Koransatu, Jakarta — Dunia wirausaha merupakan perjalanan panjang yang menuntut ketahanan mental, keberanian mengambil risiko, dan kemauan untuk terus belajar dari titik paling bawah.
Proses inilah yang sedang dilakoni oleh Riski Adinda, sosok muda asal Jakarta yang akrab disapa Adindazuu.
Sebelum mantap merintis berbagai lini bisnis, Adinda mengasah kemampuannya lewat pengalaman kerja lapangan. Ia sempat menjajal profesi sebagai Sales Promotion Girl (SPG) serta aktif menjadi bagian dari pelaksana berbagai event.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk keberanian, mengasah komunikasi interpersonal, hingga memahami perilaku dan kebutuhan konsumen secara langsung.
Pengalaman berinteraksi dengan publik mendorong Adinda untuk mengambil langkah yang lebih berani. Pada 2017, ia mulai membangun usaha eyelash extension.
Mengusung prinsip fleksibilitas dalam berbisnis, Adinda tak ragu memperluas jangkauan usahanya ke industri fashion wanita hingga membuka layanan jasa titip (jastip) barang dari luar negeri.
Memperkuat Fondasi Manajemen Melalui Pendidikan Formal
Meski sibuk memelihara usahanya agar tetap bertumbuh, Adinda memilih tidak mengabaikan pendidikan. Saat ini, ia menjalani peran ganda sebagai mahasiswa sekaligus wirausahawan yang sedang berkembang.
Keputusannya untuk melanjutkan studi didasari oleh kebutuhan akan pemahaman manajemen yang lebih terstruktur. Menurutnya, kombinasi antara pengalaman praktik di lapangan dan teori di perguruan tinggi sangat krusial agar bisnis yang dirintisnya memiliki daya tahan dan arah pengembangan yang jelas.
“Aku percaya setiap langkah yang pernah aku jalani punya alasan. Dari menjadi SPG, mengikuti berbagai event, membangun usaha, sampai sekarang menjalani kuliah, semuanya menjadi bagian dari proses untuk membentuk diriku,” ujar pemilik akun Instagram @adindazuu tersebut.
Inspirasi Sang Ibu dan Target Berdampak Bagi Sesama
Motivasi Adinda untuk tetap tekun merintis usaha tak lepas dari kenangan akan almarhumah ibundanya. Pesan sang ibu agar ia tumbuh menjadi pribadi mandiri menjadi bahan bakar utama bagi Adinda untuk menghadapi dinamika dunia usaha.
Dalam proses merintis ini, Adinda menaruh harapan besar agar usaha yang sedang ia bangun dapat menjadi wadah yang bermanfaat. Target utamanya ke depan adalah menciptakan lapangan kerja baru dan memberi kesempatan bagi orang lain untuk berkembang bersama.
Ia juga berpesan kepada sesama perempuan muda untuk tidak malu mengawali proses dari bawah dan selalu terbuka terhadap peluang baru.
“Aku tidak ingin hanya sukses untuk diriku sendiri. Aku ingin suatu hari nanti bisa membantu banyak orang tumbuh bersama dengan apa yang aku bangun,” pukasnya.








Komentar