Reputasi Bank Besar Dipertaruhkan: Manajemen BCA Dituntut Transparan Tanggapi Aduan Masyarakat

Sorot Kasus Pemblokiran Rekening dan Tekanan Saham, GSCI Desak Manajemen BCA Perbaiki Layanan Nasabah!

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn (Gambar: Istimewa)

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn (Gambar: Istimewa)

Koransatu, Jakarta — Tekanan terhadap saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi momentum krusial bagi manajemen untuk mengevaluasi ulang kualitas pelayanan, strategi komunikasi korporasi, serta mekanisme penanganan pengaduan nasabah. Di tengah ketatnya persaingan sektor perbankan, reputasi dan kepercayaan publik merupakan aset vital yang tidak boleh dianggap remeh.

Kritik tajam datang dari Ketua Gerakan Santri Cinta Indonesia (GSCI), Ahmadil Omri. Ia menyoroti lambatnya respons manajemen BCA dalam menghadapi berbagai keluhan nasabah yang kian ramai diperbincangkan di media sosial maupun portal berita daring. Menurutnya, kegagalan memberikan penjelasan memadai berpotensi melahirkan persepsi negatif publik terhadap perusahaan.

Ahmadil menilai, institusi perbankan sebesar BCA semestinya memiliki standar komunikasi krisis yang responsif, terukur, dan transparan—terutama ketika nasabah dihadapkan pada persoalan pelik seperti pemblokiran rekening atau pembatasan transaksi sepihak.

“Bank sebesar BCA tidak boleh menganggap keluhan nasabah sebagai persoalan kecil. Ketika nasabah sudah berkali-kali mencari penjelasan melalui kantor cabang, layanan pengaduan, bahkan melaporkan persoalannya kepada aparat penegak hukum, perusahaan harus memastikan ada kejelasan mengenai status pengaduan dan langkah penyelesaiannya,” tegas Ahmadil Omri dalam keterangan resminya, Senin (19/10/2026).

Soroti Kasus Pemblokiran Rekening dan Arus Jual Asing

Gelombang kritik ini bermula dari sejumlah aduan nasabah yang viral di ruang publik, mulai dari akun media sosial milik Felix Pernanda (@felixpernandaaa) hingga laporan terkait pembatasan transaksi yang melibatkan aparat penegak hukum seperti di BCA KCP Ponorogo.

Ahmadil menegaskan, meskipun beberapa pemblokiran dilakukan atas permintaan Bareskrim Polri atau dasar kepatuhan hukum, nasabah tetap berhak memperoleh kejelasan informasi dan prosedur yang transparan, alih-alih dibiarkan terkatung-katung tanpa kejelasan.

Di sisi lain, pergerakan saham BBCA turut tersorot setelah mengalami tekanan pada perdagangan akhir pekan lalu. Saham tersebut dilaporkan terkoreksi dari level Rp5.825 menuju Rp5.175 per saham, dibarengi aksi jual bersih (*net sell*) oleh investor asing senilai Rp2,32 triliun.

Baca Juga :  Gempar! Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Paksa Polisi Terkait Kasus Ijazah Jokowi

Kendati faktor pelemahan harga saham dipengaruhi dinamika pasar secara makro, Ahmadil mengingatkan bahwa komunikasi korporasi yang dipimpin oleh EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn harus mampu meredam ketidakpastian lewat transparansi informasi, alih-alih berlindung di balik pencapaian profit atau nama besar semata.

Peringatan Keras: Media Kecil Tak Boleh Diremehkan

Dalam catatannya, GSCI juga mengingatkan manajemen BCA agar tidak meremehkan peran media daring berskala kecil yang kerap menjadi garda terdepan dalam mengangkat suara-suara kelompok rentan atau nasabah yang terabaikan. Di era digital, satu keluhan kecil di media sosial dapat membesar dan berdampak langsung pada kredibilitas institusi.

“Jika manajemen ingin menjaga kepercayaan publik, pelayanan kepada nasabah harus ditempatkan sebagai prioritas. Sebab, kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun dapat menghadapi tekanan ketika nasabah merasa tidak memperoleh kepastian,” pungkas Ketua GSCI, Ahmadil Omri.

Sesuai dengan kode etik jurnalistik dan asas praduga tak bersalah, media ini tetap membuka ruang hak jawab, klarifikasi, maupun tanggapan resmi dari pihak manajemen PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terkait sorotan pelayanan dan dinamika saham tersebut.

Berita Terkait

Kisah Inspiratif Yeni Dahlia, Sosok di Balik Viral nya Konten Social Media
Sengketa Puluhan Miliar hingga Pencabutan Izin Tambang, Publik Tuntut Transparansi Tata Kelola Grup Astra
IHSG Anjlok Parah 8,01 Persen, Jansen Sitindaon Desak DPR Panggil Paksa BEI dan OJK
FKK Desak KPK Periksa Mantan Kepala BNPB Letjen Suharyanto Terkait Korupsi Dana Siap Pakai
218 Ribu Peluang Kerja PMI Terbuang, Visi Menteri Tak Cukup Tanpa Eksekusi
Kisah Rizal Priyaga, Turun Berat Badan 23 Kg hingga Finis Full Marathon 2026
Dugaan Pendanaan Fiktif & Bengkak Biaya Rp1,5 Triliun, FKK Desak Kejagung Seret Petinggi CMNP
Tata Kelola Telkom Dihancurkan dari Dalam, FKK Tuntut Pencopotan Total Arthur Angelo & Willy Saelan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Reputasi Bank Besar Dipertaruhkan: Manajemen BCA Dituntut Transparan Tanggapi Aduan Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:26 WIB

Kisah Inspiratif Yeni Dahlia, Sosok di Balik Viral nya Konten Social Media

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Sengketa Puluhan Miliar hingga Pencabutan Izin Tambang, Publik Tuntut Transparansi Tata Kelola Grup Astra

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:30 WIB

IHSG Anjlok Parah 8,01 Persen, Jansen Sitindaon Desak DPR Panggil Paksa BEI dan OJK

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:58 WIB

FKK Desak KPK Periksa Mantan Kepala BNPB Letjen Suharyanto Terkait Korupsi Dana Siap Pakai

Berita Terbaru

Daerah

Empat Gunung di Jatim Membara, Warga Waswas Asap dan Api

Rabu, 21 Okt 2026 - 07:59 WIB