Koransatu.co, LEBAK – Kabupaten Lebak mulai mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga dan Seni Antar-Diniyah (Porsadin) Tingkat Provinsi Banten 2026. Sebanyak 14 cabang lomba direncanakan mewarnai ajang yang menjadi wadah unjuk prestasi para santri madrasah diniyah takmiliyah tersebut.
Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Lebak, Dedi Sumito mengungkapkan, progres persiapan penyelenggaraan saat ini telah mencapai sekitar 50 persen.
Hal itu disampaikannya dalam rapat koordinasi persiapan Porsadin tingkat provinsi yang berlangsung di SD Al-Husna, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Selasa (13/10/2026).
Dedi mengatakan, panitia masih melakukan koordinasi untuk mematangkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan. Porsadin Tingkat Provinsi Banten 2026 sendiri direncanakan berlangsung pada 1 November mendatang.
“Alhamdulillah, sudah 50 persen,” ujarnya.
Dari 14 cabang yang direncanakan, beberapa di antaranya meliputi tilawah, tahfiz Al-Qur’an, Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), kaligrafi, cerdas cermat, sprint, bulu tangkis, tenis meja, dan selawat.
Meski sejumlah cabang lomba telah disebutkan, panitia masih menyelaraskan daftar lengkap perlombaan beserta penanggung jawab masing-masing. Dengan demikian, rincian resmi seluruh cabang yang dipertandingkan masih menunggu hasil koordinasi lanjutan.
Kata Dedi, kepastian jumlah peserta juga belum diperoleh. Menurut Dedi, pendaftaran dari kabupaten/kota se-Provinsi Banten belum masuk ke panitia sehingga jumlah santri yang akan berkompetisi masih belum dapat dipastikan.
“Porsadin tingkat provinsi ini diharapkan menjadi momentum bagi santri madrasah diniyah takmiliyah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi dalam bidang keagamaan, seni, dan olahraga,” ujar Dedi.
Dedi berharap, seluruh persiapan dapat berjalan sesuai rencana sehingga penyelenggaraan Porsadin di Kabupaten Lebak berlangsung sukses dan memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan diniyah.
“Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini diharapkan turut mendorong lahirnya generasi muda yang religius, berkualitas, dan berprestasi, sekaligus mempererat hubungan ant santri dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Banten,” pungkas Dedi.








Komentar