SURABAYA — Sebuah susunan dadu dapat terlihat sederhana. Beberapa dadu ditumpuk, sebagian sisinya terlihat, sementara sisi lainnya tersembunyi. Namun, ketika susunan itu menjadi bagian dari sebuah soal matematika, jawabannya tidak selalu mudah ditemukan.
Maggie The pernah berhadapan dengan persoalan seperti itu dalam kompetisi matematika. Ia harus membayangkan posisi setiap dadu, memperhatikan sisi yang terlihat, kemudian menggunakan informasi yang tersedia untuk mengetahui bagian yang tidak tampak.
“Misalnya ada soal dadu yang ditumpuk-tumpuk dan sebagian angkanya tidak diketahui. Kita harus membayangkan susunannya dan mencari tahu total bagian dasarnya,” ujar Maggie.
Persoalan tersebut menjadi salah satu contoh bahwa matematika yang ditemuinya dalam kompetisi bukan hanya tentang menghitung angka. Ada soal yang membutuhkan logika, pengenalan pola, penalaran, bahkan kemampuan membayangkan sebuah objek yang tidak seluruhnya dapat dilihat.
“Lombanya banyak tantangannya karena tipe soalnya berbeda-beda. Tidak hanya soal hitungan tertulis, tetapi juga banyak soal logika. Ada juga soal yang harus kita bayangkan,” katanya.
Maggie merupakan siswi Sampoerna Academy Surabaya–Pakuwon Indah yang sejak usia dini mengikuti berbagai kompetisi matematika. Sejumlah medali berhasil diraihnya dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional, di antaranya Southeast Asian Mathematical Olympiad (SEAMO), Singapore International Math Olympiad Challenge (SIMOC), World Mathematics Invitational (WMI), serta berbagai kompetisi lainnya.
Deretan penghargaan itu menjadi bagian yang mudah dilihat dari perjalanan seorang anak berprestasi. Namun, ada proses panjang yang berlangsung sebelum sebuah medali sampai ke tangannya.
Ada waktu yang digunakan untuk berlatih. Ada soal yang harus dikerjakan berulang kali. Ada jawaban yang ternyata salah. Ada pula persoalan yang tidak segera menemukan jalan keluar.
Dalam situasi seperti itu, Maggie belajar bahwa matematika tidak selalu memiliki jalan penyelesaian yang lurus.

Sebuah soal dapat mengharuskannya mencoba lebih dari satu cara. Ketika cara pertama tidak berhasil, ia perlu kembali membaca persoalan, mencari informasi yang terlewat, melihat pola, kemudian mencoba pendekatan lain.
Proses tersebut secara perlahan mengubah cara Maggie memandang matematika. Jawaban yang benar memang penting, tetapi proses untuk menemukan jawaban tersebut tidak kalah penting.
Matematika menjadi ruang untuk belajar berpikir.
Pengalaman itu pula yang membuat kompetisi tidak semata-mata menjadi tempat untuk mengejar medali. Setiap kompetisi memberikan kesempatan bagi Maggie untuk bertemu dengan persoalan baru dan menguji sejauh mana ia dapat menggunakan pengetahuan yang dimilikinya.
Alfredo Francisco Bretana, Grade 2 Homeroom Teacher Sampoerna Academy Surabaya, melihat proses tersebut sebagai bagian penting dari perkembangan Maggie.
“I am incredibly proud of Maggie for her outstanding achievements on the international stage,” ujar Alfredo.
Menurut Alfredo, pencapaian Maggie memperlihatkan karakter seorang pembelajar yang memiliki rasa ingin tahu sekaligus ketekunan ketika menghadapi tantangan. Bagi seorang anak, kedua hal tersebut dapat menjadi modal penting untuk terus berkembang.
Rasa ingin tahu membuat seorang siswa tidak berhenti pada jawaban. Ia terdorong untuk memahami alasan di balik jawaban tersebut. Sementara ketekunan membuatnya tetap mencoba ketika persoalan tidak dapat diselesaikan dalam satu kali percobaan.
“Through STEAM education, we nurture her potential, encourage her to embrace challenges, and empower her to become a confident learner,” kata Alfredo.
Pendekatan STEAM yang menghubungkan science, technology, engineering, arts, dan mathematics memberikan ruang bagi siswa untuk melihat persoalan dari berbagai sisi. Pembelajaran tidak hanya menempatkan siswa sebagai penerima informasi, tetapi juga mendorong mereka untuk mengeksplorasi, mencoba, dan menemukan solusi.
Bagi Maggie, pengalaman mengikuti kompetisi menjadi salah satu cara untuk menjalani proses tersebut.
Medali yang dikumpulkannya bukanlah titik akhir. Penghargaan itu lebih tepat dilihat sebagai penanda dari perjalanan yang masih berlangsung.
Sebab semakin banyak kompetisi yang diikuti, semakin banyak pula jenis persoalan yang harus dihadapi. Tidak semuanya dapat diselesaikan dengan cepat. Tidak semuanya menghasilkan kemenangan.
Namun, setiap pengalaman meninggalkan sesuatu.
Ketika sebuah jawaban salah, Maggie belajar memeriksanya kembali. Ketika sebuah strategi tidak berhasil, ia belajar mencari strategi lain. Ketika sebuah soal terlihat terlalu sulit, ia belajar untuk tidak langsung menganggap dirinya tidak mampu.
Di situlah pengalaman matematika bertemu dengan kehidupan sehari-hari.
Kemampuan untuk menghadapi persoalan, mencoba kembali setelah gagal, dan mencari alternatif ketika sebuah cara tidak berhasil bukan hanya berguna ketika mengerjakan soal.
Kemampuan tersebut juga menjadi bagian dari proses seorang anak untuk tumbuh.
Kini Maggie masih berada di Grade 3. Perjalanan akademiknya masih panjang. Soal-soal yang akan ditemuinya kemungkinan akan semakin kompleks dan menuntut kemampuan berpikir yang lebih tinggi.
Namun, pengalaman sejak dini telah memberinya bekal untuk menghadapi tantangan tersebut.
Alfredo menilai keberhasilan Maggie tidak semestinya hanya diukur dari jumlah medali yang diperoleh.
“Her success reminds us that Indonesia’s future is bright,” ujarnya.
Kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa prestasi anak bukan hanya tentang hasil yang terlihat, tetapi juga tentang karakter yang tumbuh selama proses mencapainya.
Pada akhirnya, sebuah soal matematika mungkin hanya memiliki satu jawaban yang benar. Tetapi perjalanan untuk menemukan jawaban itu dapat memiliki banyak jalan.
Maggie sedang belajar menemukan jalan tersebut.
Ia belajar bahwa ketika sebuah persoalan terasa sulit, masih ada kemungkinan untuk memahami lebih jauh. Ketika jawaban belum ditemukan, masih ada kesempatan untuk mencoba kembali.
Dan mungkin, dari situlah matematika memberikan pelajaran yang lebih besar daripada sekadar kemampuan menghitung: bahwa menghadapi sesuatu yang sulit dengan rasa ingin tahu dan ketekunan adalah bagian dari cara seseorang belajar untuk tumbuh.








Komentar