1.000 Orang Hadiri Senam Kreasi di Malang, Kampanye Cegah Perkawinan Anak Digencarkan

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Senam Kreasi

Peserta Senam Kreasi "Haha-Hihi" mengkampanyekan pencegahan perkawinan anak di GOR Ken Arok, Malang, Minggu (23/8). (Foto: Ist).

Koran Satu, Malang — Kampanye pencegahan perkawinan anak menyasar ruang publik yang dekat dengan aktivitas warga. Melalui Senam Kreasi “Haha-Hihi” di GOR Ken Arok, Malang, Minggu (23/8), Program INKLUSI bersama PP Lakpesdam NU dan Fatayat NU Kabupaten Malang mengajak masyarakat memperkuat kesadaran tentang pentingnya mencegah perkawinan anak.

Kegiatan yang diinisiasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu diikuti sekitar 60 kelompok senam dari berbagai wilayah Malang Raya. Sekitar 1.000 orang hadir dan menyaksikan kegiatan tersebut.

Di tengah kegiatan olahraga dan kreativitas peserta, Program INKLUSI memanfaatkan momentum itu untuk menyampaikan pesan pencegahan perkawinan anak. Kampanye dilakukan melalui interaksi langsung dengan peserta, percakapan dengan warga, serta pembagian flyer yang memuat informasi mengenai risiko perkawinan anak.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, mengingatkan masyarakat, terutama orang tua dan keluarga, agar tidak mendorong atau membiarkan anak menikah sebelum memiliki kesiapan. Menurut dia, persoalan perkawinan anak berkaitan dengan masa depan, pendidikan, kesehatan, serta kesiapan anak menjalani kehidupan berkeluarga.

“Meski berangsur turun, persoalan ini tidak boleh dianggap remeh karena menyangkut masa depan anak secara menyeluruh,” tegas Hikmah.

Ia juga mengajak masyarakat memberikan ruang kepada anak untuk tumbuh, belajar, dan mengejar cita-cita.

Kampanye melalui kegiatan senam tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas edukasi ke ruang-ruang yang lebih dekat dengan masyarakat. Aktivitas olahraga, komunitas perempuan, dan kegiatan warga dinilai dapat menjadi medium untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya melindungi anak dari perkawinan pada usia yang belum siap.

Program INKLUSI mengemas pesan tersebut dalam suasana yang santai tanpa mengurangi substansi edukasi. Hak anak untuk tumbuh, memperoleh pendidikan, membangun masa depan, dan mempersiapkan kehidupan keluarga menjadi pesan utama yang disampaikan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Ulama Pasuruan Ancam Cabut Dukungan Politik Jika Bupati Rusdi Tolak Tertibkan Sound Horeg

Senam Kreasi “Haha-Hihi” pun tidak sekadar menjadi ajang olahraga dan kreativitas. Pertemuan berbagai kelompok masyarakat dalam kegiatan itu dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan kampanye sekaligus mendorong keluarga dan komunitas lebih peka terhadap faktor-faktor yang dapat memicu perkawinan anak.

Melalui pendekatan berbasis komunitas, Program INKLUSI mendorong pencegahan perkawinan anak menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, perempuan, komunitas, pemerintah, dan masyarakat. Dengan cara itu, perlindungan anak diharapkan tidak berhenti sebagai pesan kampanye, tetapi berkembang menjadi kesadaran dan kepedulian bersama.

Berita Terkait

Basnang Said Ajak Kementerian Lain Hidupkan BLK Pesantren
Harta Kekayaan Eks Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal Disorot, FKK Desak Aphan Usut Tuntas Laporan Dugaan Korupsi
Presma UIN A.M. Sangadji: Pemuda Kerap Kehilangan Daya Kritis di Hadapan Kekuasaan
DEMA UIN Siber Syekh Nurjati Bedah Relevansi Sumpah Pemuda di Tengah Persoalan Kekinian
Bahaya Laten Neo-Pamswakarsa dan Runtuhnya Ilusi Polri Bersama Rakyat
Akademisi IAIN Sorong Ingatkan Pemuda: Kritik Harus Punya Dasar Kuat
Dinilai Langgar Etika Pejabat Publik, Bapera Mubar Desak Gubernur Sultra Copot Kadis Pariwisata Ridwan Badallah
Lapas Kelas IIA Pontianak Diduga Masih Kebobolan Barang Terlarang, FKK Desak Pemeriksaan Menyeluruh Terhadap Kalapas Ridha Ansari

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Harta Kekayaan Eks Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal Disorot, FKK Desak Aphan Usut Tuntas Laporan Dugaan Korupsi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Presma UIN A.M. Sangadji: Pemuda Kerap Kehilangan Daya Kritis di Hadapan Kekuasaan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:23 WIB

DEMA UIN Siber Syekh Nurjati Bedah Relevansi Sumpah Pemuda di Tengah Persoalan Kekinian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Bahaya Laten Neo-Pamswakarsa dan Runtuhnya Ilusi Polri Bersama Rakyat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Akademisi IAIN Sorong Ingatkan Pemuda: Kritik Harus Punya Dasar Kuat

Berita Terbaru