JAKARTA — TransNusa menambah frekuensi penerbangan rute Jakarta-Singapura menjadi empat kali sehari. Penambahan ini dilakukan untuk merespons meningkatnya permintaan perjalanan sekaligus memperkuat konektivitas TransNusa di salah satu rute internasional utamanya.
Sebelumnya, TransNusa mengoperasikan dua penerbangan per hari pada rute tersebut. Frekuensi kemudian ditingkatkan menjadi tiga kali sehari pada April 2026 sebelum kembali bertambah menjadi empat penerbangan setiap hari.
Group Chief Executive Officer TransNusa, Datuk Bernard Francis, mengatakan peningkatan frekuensi tersebut menunjukkan kepercayaan terhadap layanan dan operasional maskapai.
“Peningkatan frekuensi penerbangan menjadi empat kali sehari di rute Jakarta-Singapura mencerminkan semakin besarnya kepercayaan terhadap brand TransNusa,” ujar Datuk Bernard.
Menurutnya, persetujuan peningkatan frekuensi dari Changi Airport juga menjadi bagian dari upaya TransNusa untuk memperkuat operasional di salah satu hub penerbangan internasional utama di kawasan.
“Setelah memperkenalkan frekuensi penerbangan ketiga pada April 2026 dan kemudian meningkatkan frekuensi menjadi empat kali sehari, hal ini menegaskan agility komersial TransNusa dalam merespons kebutuhan pasar,” katanya.
Dengan penambahan tersebut, penumpang korporasi maupun wisatawan memiliki pilihan waktu penerbangan yang lebih beragam, mulai dari pagi hingga malam hari.
Empat Pilihan Penerbangan Setiap Hari
Rute Jakarta-Singapura TransNusa dilayani menggunakan armada Airbus A320. Penerbangan dari Jakarta berangkat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan tiba di Singapore Changi Airport Terminal 4.
Berikut jadwal penerbangan Jakarta-Singapura:
|
Nomor Penerbangan
|
Keberangkatan Jakarta
|
Kedatangan Singapura
|
Keterangan
|
|
8B 151
|
07:55
|
10:45
|
Penerbangan pagi
|
|
8B 153
|
11:55
|
14:40
|
Penerbangan siang
|
|
8B 157
|
17:40
|
20:20
|
Frekuensi tambahan
|
|
8B 155
|
19:45
|
22:25
|
Penerbangan malam
|
Sementara untuk rute sebaliknya, Singapura-Jakarta, TransNusa menyediakan empat pilihan penerbangan setiap hari.
|
Nomor Penerbangan
|
Keberangkatan Singapura
|
Kedatangan Jakarta
|
Keterangan
|
|
8B 152
|
11:45
|
12:30
|
Penerbangan pagi
|
|
8B 154
|
15:40
|
16:45
|
Penerbangan siang
|
|
8B 158
|
21:20
|
21:55
|
Frekuensi tambahan
|
|
8B 156
|
23:25
|
00:10 (+1)
|
Penerbangan malam
|
Jadwal penerbangan dengan frekuensi baru tersebut sudah tersedia untuk pemesanan. Penumpang dapat melihat jadwal dan melakukan pemesanan melalui situs resmi TransNusa.
Pertumbuhan TransNusa di Changi
Penambahan frekuensi Jakarta-Singapura juga melanjutkan pertumbuhan TransNusa di Singapore Changi Airport.
Dalam Changi Airline Awards 2026, TransNusa menjadi maskapai Indonesia pertama yang menerima penghargaan “Top Airlines by Absolute Passenger Growth (Southeast Asia)” dari Changi Airport Group.
Penghargaan tersebut diraih sekitar 17 bulan setelah TransNusa memulai operasional di Bandara Changi.
Pertumbuhan di rute Jakarta-Singapura menjadi bagian dari pengembangan jaringan internasional TransNusa. Dengan tambahan frekuensi, maskapai kini menawarkan lebih banyak pilihan perjalanan bagi penumpang yang melakukan perjalanan antara kedua kota tersebut.
Perluas Pilihan Perjalanan Regional
TransNusa mengembangkan konsep layanan premium service carrier yang berada di antara model maskapai berbiaya rendah dan maskapai dengan layanan penuh.
Layanan tersebut mencakup sejumlah fasilitas seperti bagasi, pilihan kursi, serta konfigurasi tempat duduk yang dirancang untuk memberikan kenyamanan dalam penerbangan.
Konsep layanan ini diperkenalkan Datuk Bernard pada 2023 dan menjadi salah satu bagian dari strategi pengembangan jaringan internasional TransNusa.
Seiring bertambahnya jaringan internasional, TransNusa juga memperkenalkan produk kabin Premium Plus untuk penerbangan Melbourne-Bali pada 19 Oktober 2026. Produk tersebut menawarkan layanan prioritas dan peningkatan batas bagasi.
Penambahan frekuensi Jakarta-Singapura dan pengembangan produk penerbangan tersebut menjadi bagian dari langkah TransNusa memperluas pilihan perjalanan udara regional bagi penumpang bisnis maupun wisatawan.
Penulis : Didit Putra Erlangga








Komentar