Koransatu.co, LEBAK – Memasuki usia ke-33 tahun, MAN 1 Lebak didorong untuk semakin memperkuat perannya dalam mencetak generasi muda yang unggul secara akademik, berkarakter, dan memiliki landasan keagamaan yang kuat. Madrasah diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan akhlak dan kepribadian peserta didik.
Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Milad ke-33 MAN 1 Lebak yang dihadiri Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak Badrusalam, Rabu (21/10/2026).
Hadir pula Plt. Asisten Daerah III Pemkab Lebak Iyan Fitriyana, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Doddy Irawan, Kasubbag TU Kemenag Lebak Ajrum Firdaus, Kasi Pendidikan Madrasah Slamet, Kepala MAN 1 Lebak Juhroni, Kaur TU Ahmad Buhari, Pengawas Madrasah Iyan Hayani, dewan guru, serta para siswa.
Dalam kesempatan itu, Amir Hamzah menyebut usia 33 tahun bukanlah perjalanan singkat bagi sebuah lembaga pendidikan. Menurutnya, usia tersebut mencerminkan proses panjang, perjuangan, dan kontribusi berbagai pihak dalam membangun serta memajukan madrasah.
Ia juga menyinggung angka 33 yang dikenal dalam tradisi zikir umat Islam sebagai pengingat bahwa perjalanan madrasah perlu disertai rasa syukur dan komitmen untuk terus berkembang.
“33 ini angka yang cantik. Dalam dzikir juga kita mengenal hitungan 33. Tetapi 33 tahun bagi sebuah madrasah bukan perjalanan yang sebentar. Ini menunjukkan adanya proses dan perjuangan yang panjang,” ujarnya.
Amir berharap, MAN 1 Lebak terus meningkatkan kualitas pendidikan sehingga mampu melahirkan generasi yang berprestasi, memiliki karakter kuat, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Lebak.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lebak Badrusalam mengajak keluarga besar MAN 1 Lebak menjadikan momentum milad sebagai bahan evaluasi atau muhasabah terhadap peran madrasah dalam memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat.
Ia menyoroti pentingnya penguatan pendidikan agama dan pembentukan karakter di tengah dinamika pilihan pendidikan masyarakat. Menurutnya, madrasah perlu menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan dan akhlak yang selama ini menjadi kekuatan pendidikan pesantren.
“Harapannya, madrasah dapat mencetak lulusan yang memiliki bekal keagamaan dan karakter yang kuat. Ini bisa dimulai dari kegiatan ekstrakurikuler sebagai ruang untuk membina potensi, kedisiplinan, kepemimpinan, dan keagamaan peserta didik,” ungkap Badrusalam.
Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi sarana strategis untuk mengembangkan potensi siswa sekaligus membiasakan mereka menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari sikap, kedisiplinan, dan akhlak para lulusan.
Kepala MAN 1 Lebak Juhroni mengatakan, perjalanan selama 33 tahun tidak terlepas dari dukungan dan kontribusi para pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, alumni, orang tua, serta masyarakat.
Karena itu, peringatan milad menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan yang telah dilalui sekaligus mengevaluasi berbagai hal yang perlu ditingkatkan demi kemajuan madrasah.
“Di usia ke-33 ini, kami berharap MAN 1 Lebak semakin maju, semakin dipercaya masyarakat, dan mampu melahirkan lulusan yang unggul, berkarakter, berakhlak, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Peringatan Milad ke-33 MAN 1 Lebak diharapkan menjadi penguat semangat seluruh keluarga besar madrasah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkokoh nilai-nilai keagamaan, dan membangun lingkungan belajar yang mampu menyiapkan generasi masa depan yang cerdas, berintegritas, serta berdaya saing.*








Komentar