Diduga Digunakan untuk Modal BUMD, GSCI Desak Kejagung Usut Dana PEN DKI Rp5,8 Triliun

5cc3f6674ad8de65983a714f805c70fc

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 21:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (Gambar: Istimewa)

Gedung PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (Gambar: Istimewa)

Koran Satu, Jakarta – Gerakan Santri Cinta Negeri (GSCI) mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk segera mengusut tuntas dugaan penyimpangan penyaluran dana Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pinjaman senilai Rp5,8 triliun dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) tersebut dinilai menyalahi peruntukan dan berpotensi merugikan keuangan negara.

Ketua GSCI, Ahmadil Omri, mengungkapkan bahwa dari total pinjaman Rp5,8 triliun yang seharusnya difokuskan mutlak untuk penanganan pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi rakyat, sebesar Rp5 triliun di antaranya justru dialokasikan sebagai penyertaan modal kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro)—BUMD yang berorientasi pada keuntungan.

“Logikanya sangat keliru. Ini ibarat orang mengajukan bantuan biaya berobat darurat, tetapi uangnya justru dipakai membeli saham warung kopi dengan alasan demi kemajuan bersama,” ujar Ahmadil Omri kepada jurnalis di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

GSCI menilai kebijakan pengalihan anggaran ini secara nyata telah menabrak regulasi, khususnya PMK Nomor 43/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Pinjaman PEN untuk Pemerintah Daerah.

Aturan tersebut menegaskan bahwa pinjaman PEN diberikan khusus untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak krisis kesehatan dan ekonomi, bukan untuk menyuntik modal korporasi komersial.

Selain itu, langkah tersebut dinilai berkontradiksi dengan dokumen permohonan awal pinjaman yang diajukan Pemprov DKI Jakarta, yang menyebutkan dana dialokasikan untuk peningkatan infrastruktur publik, kebudayaan, serta olahraga.

Ahmadil menyesalkan pengalihan dana darurat triliunan rupiah di tengah masa krisis.

Saat masyarakat berjuang bertahan hidup, fasilitas kesehatan kekurangan pasokan, dan para pelaku UMKM gulung tikar, anggaran yang bersumber dari utang negara justru mengalir mulus untuk memperbesar aset entitas bisnis BUMD.

“Sangat tidak adil ketika rakyat berjuang di masa krisis, uang pemulihan bencana senilai Rp5 triliun malah berubah menjadi saham di perusahaan daerah. Pinjaman negara untuk keselamatan rakyat tidak boleh diputarbalikkan menjadi modal usaha korporasi,” tegasnya.

Baca Juga :  Lambat Usut Dugaan Korupsi Dana Pokir DPRD, Polres Sumenep Memilih Bungkam

Oleh sebab itu, GSCI meminta Kejaksaan Agung bergerak cepat memanggil pihak-pihak terkait dan memeriksa seluruh proses pencairan hingga alokasi dana PEN Pemprov DKI Jakarta demi menjamin kepastian hukum serta mengusut potensi kerugian negara.

Berita Terkait

Kawal Kesejahteraan Rakyat, Move For Indonesia Gelar Dialog Publik
PKC PMII DKI Desak Polisi Usut Dugaan Pengeroyokan Kader PMII
Operasi Gabungan Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania
Hasanuddin Wahid Dorong Kaderisasi NU Tak Berhenti di Jabatan Struktural
Kemenag Susun Pedoman Safeguarding untuk Perkuat Perlindungan Santri
Gold Generation Institute Desak Promosi Miras Newport Diusut Terkait Dugaan Penistaan Agama
Aktivis Muda NU Dukung Gagasan Gus Yusuf Perkuat Tata Kelola dan Pendampingan Pesantren
Ketua DPC Parindra: Perbedaan Dukungan Piala Dunia dan Politik Jangan Sampai Memecah Persaudaraan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:36 WIB

Diduga Digunakan untuk Modal BUMD, GSCI Desak Kejagung Usut Dana PEN DKI Rp5,8 Triliun

Minggu, 13 September 2026 - 13:29 WIB

Kawal Kesejahteraan Rakyat, Move For Indonesia Gelar Dialog Publik

Rabu, 2 September 2026 - 00:24 WIB

PKC PMII DKI Desak Polisi Usut Dugaan Pengeroyokan Kader PMII

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:42 WIB

Operasi Gabungan Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Hasanuddin Wahid Dorong Kaderisasi NU Tak Berhenti di Jabatan Struktural

Berita Terbaru

Mahasiswa KKN UINSU Desa Sempajaya Dusun III bersama pelaku UMKM dalam pelaksanaan program digitalisasi UMKM melalui pembuatan Google Maps dan QR Code pembayaran, Kamis (20/8/2026).

Pendidikan

Langkah Kecil Menuju Digital, KKN UINSU Dampingi UMKM Sempajaya

Senin, 28 Sep 2026 - 16:55 WIB