Menaklukkan Soal Sulit, Cara Maggie The Belajar Melihat Matematika

d651f3b01ac39c943b51efac861faeab

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi pribadi : Maggie The Siswa berprestasi Tingkat Internasional asal Surabaya

Dokumentasi pribadi : Maggie The Siswa berprestasi Tingkat Internasional asal Surabaya

SURABAYA — Sebuah susunan dadu dapat terlihat sederhana. Beberapa dadu ditumpuk, sebagian sisinya terlihat, sementara sisi lainnya tersembunyi. Namun, ketika susunan itu menjadi bagian dari sebuah soal matematika, jawabannya tidak selalu mudah ditemukan.

Maggie The pernah berhadapan dengan persoalan seperti itu dalam kompetisi matematika. Ia harus membayangkan posisi setiap dadu, memperhatikan sisi yang terlihat, kemudian menggunakan informasi yang tersedia untuk mengetahui bagian yang tidak tampak.

“Misalnya ada soal dadu yang ditumpuk-tumpuk dan sebagian angkanya tidak diketahui. Kita harus membayangkan susunannya dan mencari tahu total bagian dasarnya,” ujar Maggie.

Persoalan tersebut menjadi salah satu contoh bahwa matematika yang ditemuinya dalam kompetisi bukan hanya tentang menghitung angka. Ada soal yang membutuhkan logika, pengenalan pola, penalaran, bahkan kemampuan membayangkan sebuah objek yang tidak seluruhnya dapat dilihat.

“Lombanya banyak tantangannya karena tipe soalnya berbeda-beda. Tidak hanya soal hitungan tertulis, tetapi juga banyak soal logika. Ada juga soal yang harus kita bayangkan,” katanya.

Maggie merupakan siswi Sampoerna Academy Surabaya–Pakuwon Indah yang sejak usia dini mengikuti berbagai kompetisi matematika. Sejumlah medali berhasil diraihnya dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional, di antaranya Southeast Asian Mathematical Olympiad (SEAMO), Singapore International Math Olympiad Challenge (SIMOC), World Mathematics Invitational (WMI), serta berbagai kompetisi lainnya.

Deretan penghargaan itu menjadi bagian yang mudah dilihat dari perjalanan seorang anak berprestasi. Namun, ada proses panjang yang berlangsung sebelum sebuah medali sampai ke tangannya.

Ada waktu yang digunakan untuk berlatih. Ada soal yang harus dikerjakan berulang kali. Ada jawaban yang ternyata salah. Ada pula persoalan yang tidak segera menemukan jalan keluar.

Dalam situasi seperti itu, Maggie belajar bahwa matematika tidak selalu memiliki jalan penyelesaian yang lurus.

Baca Juga :  Diduga Terseret Aliran Dana Bedah Rumah Rp26 Miliar, Aktivis Desak Kejaksaan Periksa Abrari Abe
Picture3srtyyyyyyy
Dokumentasi pribadi: Maggie The bersama guru

Sebuah soal dapat mengharuskannya mencoba lebih dari satu cara. Ketika cara pertama tidak berhasil, ia perlu kembali membaca persoalan, mencari informasi yang terlewat, melihat pola, kemudian mencoba pendekatan lain.

Proses tersebut secara perlahan mengubah cara Maggie memandang matematika. Jawaban yang benar memang penting, tetapi proses untuk menemukan jawaban tersebut tidak kalah penting.

Matematika menjadi ruang untuk belajar berpikir.

Pengalaman itu pula yang membuat kompetisi tidak semata-mata menjadi tempat untuk mengejar medali. Setiap kompetisi memberikan kesempatan bagi Maggie untuk bertemu dengan persoalan baru dan menguji sejauh mana ia dapat menggunakan pengetahuan yang dimilikinya.

Alfredo Francisco Bretana, Grade 2 Homeroom Teacher Sampoerna Academy Surabaya, melihat proses tersebut sebagai bagian penting dari perkembangan Maggie.

“I am incredibly proud of Maggie for her outstanding achievements on the international stage,” ujar Alfredo.

Menurut Alfredo, pencapaian Maggie memperlihatkan karakter seorang pembelajar yang memiliki rasa ingin tahu sekaligus ketekunan ketika menghadapi tantangan. Bagi seorang anak, kedua hal tersebut dapat menjadi modal penting untuk terus berkembang.

Rasa ingin tahu membuat seorang siswa tidak berhenti pada jawaban. Ia terdorong untuk memahami alasan di balik jawaban tersebut. Sementara ketekunan membuatnya tetap mencoba ketika persoalan tidak dapat diselesaikan dalam satu kali percobaan.

“Through STEAM education, we nurture her potential, encourage her to embrace challenges, and empower her to become a confident learner,” kata Alfredo.

Pendekatan STEAM yang menghubungkan science, technology, engineering, arts, dan mathematics memberikan ruang bagi siswa untuk melihat persoalan dari berbagai sisi. Pembelajaran tidak hanya menempatkan siswa sebagai penerima informasi, tetapi juga mendorong mereka untuk mengeksplorasi, mencoba, dan menemukan solusi.

