Koran Satu, Aceh Tenggara — Dugaan penyalahgunaan anggaran pendidikan kembali mencoreng dunia persekolahan di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara).
Wali murid SMPN Perisai membongkar indikasi penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja yang diduga sengaja dimanfaatkan untuk kegiatan formalitas belaka.
Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 8 Tahun 2026 secara tegas mengamanatkan bahwa sekolah wajib mengelola dana BOS Kinerja secara akuntabel dan transparan.
Peraturan hukum tersebut mengharuskan pihak sekolah mengalokasikan anggaran murni untuk meningkatkan mutu pendidikan, bukan untuk kepentingan pribadi maupun program rekayasa.
Namun, manajemen SMPN Perisai justru memicu kecurigaan besar usai menggelar agenda pelatihan guru yang hanya berlangsung singkat selama satu hari saja.
Wali murid mendesak Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tenggara untuk turun tangan melakukan audit investigatif terhadap pengelolaan dana BOS Kinerja di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah SMPN Perisai, Nilawati.
“Wali murid desak Polres Agara untuk melakukan audit dana BOS Kinerja SMPN Perisai karena Kepsek melakukan pelatihan guru hanya satu hari. Bila terdapat kecurangan dalam pengelolaan dana BOS Kinerja, proses sesuai hukum yang berlaku,” desak perwakilan wali murid, Rabu (23/9/2026).
Soroti Pelatihan Sehari dan Desak Buka Rincian Anggaran
Masyarakat dan para wali murid mempertanyakan efektivitas serta transparansi acara pelatihan kilat tersebut.
Pihak sekolah dinilai tertutup dan enggan membeberkan rincian penggunaan anggaran publik yang mereka kucurkan untuk kegiatan satu hari tersebut.
Wali murid menuntut Kepala Sekolah Nilawati membuka rincian jumlah guru peserta, identitas serta kualifikasi narasumber, materi yang diajarkan, hingga nominal pasti porsi dana BOS Kinerja yang terserap.
“Acara pelatihan satu hari itu harus jelas, berapa guru peserta yang mengikuti, apa saja materi yang diberikan, siapa narasumbernya, dan berapa anggaran yang dihabiskan. Jangan sampai dana BOS Kinerja yang seharusnya untuk peningkatan mutu pendidikan malah tidak jelas peruntukannya,” tegas wali murid mencecar.
Kepsek Nilawati Bungkam Saat Dikonfirmasi
Upaya konfirmasi telah dilayangkan kepada Kepala SMPN Perisai, Nilawati, melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp terkait tuduhan penyimpangan alokasi dana BOS Kinerja tersebut.
Kendati Nilawati memilih bungkam dan belum memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi terus membuka ruang dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak manajemen SMPN Perisai serta Dinas Pendidikan setempat untuk menuntaskan polemik ini secara transparan.








Komentar