
Gus Hilmy Dorong Pengelolaan Air Terpadu untuk Atasi Kekeringan di DIY
Lebih dari Sekadar Berwisata, Laras Triloka Mengajak Pengunjung Belajar dan Berinovasi
Bau Busuk di Saluran Warga, SPPG Karawang Wetan Milik Al- Jabbar Diduga Jadikan Got Pembuangan Limbah Cair, Ngaku Setoran 2juta Perbulan
Kecam Keras Dampak Mematikan Sound Horeg, Para Ulama dan Tokoh Jember Tuntut Bupati Terbitkan Larangan Total
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Empat Gunung di Jatim Membara, Warga Waswas Asap dan Api

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Lansia 80 Tahun Asal Pamekasan Dilaporkan Hilang Sejak Senin Pagi, Keluarga Minta Bantuan Warga

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Jam Malam Pelajar di Purwakarta Tetap Berlaku, Satpol PP Intensifkan Pengawasan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Abaikan Hak Pekerja 11 Tahun, Manajemen Telkom Regional 1 Diduga Lakukan PHK Sepihak Secara Lisan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Gus Hilmy Dorong Pengelolaan Air Terpadu untuk Atasi Kekeringan di DIY

Berita Terbaru

Daerah

Empat Gunung di Jatim Membara, Warga Waswas Asap dan Api

Rabu, 21 Okt 2026 - 07:59 WIB