Bagi Maggie, pengalaman mengikuti kompetisi menjadi salah satu cara untuk menjalani proses tersebut.

Baca Juga :  Tuntut Pengusutan Korupsi Hibah PJUTS Lamongan, Massa KCB Demo di Kejagung

Medali yang dikumpulkannya bukanlah titik akhir. Penghargaan itu lebih tepat dilihat sebagai penanda dari perjalanan yang masih berlangsung.

Sebab semakin banyak kompetisi yang diikuti, semakin banyak pula jenis persoalan yang harus dihadapi. Tidak semuanya dapat diselesaikan dengan cepat. Tidak semuanya menghasilkan kemenangan.

Namun, setiap pengalaman meninggalkan sesuatu.

Ketika sebuah jawaban salah, Maggie belajar memeriksanya kembali. Ketika sebuah strategi tidak berhasil, ia belajar mencari strategi lain. Ketika sebuah soal terlihat terlalu sulit, ia belajar untuk tidak langsung menganggap dirinya tidak mampu.

Di situlah pengalaman matematika bertemu dengan kehidupan sehari-hari.

Kemampuan untuk menghadapi persoalan, mencoba kembali setelah gagal, dan mencari alternatif ketika sebuah cara tidak berhasil bukan hanya berguna ketika mengerjakan soal.

Kemampuan tersebut juga menjadi bagian dari proses seorang anak untuk tumbuh.

Kini Maggie masih berada di Grade 3. Perjalanan akademiknya masih panjang. Soal-soal yang akan ditemuinya kemungkinan akan semakin kompleks dan menuntut kemampuan berpikir yang lebih tinggi.

Namun, pengalaman sejak dini telah memberinya bekal untuk menghadapi tantangan tersebut.

Alfredo menilai keberhasilan Maggie tidak semestinya hanya diukur dari jumlah medali yang diperoleh.

“Her success reminds us that Indonesia’s future is bright,” ujarnya.

Kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa prestasi anak bukan hanya tentang hasil yang terlihat, tetapi juga tentang karakter yang tumbuh selama proses mencapainya.

Pada akhirnya, sebuah soal matematika mungkin hanya memiliki satu jawaban yang benar. Tetapi perjalanan untuk menemukan jawaban itu dapat memiliki banyak jalan.

Maggie sedang belajar menemukan jalan tersebut.

Ia belajar bahwa ketika sebuah persoalan terasa sulit, masih ada kemungkinan untuk memahami lebih jauh. Ketika jawaban belum ditemukan, masih ada kesempatan untuk mencoba kembali.

Baca Juga :  PCNU Tangsel Siapkan Organisasi Modern hingga Penguatan Ekonomi Jamaah

Dan mungkin, dari situlah matematika memberikan pelajaran yang lebih besar daripada sekadar kemampuan menghitung: bahwa menghadapi sesuatu yang sulit dengan rasa ingin tahu dan ketekunan adalah bagian dari cara seseorang belajar untuk tumbuh.

Berita Terkait

522 Pelajar DIY dan Jateng Ramaikan Kontes Roket Air di Jogja
Satu Kilometer Demi Setetes Air, TNI Hadir Bantu Warga Purwakarta
IKA SMANDA Gebrak Purwakarta! 44 Angkatan Bersatu Bakal Gelar Fun Run dan Festival untuk Warga, Catat Waktunya
Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Kelompok 14 Ajarkan Siswa SDN Rungkut Menanggal 1 Kelola Keuangan Sejak Dini 
BRI Dorong Pertumbuhan UMKM Probolinggo melalui Penyaluran KUR
Jangan Mudah Tergiur Imbal Hasil Tinggi, BRI BO PROBOLINGGO Ingatkan Risiko Modus Penipuan Investasi
BRI Peduli Dukung Perbaikan Infrastruktur Jalan, Berikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat Desa Maron Kulon Kec. Maron Kab. Probolinggo
BRI dan BRINS Serahkan Santunan Klaim Asuransi Kebakaran Mikro kepada Nasabah Terdampak di Desa Sade

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 16:42 WIB

522 Pelajar DIY dan Jateng Ramaikan Kontes Roket Air di Jogja

Rabu, 2 September 2026 - 19:45 WIB

Menaklukkan Soal Sulit, Cara Maggie The Belajar Melihat Matematika

Rabu, 2 September 2026 - 15:09 WIB

Satu Kilometer Demi Setetes Air, TNI Hadir Bantu Warga Purwakarta

Rabu, 2 September 2026 - 08:17 WIB

IKA SMANDA Gebrak Purwakarta! 44 Angkatan Bersatu Bakal Gelar Fun Run dan Festival untuk Warga, Catat Waktunya

Selasa, 1 September 2026 - 14:36 WIB

Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Kelompok 14 Ajarkan Siswa SDN Rungkut Menanggal 1 Kelola Keuangan Sejak Dini 

Berita Terbaru