Mitigasi Bencana dan Sanitasi Lingkungan: Tim Dosen UNIMA Berdayakan Kader Kesehatan di Puskesmas Lansot

5cc3f6674ad8de65983a714f805c70fc

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TOMOHON, KORANSATU.CO — Tim pengabdian kepada masyarakat dari Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM), Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat (FIKKM) Universitas Negeri Manado (UNIMA) melangsungkan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Aula Puskesmas Lansot, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, pada Senin (27/7/2026).

Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Kader Puskesmas Lansot dalam Mitigasi Bencana dan Peningkatan Sanitasi Lingkungan Berbasis Komunitas” ini ditujukan untuk menguatkan kapasitas tenaga kesehatan dan kader di tingkat lokal dalam menghadapi ancaman bencana alam serta meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan berbasis masyarakat.

Program pengabdian masyarakat ini didanai secara penuh melalui hibah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) UNIMA Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan kegiatan dipimpin langsung oleh ketua tim pengabdi, Dr. Ilham Salam, S.K.M., M.Kes., yang memiliki kepakaran di bidang Epidemiologi, bersama anggota tim Fuad Hilmi Sudasman, S.K.M., M.K.M., yang berkeahlian di bidang Kesehatan Lingkungan. Selain para dosen, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa IKM UNIMA sebagai fasilitator pendamping.

Kegiatan tersebut dihadiri secara langsung oleh Penanggung Jawab Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) Puskesmas Lansot, bidan desa, serta para kader kesehatan dan Posyandu di lingkungan kerja Puskesmas Lansot.

Tantangan Geografis dan Kerentanan Wilayah Rawan Bencana

Wilayah Kelurahan Lansot di Kota Tomohon berada pada kawasan perbukitan dengan ketinggian berkisar antara 750 hingga 800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Secara geografis, wilayah ini berada pada lintasan jalur gunung api aktif, seperti Gunung Lokon dan Gunung Mahawu. Berdasarkan pemantauan resmi PVMBG/MAGMA, Gunung Lokon berada pada status Level II (Waspada) yang memiliki ancaman bahaya erupsi maupun lahar saat terjadi hujan lebat.

Selain ancaman vulkanik, Kota Tomohon mencatatkan curah hujan yang sangat tinggi, dengan puncaknya mencapai 634,30 mm pada bulan Januari serta total hari hujan mencapai 314 hari dalam setahun. Kondisi curah hujan tinggi dan topografi berlereng ini meningkatkan risiko terjadinya banjir lokal serta tanah longsor.

Baca Juga :  Perluas Jejaring Dakwah Kampus, FSLDK Priangan Timur Resmikan 5 LDK Baru pada FSLDKD ke-VIII

Dengan luas wilayah administratif Kelurahan Lansot sebesar 3,55 km² dan jumlah penduduk mencapai 2.870 jiwa (kepadatan 808,45 jiwa/km²), risiko bencana alam berpotensi mengganggu aksesibilitas masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar. Kerentanan geografis ini dampaknya tidak hanya pada kebersihan sanitasi lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu stres dan kecemasan, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil.

Penguatan Kapasitas Lini Depan

Guna mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdi UNIMA memberikan pelatihan mitigasi bencana, edukasi sanitasi lingkungan. Ketua Tim Pengabdi UNIMA, Dr. Ilham Salam, S.K.M., M.Kes., menyampaikan bahwa penguatan kader Posyandu dan bidan desa adalah prioritas utama dalam menciptakan masyarakat yang tangguh bencana.

“Kader Posyandu dan bidan desa merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput. Melalui pelatihan ini, kami membekali mereka dengan keterampilan teknis untuk pemetaan risiko sanitasi, pencegahan penyakit pascabencana, serta penggunaan aplikasi digital agar pemantauan kesehatan ibu hamil tetap berjalan berkelanjutan, bahkan dalam kondisi darurat bencana,” terang Ilham.

Pesan dan Kesan Penerima Program serta Peserta

Kegiatan pemberdayaan ini mendapat tanggapan yang sangat positif serta apresiasi tinggi dari jajaran Puskesmas Lansot, bidan desa, maupun para kader kesehatan.

