Jangan Abaikan Mata Minus dan Silinder, Ini Pentingnya Pemeriksaan Mata Berkala

- Jurnalis

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bakti Sosial Pemeriksaan Mata oleh JEC (Foto: Dok. JEC)

Bakti Sosial Pemeriksaan Mata oleh JEC (Foto: Dok. JEC)

Koransatu, Jakarta – Gangguan penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat, dan mata silinder dapat dialami anak-anak hingga orang dewasa. Jika tidak dikenali sejak dini, kondisi tersebut bisa mengganggu aktivitas belajar, pekerjaan, hingga kualitas hidup sehari-hari.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat, dari sekitar 55 juta penduduk berusia di atas tujuh tahun yang mengikuti skrining kesehatan mata pada 2025, sekitar 17 persen mengalami gangguan penglihatan. Maka dari itu, pemeriksaan mata secara berkala penting dilakukan, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di depan layar digital.

Selain pemeriksaan rutin, menjaga jarak pandang, mengistirahatkan mata, dan membatasi penggunaan gawai juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan penglihatan.

Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, JEC Eye Hospitals and Clinics berkolaborasi dengan Parent Teacher Association (PTA) Secondary Syafana Islamic School menggelar bakti sosial pemeriksaan mata gratis bertema “Melihat Lebih Jelas, Berbagi Lebih Luas” pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Syafana Islamic School Secondary Campus, Lengkong Kulon, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Kegiatan yang diinisiasi Seksi Sosial PTA Secondary Syafana Islamic School ini menargetkan 250–300 peserta, mulai dari tenaga pendidik dan staf sekolah, masyarakat sekitar terutama kelompok dhuafa, hingga anak didik Atta’awun Educare Kampus Lengkong.

Kegiatan ini melanjutkan semangat World Sight Day 2026 yang diperingati pada 8 Oktober melalui kampanye global “Love Your Eyes”. Peserta mendapatkan skrining mata melalui EyeCheck, kacamata gratis bagi yang membutuhkan, serta edukasi mengenai penggunaan gawai secara bijak, istirahat mata, dan pentingnya mengenali perubahan penglihatan.

Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, menekankan pentingnya deteksi dini gangguan penglihatan.

Baca Juga :  Jangan Anggap Sepele, Ini Gejala Katarak yang Perlu Diperhatikan

“Kelainan refraksi, seperti mata minus, plus, dan silinder, dapat dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini kerap tidak disadari sejak awal, padahal dapat memengaruhi kenyamanan belajar, produktivitas, hingga kualitas hidup sehari-hari,” pungkas Prof. Tjahjono.

“Karena itu, pemeriksaan mata secara berkala penting untuk mengenali gangguan penglihatan sedini mungkin agar dapat ditangani secara tepat. Pemeriksaan dapat diulang setiap enam bulan hingga satu tahun, sesuai kondisi mata dan anjuran dokter,” lanjutnya.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya JEC memperluas akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat.

“Sebagai trusted eye care leader yang telah melayani masyarakat Indonesia selama lebih dari empat dekade, JEC Eye Hospitals and Clinics berkomitmen memperluas jangkauan layanan kesehatan mata yang berkualitas,” tutur Prof. Tjahjono.

“Sejalan dengan komitmen tersebut, kami menyambut baik kolaborasi dengan Syafana Islamic School yang mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan penglihatan sekaligus berbagi akses pemeriksaan mata bagi mereka yang membutuhkan. Kami berharap kesempatan ini menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan menjaga kesehatan mata secara berkelanjutan, serta mendorong peserta meneruskan kepedulian tersebut kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” lanjutnya.

Ketua PTA Secondary Syafana Islamic School, Sundus Wahidah mengatakan kegiatan ini juga menjadi sarana menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan sekolah.

“Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kami ingin mengajak seluruh komunitas sekolah untuk berkontribusi sesuai perannya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sundus.

“Melalui pemeriksaan dan pemberian kacamata ini, kami berharap warga sekolah maupun masyarakat sekitar dapat lebih nyaman menjalani aktivitas sehari-hari. Kebersamaan dalam kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga untuk belajar berbagi dan memahami kebutuhan orang lain,” tambahnya.

Baca Juga :  Tolak Pasien Lansia Berdarah dengan Alasan Kamar Penuh, GSCI Desak Dinkes dan APH Sanksi Tegas RS Annisa Cikarang

Dalam kegiatan ini, JEC juga melibatkan M-Optik JEC, layanan optik dalam jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics yang menyediakan bingkai dan lensa kacamata bagi peserta sesuai hasil pemeriksaan.

Kepala Divisi Marketing dan Komunikasi JEC Eye Hospitals and Clinics, Mubadiyah menjelaskan pemberian kacamata melengkapi layanan pemeriksaan mata gratis tersebut.

“Melalui M-Optik JEC, kami melengkapi pemeriksaan mata dalam kegiatan ini dengan pemberian kacamata bagi peserta yang membutuhkan berdasarkan hasil pemeriksaan. Bagi JEC Eye Hospitals and Clinics, ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat untuk memiliki penglihatan yang baik dan memperoleh kacamata yang sesuai untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” imbuh Mubadiyah.

“Kolaborasi dengan Syafana Islamic School juga menunjukkan bagaimana keahlian dan layanan yang kami miliki dapat dipadukan dengan kepedulian komunitas sekolah. Kami berharap langkah bersama ini menginspirasi lebih banyak institusi pendidikan dan komunitas untuk membangun kolaborasi serupa, sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat terbantu.” lanjutnya.

JEC Eye Hospitals and Clinics terus mengembangkan layanan melalui dukungan dokter spesialis dan subspesialis mata, teknologi diagnostik dan bedah modern, serta inovasi seperti EyeCheck dan platform digital @Cloud. JEC juga tergabung dalam World Association of Eye Hospitals (WAOEH) dan menjadi salah satu pendiri ASEAN Association of Eye Hospitals (AAEOH).

Berita Terkait

Cegah Stunting Tak Cukup dengan Edukasi, IDSurvey Perkuat Akses Pangan Bergizi dan Pemeriksaan Kesehatan Anak
Pasien Puskesmas Ciwandan Tembus 200 Orang per Hari, Warga Anyer dan Mancak Ikut Berobat
Jangan Anggap Sepele, Ini Gejala Katarak yang Perlu Diperhatikan
Kecamatan Citangkil Darurat Narkoba, Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba
Tolak Pasien Lansia Berdarah dengan Alasan Kamar Penuh, GSCI Desak Dinkes dan APH Sanksi Tegas RS Annisa Cikarang
Edukasi Tren Perawatan Estetika Modern: dr. Ineke Sunarjo, M.Biomed Tekankan Pendekatan Medis dan Personal dalam Face & Body Contouring
Kebutuhan Darah di Purwakarta Capai 1.800 Kantong per Bulan, Stok Golongan A Mendesak Tinggal 30 Kantong
Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Jangan Abaikan Mata Minus dan Silinder, Ini Pentingnya Pemeriksaan Mata Berkala

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Cegah Stunting Tak Cukup dengan Edukasi, IDSurvey Perkuat Akses Pangan Bergizi dan Pemeriksaan Kesehatan Anak

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Pasien Puskesmas Ciwandan Tembus 200 Orang per Hari, Warga Anyer dan Mancak Ikut Berobat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Jangan Anggap Sepele, Ini Gejala Katarak yang Perlu Diperhatikan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Kecamatan Citangkil Darurat Narkoba, Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba

Berita Terbaru