Film Piye To Kih Sambangi Magelang, Angkat Kisah Cinta Beda Alam

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Fachrudin Alfian)

(Foto: Fachrudin Alfian)

Koransatu, Magelang – Bagaimana jika seseorang jatuh cinta kepada sosok yang berbeda alam, bahkan berbeda keyakinan? Pertanyaan tak biasa ini menjadi salah satu daya tarik film Piye To Kih?, produksi MIRACLE Pictures yang memadukan drama, komedi, dan unsur supranatural dalam kisah cinta yang penuh tantangan.

Menjelang penayangannya di bioskop Indonesia pada 19 November 2026, film ini menyambangi Magelang melalui acara Special Screening di Platinum Artos Mall Magelang, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian promosi yang digelar di sejumlah kota.

Sutradara Ito Mavin menjelaskan, Piye To Kih? tidak hanya menawarkan hiburan melalui perpaduan komedi dan cerita supranatural. Film ini juga membawa pesan tentang perjuangan seseorang dalam memperbaiki diri demi meraih sesuatu yang diinginkan dalam hidup.

Cerita berpusat pada Mukidi, tokoh yang mengalami kegagalan dalam urusan cinta sebelum akhirnya bertemu Sukma, perempuan misterius yang ternyata merupakan arwah dan telah menghuni sebuah boneka selama 20 tahun.

Pertemuan keduanya membawa Mukidi memasuki perjalanan hidup yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Hubungan mereka pun menghadapi persoalan yang tidak sederhana karena berasal dari alam berbeda dan memiliki keyakinan yang berbeda pula.

Situasi tersebut dirangkum melalui kalimat yang menjadi ciri khas film ini, “Udah beda alam, beda agama pula… piye to kih?”

Bukan Sekadar Komedi tentang Cinta Beda Alam

Di balik premis cerita yang mengundang tawa, Ito Mavin menegaskan bahwa perbedaan agama dalam film tersebut bukan dimaksudkan sebagai bahan olok-olok. Unsur itu justru digunakan untuk menggambarkan kompleksitas persoalan yang harus dihadapi tokoh utama dalam menjalani perubahan hidup.

Menurut Ito, inti cerita Piye To Kih? terletak pada usaha seseorang untuk memantaskan diri ketika menginginkan sesuatu, memiliki cita-cita, atau berharap mendapatkan hal tertentu dalam hidupnya.

Baca Juga :  Akun TikTok @ruyiwangi Angkat Budaya dan Tradisi Lewat Konten Horor Edukatif
IMG-20261024-WA0047
(Foto: Fachrudin Alfian)

“Jadi tentang bagaimana seseorang memantaskan diri ketika menginginkan sesuatu atau mempunyai cita-cita atau mengharapkan sesuatu dalam hidupnya,” ujar Ito.

Pesan tersebut dikemas melalui drama komedi dengan sentuhan supranatural agar lebih mudah diterima penonton. Dengan pendekatan ini, persoalan cinta dan perbedaan tidak hanya menjadi sumber konflik cerita, tetapi juga pintu masuk untuk membicarakan perjuangan serta perubahan diri.

Ito menilai film ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan karena mengangkat pengalaman yang dekat dengan kehidupan manusia. Cinta, perjuangan, dan keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik merupakan pengalaman universal yang dapat dipahami siapa pun.

“Cinta, perjuangan itu kan bahasa universal. Jadi, enggak ada barrier bahasa sih harusnya karena semua orang mengalami cinta, semua orang mengalami perjuangan, semua orang mengalami perubahan,” kata Ito.

Mengangkat Bahasa Jawa sebagai Identitas Film

Selain menawarkan kisah cinta yang tidak biasa, Piye To Kih? menghadirkan warna tersendiri melalui penggunaan bahasa Jawa.

Bagi Ito, pilihan bahasa tersebut merupakan salah satu cara untuk memperkaya keragaman perfilman Indonesia. Industri film nasional, menurutnya, memiliki ruang luas untuk mengeksplorasi bahasa dan budaya daerah sebagai bagian dari identitas cerita.

Ia berharap semakin banyak sineas yang berani mengangkat bahasa daerah lain, seperti bahasa Manado, Batak, Bugis, Makassar, hingga Bali.

Keberagaman bahasa dan budaya Indonesia dinilai sebagai kekuatan yang dapat dikembangkan melalui industri perfilman. Cerita lokal tidak harus kehilangan daya tariknya hanya karena menggunakan bahasa daerah, selama tema yang diangkat memiliki kedekatan emosional dengan penonton.

Dalam konteks Piye To Kih?, penggunaan bahasa Jawa menjadi bagian dari cara film ini membangun karakter dan menghadirkan situasi komedi yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Baca Juga :  Valerianus Wahyu Anggara alias "Djplatbe" Pikat Komunitas Permotoran Malaysia

Pendekatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa cerita dengan latar budaya lokal tetap dapat mengangkat persoalan universal. Penonton dari berbagai latar belakang diharapkan tetap bisa mengikuti perjalanan Mukidi dan Sukma, meskipun bahasa yang digunakan tidak sepenuhnya sama dengan bahasa sehari-hari mereka.

Dara Sarasvati Hadapi Tantangan Memerankan Sosok Supranatural

Film Piye To Kih? disutradarai Ito Mavin berdasarkan naskah yang ditulisnya bersama Endik Koeswoyo.

