Koran Satu, Sukorejo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Integrasi Desa Berdaya Unggul (KKN T IDBU) 42 Team 1 Universitas Diponegoro melaksanakan program penguatan promosi digital wisata desa. Kegiatan yang bertajuk “Penguatan Promosi Digital Wisata Desa Sukorejo Berbasis Agroeduwisata” ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Program ini berjalan dengan dukungan Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM.
Desa Sukorejo memiliki beragam potensi wisata berbasis agro dan edukasi, seperti edufarm, terapi ikan, glamping, homestay, dan tubing. Potensi tersebut sangat menjanjikan untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata desa. Namun, promosi digital dan informasi wisata yang tersedia masih terbatas, sehingga potensi wisata belum dikenal secara luas oleh masyarakat di luar desa.
Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKN T IDBU 42 Team 1 Undip melakukan serangkaian kegiatan. Dimulai dari identifikasi dan pemetaan potensi wisata desa, pengecekan serta pembaruan titik lokasi wisata di Google Maps, sosialisasi pentingnya promosi wisata, hingga pembuatan akun media sosial resmi wisata Desa Sukorejo. Selain itu, mahasiswa juga memproduksi konten promosi berupa video teaser wisata desa yang kemudian dipublikasikan melalui media sosial.
Program penguatan promosi wisata desa ini telah menghasilkan dua luaran utama, yaitu akun media sosial resmi wisata Desa Sukorejo dan video teaser potensi wisata desa. Kedua luaran tersebut menjadi media awal untuk memperkenalkan potensi agroeduwisata Desa Sukorejo kepada masyarakat yang lebih luas.

Kegiatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Sebagai bagian dari identitas KKN T IDBU, program ini menekankan integrasi antara pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan desa, dan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan wisata lokal.
Sebagai tindak lanjut, Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Desa Sukorejo dapat melanjutkan pengelolaan media sosial dengan memanfaatkan video teaser dan aset dokumentasi yang telah diproduksi. Konten selanjutnya dapat dikembangkan secara berkala dengan menampilkan informasi paket wisata, harga, fasilitas, aktivitas wisata, testimoni pengunjung, serta agenda atau kegiatan wisata desa. Dengan demikian, hasil program KKN tidak berhenti pada pembuatan media dan konten, tetapi dapat menjadi dasar pengembangan promosi digital Desa Sukorejo secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, KKN T IDBU 42 Team 1 Universitas Diponegoro berharap potensi wisata Desa Sukorejo dapat semakin dikenal luas dan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat.








Komentar