Tim Peneliti UIN Malang Kaji Pengelolaan Lahan Pesantren Darussalam

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim peneliti MoRA The Air Funds berfoto di depan gerbang Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Kalimantan Selatan. (Foto: Ist)

Tim peneliti MoRA The Air Funds berfoto di depan gerbang Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Kalimantan Selatan. (Foto: Ist)

Koran Satu, Martapura — Tim peneliti MoRA The Air Funds Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang meneliti praktik pengelolaan lahan di Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Kalimantan Selatan. Penelitian ini diarahkan untuk menyusun model tata kelola lahan berbasis sistem informasi spasial yang sesuai dengan karakter lembaga pendidikan Islam di berbagai daerah.

Riset yang berlangsung pada 30 Juli 2026 itu dipimpin Dr. Devi Pramitha, M.Pd.I., bersama Faridatun Nikmah, M.Pd., dan Shobihatul Fitroh Noviyanti, M.Pd. Melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam, tim menghimpun data mengenai pemanfaatan lahan pesantren dalam mendukung aktivitas pendidikan, kehidupan santri, hingga keberlanjutan lingkungan.

Kedatangan tim disambut Ketua Pondok Pesantren Darussalam Martapura, KH. Hasanuddin Badruddin, bersama para guru. Diskusi berlangsung untuk memetakan pengalaman pesantren dalam mengelola aset lahan di tengah karakter geografis Kalimantan Selatan yang didominasi kawasan perairan dan sungai.

Karakteristik tersebut dinilai berpengaruh terhadap berbagai keputusan pembangunan di lingkungan pesantren, mulai dari penataan fasilitas hingga pengelolaan limbah.

“Salah satu pengelolaan lahan yang kami lakukan Adalah terkait lahan pembuangan limbah/ kotoran, dulu pembuangan limbah itu langsung ke Sungai belakang pondok ini, namun karena sempat terjadi erosi akhirnya kami membuat pagar pembatas antara pondok dan Sungai. Itu juga karena ketua pondok sebelumnya menjabat sebagai Bupati sehingga memberikan perhatian khusus kepada pondok untuk membangun kamar mandi yang layak digunakan untuk santri-santri,” tutur KH. Muhammad Naufal.

koransatu.co
Tim peneliti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Ketua dan Wakil Ketua Pondok Pesantren Darussalam Martapura. (Foto: Ist).

Menurut tim peneliti, praktik yang diterapkan Pondok Pesantren Darussalam Martapura memberikan gambaran mengenai kemampuan pesantren beradaptasi dengan kondisi ekologis setempat. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan model pengelolaan lahan yang berbasis data spasial sekaligus responsif terhadap karakter wilayah.

Baca Juga :  UPN Veteran Jatim Dorong Transformasi Digital Administrasi Desa Kebonsari melalui Pemanfaatan Google Workspace, OCR, dan Tanda Tangan Elektronik (TTE)

Penelitian ini juga menempatkan nilai-nilai Islam sebagai pijakan utama dalam pengelolaan lingkungan. Konsep amanah, khalifah, kemaslahatan, keseimbangan (mizan), serta larangan melakukan kerusakan (fasad fil ardh) menjadi kerangka konseptual untuk melihat relasi antara manusia, lahan, dan keberlanjutan lingkungan.

Dr. Devi Pramitha menjelaskan, Pondok Pesantren Darussalam dipilih karena memiliki karakter yang berbeda dibandingkan pesantren pada umumnya.

“Kami sengaja memilih Pondok Pesantren Darussalam Martapura menjadi salah satu objek penelitian kami karena di pondok ini semua santrinya kalong, artinya tidak ada yang menginap di pondok. Mereka bebas memilih tinggal di rumah-rumah warga sekitar atau dari rumah masing-masing. Sistem ini juga tentunya berdampak terhadap peningkatan ekonomi dan sosial warga Masyarakat sekitar,” jelas Dr. Devi Pramitha selaku ketua Tim Riset.

Tim berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi dasar pengembangan tata kelola lahan yang lebih kontekstual bagi lembaga pendidikan Islam. Selain mengintegrasikan teknologi informasi spasial, riset ini juga diharapkan memperkuat pemanfaatan kearifan lokal dan prinsip keberlanjutan lingkungan dalam pengelolaan pesantren.

Berita Terkait

Dewan Pembina UKMKI ABM Gelar DIKRUS 2026, Asah Nilai Ke-Islam-an dan Penguatan Kepemimpinan Organisasi
Buntut OTT Rektor Unsoed, Mahasiswa Desak KPK Tindak Tegas Rektor USU Muryanto Amin
Selamatkan Bumi, Aksi Edukasi Hemat Energi Mahasiswa KKNT Undip di SDN Sukorejo
DEMA IDB Pamekasan Fasilitasi Gen-Z Asah Keterampilan Komunikasi di Era Digital
Edukasi Anti-Scam Marketplace! Mahasiswa KKN Unhas Bantu Warga Ma’rang Cegah Penipuan Digital
Bright Speaks Hadirkan Belajar Daring 1 Tutor 1 Student untuk Anak: Live Class 2 Arah, Tidak Membosankan
Pendaftaran Hak Cipta Jadi Langkah Penting Lindungi Karya Penulis Indonesia
UPN Veteran Jawa Timur Implementasikan Smart-CBT di Pondok Pesantren Roudlotul Ulum Sidoarjo

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Dewan Pembina UKMKI ABM Gelar DIKRUS 2026, Asah Nilai Ke-Islam-an dan Penguatan Kepemimpinan Organisasi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Buntut OTT Rektor Unsoed, Mahasiswa Desak KPK Tindak Tegas Rektor USU Muryanto Amin

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Selamatkan Bumi, Aksi Edukasi Hemat Energi Mahasiswa KKNT Undip di SDN Sukorejo

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:54 WIB

DEMA IDB Pamekasan Fasilitasi Gen-Z Asah Keterampilan Komunikasi di Era Digital

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Edukasi Anti-Scam Marketplace! Mahasiswa KKN Unhas Bantu Warga Ma’rang Cegah Penipuan Digital

Berita Terbaru