Heri Chandra memerankan Mukidi, sedangkan Dara Sarasvati dipercaya membawakan karakter Sukma. Sejumlah pemain lain turut terlibat, di antaranya Sutrisno Agung sebagai Gendut, Eko Dunung sebagai Penyok, Gabriella Desta sebagai Bunga, serta TJ Ruth, Marwoto, Yono Bakrie, dan Devina Aureel.

IMG-20261024-WA0066
(Foto: Fachrudin Alfian)

Bagi Dara Sarasvati, memerankan Sukma menjadi tantangan tersendiri. Ia harus membangun gestur, ekspresi, dan gerakan tubuh yang berbeda dari manusia biasa karena karakter yang dimainkan merupakan sosok supranatural.

“Tantangan terbesarnya adalah ketika membawakan sosok Sukma ini, sebuah entitas, gesture-nya bagaimana harus seperti entitas, gerakan tubuhnya yang tidak boleh terlalu seperti manusia atau agak sedikit mengambang,” ujar Dara.

Melalui gerak tubuh dan ekspresi yang berbeda, karakter Sukma diharapkan memiliki identitas yang kuat sekaligus mendukung suasana cerita yang memadukan romansa, komedi, dan unsur supranatural.

Roadshow ke 17 Kota Sebelum Tayang di Bioskop

Sebelum penayangan serentak di bioskop Indonesia, tim produksi Piye To Kih? menyiapkan rangkaian promosi atau roadshow ke 17 kota.

Kegiatan tersebut mencakup wawancara radio, kunjungan ke sekolah dan kampus, acara temu pemain atau meet and greet, hingga pemutaran khusus yang melibatkan para pemeran.

IMG-20261024-WA0070
(Foto: Fachrudin Alfian)

Magelang menjadi kota ketiga dalam rangkaian roadshow setelah tim sebelumnya mengunjungi Semarang dan Yogyakarta.

Setelah Magelang, perjalanan promosi dijadwalkan berlanjut ke Solo, Sragen, Ngawi, Madiun, Ponorogo, Nganjuk, Kediri, Mojokerto, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Blitar, dan Tulungagung.

Baca Juga :  Asisten Raffi Ahmad Diisukan Jadi Komisaris Krakatau Posco, Riwayat Pendidikan D3 Jadi Sorotan

Rangkaian tersebut menjadi kesempatan bagi para pemain dan tim produksi untuk memperkenalkan film secara langsung kepada calon penonton. Interaksi dengan masyarakat juga membuka ruang bagi penonton untuk mengenal lebih dekat cerita, karakter, dan pesan yang ingin disampaikan melalui film.

Menantikan Kisah Mukidi dan Sukma di Layar Lebar

Film Piye To Kih? dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 19 November 2026.

Dengan menggabungkan drama, komedi, dan unsur supranatural, film ini menawarkan cerita yang berangkat dari situasi tidak biasa, tetapi tetap menyentuh persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kisah Mukidi dan Sukma bukan hanya tentang hubungan dua sosok dari alam berbeda. Di dalamnya terdapat persoalan mengenai keinginan, perjuangan, perbedaan, dan proses seseorang untuk memperbaiki diri.

Melalui karakter serta konflik yang dibangun, film ini berupaya mengajak penonton melihat bahwa perjalanan menuju sesuatu yang diinginkan tidak selalu mudah. Ada proses yang harus dijalani, ada perbedaan yang perlu dipahami, dan ada perubahan diri yang mungkin harus dilakukan.

 

Berita Terkait

JAFF Market 2026 Umumkan 11 Proyek Film dan 10 IP Terpilih
Titi Kamal Ungkap Anaknya Ketakutan Usai Dirinya Main Film Horor, Gara-Gara Boneka Ghawiah?
Bikin Merinding! The Doll Ghawiah Siap Menghantui 18 Layar IMAX, Hadirkan Teknologi Boneka Canggih
Tiket Sold Out Sejam, Twilite Orchestra Siap Bawakan Lagu The Beatles dan Queen
Rilis Single Baru, JKT48 Siap Kembali Menghibur
RAMENGVRL Buka Era BADDIEPUSAT Lewat Single Baru COWOBARU
Hanni Tegaskan: Tidak Boleh Ada Lagi Perundungan di Sekolah, Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak
IKA SMANDA Gebrak Purwakarta! 44 Angkatan Bersatu Bakal Gelar Fun Run dan Festival untuk Warga, Catat Waktunya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:48 WIB

Film Piye To Kih Sambangi Magelang, Angkat Kisah Cinta Beda Alam

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Titi Kamal Ungkap Anaknya Ketakutan Usai Dirinya Main Film Horor, Gara-Gara Boneka Ghawiah?

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Bikin Merinding! The Doll Ghawiah Siap Menghantui 18 Layar IMAX, Hadirkan Teknologi Boneka Canggih

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:48 WIB

Tiket Sold Out Sejam, Twilite Orchestra Siap Bawakan Lagu The Beatles dan Queen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Rilis Single Baru, JKT48 Siap Kembali Menghibur

Berita Terbaru

(Foto: Fachrudin Alfian)

Entertainment

Film Piye To Kih Sambangi Magelang, Angkat Kisah Cinta Beda Alam

Sabtu, 24 Okt 2026 - 21:48 WIB