Pelepah Pisang Jadi Bahan Belajar Sains dan Teks Prosedur di SMPN 1 Sukatani Purwakarta, Terapkan TdBA dan Team Teaching

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

38ba5e27-ca6e-4180-8171-33f0100eeab5

38ba5e27-ca6e-4180-8171-33f0100eeab5

Koran Satu, Purwakarta – Pelepah pisang yang biasanya hanya menjadi limbah dimanfaatkan siswa SMP Negeri 1 Sukatani, Kabupaten Purwakarta, sebagai bahan praktik pembelajaran. Dari bahan tersebut, siswa belajar sains sekaligus menerapkan materi teks prosedur melalui kegiatan yang menggabungkan pendekatan Tatanén di Bale Atikan (TdBA) dan Team Teaching.

Kegiatan melibatkan ratusan siswa dari kelas IX A, IX B, IX C, IX E dan VIII G. Mereka tidak hanya menerima materi di ruang kelas, tetapi turun langsung ke lingkungan sekitar untuk mengambil dan mengolah pelepah pisang menjadi ekstrak.

Siswa bekerja dalam kelompok dengan membagi tugas mulai dari memilih pelepah, mengambil bagian yang masih muda, memotong, mencacah hingga menghaluskannya menggunakan blender. Total bahan pelepah pisang yang diolah dalam praktik tersebut mencapai sekitar 15 kilogram.

Kepala SMPN 1 Sukatani, H. Patoni, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar siswa mengalami langsung proses pembelajaran, bukan hanya memahami materi melalui teori.

“Yang paling utama, pembelajaran ini merupakan implementasi dari kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning. Jadi, anak-anak tidak hanya mendapatkan materi, tetapi mengalami langsung proses pembelajarannya sehingga apa yang dipelajari menjadi lebih bermakna,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, pelepah pisang digunakan sebagai objek praktik materi teks prosedur. Siswa belajar memahami urutan langkah kerja sekaligus menerapkannya secara langsung ketika mengolah bahan.

Mereka harus mengikuti tahapan secara runtut, mulai dari menyiapkan bahan, menentukan bagian pelepah yang digunakan, melakukan pemotongan hingga proses penghalusan. Aktivitas tersebut kemudian menjadi pengalaman nyata untuk memahami bagaimana sebuah prosedur disusun dan dijalankan.

Sementara dalam pelajaran IPA, siswa mempelajari bahan organik dan konsep penguraian atau dekomposisi. Pemanfaatan pelepah pisang juga menjadi contoh bagaimana lingkungan sekitar dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran sains.

Baca Juga :  Kecam Keras Dampak Mematikan Sound Horeg, Para Ulama dan Tokoh Jember Tuntut Bupati Terbitkan Larangan Total

Pengolahan dilakukan tanpa mesin pencacah. Pelepah yang berasal dari dua pohon pisang dengan buah yang telah matang terlebih dahulu dipilah. Bagian dalam yang masih muda dipilih karena lebih mudah diproses, kemudian dipotong kecil-kecil sebelum dihaluskan menggunakan blender hingga menghasilkan ekstrak.

Kegiatan tersebut menerapkan Team Teaching, yakni beberapa guru dari mata pelajaran berbeda terlibat dalam satu proses pembelajaran. Sedikitnya empat guru Bahasa Indonesia, dua guru IPA, satu guru IPS dan satu guru TIK ikut mendampingi kegiatan.

Pembelajaran Bahasa Indonesia dikoordinasikan Yayah Ratna Sari Dewi bersama guru Bahasa Indonesia lainnya. Sementara pembelajaran IPA dikoordinasikan H. Rohibin.

H. Patoni mengatakan keterlibatan guru lintas mata pelajaran membuat satu kegiatan dapat dipelajari dari berbagai sudut pandang. Siswa tidak hanya melihat pelepah pisang sebagai bahan praktik, tetapi juga belajar bahasa, sains, teknologi, kerja sama dan keterampilan dalam satu rangkaian kegiatan.

Pendekatan tersebut juga dikaitkan dengan Tatanén di Bale Atikan (TdBA) yang mendorong pemanfaatan lingkungan dan kearifan lokal sebagai bagian dari proses pendidikan.

“Ini juga merupakan implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 9 Tahun 2021 yang menyuratkan pendidikan berkearifan lokal. Karena itu, kami mencoba mengambil sesuatu yang ada di lingkungan sekitar dan menjadikannya sebagai bagian dari proses pembelajaran,” katanya.

Menurut Patoni, pembelajaran berbasis lingkungan memberi kesempatan kepada siswa untuk melihat bahwa benda-benda yang ada di sekitar mereka dapat memiliki nilai edukatif. Dengan begitu, materi yang dipelajari di sekolah tidak berhenti pada hafalan.

“Harapannya, anak-anak tidak hanya memahami teori. Mereka juga belajar bekerja sama, mengikuti prosedur, berpikir secara ilmiah dan memahami bahwa apa yang ada di lingkungan sekitar dapat menjadi sumber belajar,” tuturnya.

Baca Juga :  Bocoran Chat WhatsApp Ungkap Sisi Gelap MTsN 4 Malang: Guru Agresif Tagih Pungli ke Rekening Pribadi!

Berita Terkait

SMPN 1 Sukatani Kembangkan Tiga Sistem Digital, Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan
Bau Busuk di Saluran Warga, SPPG Karawang Wetan Milik Al- Jabbar Diduga Jadikan Got Pembuangan Limbah Cair, Ngaku Setoran 2juta Perbulan
Kecam Keras Dampak Mematikan Sound Horeg, Para Ulama dan Tokoh Jember Tuntut Bupati Terbitkan Larangan Total
Ulama Pasuruan Ancam Cabut Dukungan Politik Jika Bupati Rusdi Tolak Tertibkan Sound Horeg
Sambut HUT ke-15, NasDem Purwakarta Gelar Sunatan Massal bagi 164 Anak
APMP Jatim Desak Polda Jatim Usut Dugaan Perdagangan dan Peleburan Emas Ilegal di Madura
Semarak HUT ke-15, NasDem Purwakarta Gelar Nikah Massal Gratis, Bantu Pasangan Wujudkan Pernikahan
4.700 Anak Cilegon Belum Tersentuh PAUD, Bunda PAUD Dikerahkan hingga Kelurahan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Bau Busuk di Saluran Warga, SPPG Karawang Wetan Milik Al- Jabbar Diduga Jadikan Got Pembuangan Limbah Cair, Ngaku Setoran 2juta Perbulan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Kecam Keras Dampak Mematikan Sound Horeg, Para Ulama dan Tokoh Jember Tuntut Bupati Terbitkan Larangan Total

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Ulama Pasuruan Ancam Cabut Dukungan Politik Jika Bupati Rusdi Tolak Tertibkan Sound Horeg

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Sambut HUT ke-15, NasDem Purwakarta Gelar Sunatan Massal bagi 164 Anak

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:50 WIB

APMP Jatim Desak Polda Jatim Usut Dugaan Perdagangan dan Peleburan Emas Ilegal di Madura

Berita Terbaru