Penanggung Jawab UKM Puskesmas Lansot mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian tim akademisi UNIMA terhadap kondisi wilayah Lansot.

“Kami menyambut hangat dan menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada tim dosen dan mahasiswa IKM UNIMA atas pelaksanaan program ini di Puskesmas Lansot. Kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan lapangan kami yang berada di zona rawan bencana. Harapan kami, sinergi antara UNIMA dan Puskesmas Lansot dapat terus berlanjut demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan tanggap bencana,” ungkapnya.

Bidan Desa Lansot menggarisbawahi kemudahan yang diperoleh dari integrasi pelatihan dan pemanfaatan teknologi aplikasi.

Baca Juga :  KUR Bank BUMN Diduga Dimanipulasi, Negara Rugi Rp3,4 Miliar! 3 Orang Jadi Tersangka di Purwakarta

“Pelatihan ini memberikan wawasan yang sangat praktis bagi kami di desa. Kami tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan sanitasi lingkungan di zona berisiko, tetapi juga terbantu oleh Teknik cepat dan tepat dalam pemberdayaan Masyarakat yang peka terhadap bencana” tutur Bidan Desa.

Antusiasme tinggi juga diutarakan oleh perwakilan Kader Posyandu Lansot yang mengikuti sesi pelatihan.

“Sebagai kader, kami merasa sangat terbantu dan semakin percaya diri. Penjelasan dari bapak dosen dan mahasiswa sangat mudah dipahami. Sekarang kami lebih paham bagaimana cara mengedukasi warga tentang kebersihan sanitasi rumah tangga serta mendampingi ibu hamil menggunakan berbagai media,” ucap perwakilan kader.

Melalui pelaksanaan program ini, sinergi antara UNIMA dan Puskesmas Lansot diharapkan dapat membentuk kemandirian masyarakat Lansot dalam memelihara sanitasi lingkungan, meningkatkan kesiapsiagaan bencana, serta mewujudkan pemantauan kesehatan berbasis digital yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Pelepah Pisang Jadi Bahan Belajar Sains dan Teks Prosedur di SMPN 1 Sukatani Purwakarta, Terapkan TdBA dan Team Teaching
Berencana Itu Keren! DPPKB Purwakarta Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Lewat Program SILIKON Bangga Kencana
Diduga Intimidasi Security Bankaltimtara Pakai Ancaman SP, Aktivis Desak Penegak Hukum Sikat PT ESS
Buntut Proyek Jilbab PKK Rp525 Juta, Amara Sumut Desak APH Tangkap Istri Bupati Asri Ludin Tambunan!
Sosialisasi 4 Pilar di Jabung, Hasanuddin Wahid Ajak Masyarakat Perkuat Karakter Kebangsaan
Membawa Suasana Batak ke Yogyakarta dalam Pembukaan Pameran Tunggal “Diri dan Liyan”Dhewantara Manurung
Lahan LP2B Jadi Lokasi Wisata Watu Songo, Mengapa Aktivitasnya Masih Berjalan?
Pelantikan PC IMM Gresik 2026–2027 Diwarnai Peresmian Komisariat Baru dan Studium Generale Kebangsaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 20:33 WIB

Mitigasi Bencana dan Sanitasi Lingkungan: Tim Dosen UNIMA Berdayakan Kader Kesehatan di Puskesmas Lansot

Selasa, 22 September 2026 - 17:16 WIB

Pelepah Pisang Jadi Bahan Belajar Sains dan Teks Prosedur di SMPN 1 Sukatani Purwakarta, Terapkan TdBA dan Team Teaching

Senin, 21 September 2026 - 17:05 WIB

Berencana Itu Keren! DPPKB Purwakarta Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Lewat Program SILIKON Bangga Kencana

Sabtu, 19 September 2026 - 01:53 WIB

Diduga Intimidasi Security Bankaltimtara Pakai Ancaman SP, Aktivis Desak Penegak Hukum Sikat PT ESS

Jumat, 18 September 2026 - 18:20 WIB

Buntut Proyek Jilbab PKK Rp525 Juta, Amara Sumut Desak APH Tangkap Istri Bupati Asri Ludin Tambunan!

Berita Terbaru