Koransatu, Cikarang – Order ramai dan pelanggan terus berdatangan belum tentu menjadi tanda bisnis berjalan sehat. Pelaku usaha perlu mengevaluasi margin, target penjualan, hingga database pelanggan agar aktivitas bisnis tidak sekadar sibuk, tetapi juga menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikan dalam JLC Member Gathering 2026 yang digelar JNE pada Kamis (10/9/2026) di ARTOTEL Living World Grand Wisata, Cikarang. Mengusung tema “Connect, Collaborate, Grow”, kegiatan ini menjadi ruang bagi member JNE Loyalty Card (JLC) untuk memperoleh wawasan bisnis sekaligus memperluas jejaring.
Cikarang menjadi kota ketujuh dalam rangkaian roadshow nasional tersebut, setelah Bandung, Tangerang, Karawang, Bekasi, Depok, dan Medan. Berdasarkan informasi penyelenggara, rangkaian berikutnya dijadwalkan berlangsung di Kendari, Purwakarta, Jakarta, Surabaya, dan Semarang.
Berbagi Wawasan dan Peluang Kolaborasi
JLC Member Gathering menjadi salah satu upaya JNE mengapresiasi pelanggan yang menggunakan layanannya sekaligus membangun hubungan dengan komunitas pelaku usaha.
Dalam sesi pembuka, Dodik Wiranto, Customer Loyalty Section Head Department JNE, memaparkan sejumlah inovasi layanan yang ditujukan untuk mendukung efisiensi operasional bisnis di era digital.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi strategi pengembangan usaha bersama Faiz Naufal, Co-Founder Exporindo sekaligus Business Director Kanca.
Bisnis Sehat Dimulai dari Evaluasi
Faiz, yang dikenal melalui sebutan “Dokter Spesialis Bisnis Kamu”, mengajak peserta mengevaluasi kondisi bisnis sebelum mengambil langkah ekspansi. Menurutnya, tingginya omzet dan volume pesanan tidak selalu mencerminkan kondisi usaha yang sehat.
Pelaku usaha perlu memahami margin keuntungan, menetapkan target yang terukur, membangun database pelanggan, serta mengevaluasi efektivitas aktivitas pemasaran.
“Sibuk itu gejala, bukan diagnosis. Kalau fondasinya sudah sehat, baru bisnis punya pijakan buat naik kelas,” kata Faiz.
Materi tersebut dikaitkan dengan persoalan yang kerap dihadapi pelaku usaha sehari-hari, termasuk volume pesanan, biaya pengiriman, dan transaksi cash on delivery (COD).
Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak melihat kembali operasional bisnis secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada jumlah pesanan yang masuk. Evaluasi ini dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan dan pengembangan usaha berikutnya.
JLC Dorong Pertumbuhan Member
Kepala Cabang JNE Cikarang, Amri Faizal Subiyanto, mengapresiasi partisipasi member dalam kegiatan tersebut. Ia berharap gathering dapat memperkuat hubungan dan kolaborasi di antara pelaku usaha di tingkat lokal.
Selain sesi berbagi wawasan, acara diisi dengan pembagian doorprize dan makan siang bersama.
Dodik menegaskan bahwa JLC tidak hanya berfungsi sebagai program pengumpulan poin, tetapi juga menjadi bagian dari upaya JNE membangun hubungan dengan pelanggan dan membuka peluang kolaborasi.
Senada dengan hal tersebut, SVP Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi, menyebut program JLC sebagai sarana untuk membangun komunitas yang solid sekaligus menyediakan ruang belajar bersama bagi pemilik merek.
Diluncurkan pada 2009, JNE Loyalty Card memiliki lebih dari satu juta member aktif. Poin yang dikumpulkan anggota dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah dan manfaat, mulai dari gadget, voucher, tiket menonton, perlengkapan rumah tangga, hingga donasi.
Penulis : Didit Putra Erlangga








Komentar