Krisis Air Melanda Pandeglang, Pemuda Berdampak Salurkan 8.000 Liter Air Bersih

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Satu, Pandeglang, 31 Juli 2026 — Krisis air bersih akibat musim kemarau mendorong Pemuda Berdampak menyalurkan 8.000 liter air kepada warga di Kampung Kaduela, Kampung Kadupari, dan Kampung Unigede, Desa Kaduela, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Bantuan itu didistribusikan menggunakan empat mobil tangki. Air bersih tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan sehari-hari warga, mulai dari konsumsi dan memasak hingga sanitasi.

Founder Pemuda Berdampak, Bagas Yulianto, mengatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons terhadap kesulitan warga memperoleh kebutuhan dasar selama musim kemarau.

“Air merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Ketika masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, maka sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk saling membantu. Pemuda Berdampak hadir bukan hanya sebagai ruang diskusi dan penyampai gagasan, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran pemuda benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.”

Menurut Bagas, aksi tersebut menjadi bagian dari semangat “Mengabdi, Bergerak, Berdampak” yang menjadi landasan gerakan Pemuda Berdampak.

“Kami berharap bantuan 8.000 liter air bersih ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat Kampung Kaduela dan Kampung Kadupari. Namun, penyelesaian persoalan krisis air bersih membutuhkan kolaborasi yang lebih luas. Kami mengajak pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan solusi jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur air bersih, perlindungan sumber mata air, serta penguatan mitigasi terhadap dampak musim kemarau.”

Tokoh masyarakat Kampung Kaduela, Abah Ahmad Zairi (Uwa Amek), mengapresiasi bantuan tersebut. Menurut dia, pasokan air bersih sangat berarti bagi warga yang tengah menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Atas nama masyarakat Kampung Kaduela dan Kampung Kadupari, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pemuda Berdampak atas kepeduliannya terhadap warga yang sedang mengalami krisis air bersih. Bantuan ini sangat berarti bagi kami karena air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran adik-adik Pemuda Berdampak bukan hanya membawa air bersih, tetapi juga membawa semangat kebersamaan, kepedulian, dan harapan bagi masyarakat.”

Baca Juga :  Seminar Internasional FEB UM Gresik Soroti Dampak Geopolitik terhadap Ekonomi Dunia

Abah Ahmad berharap aksi tersebut mendorong lebih banyak pihak ikut membantu warga yang terdampak kekeringan.

“Kami berharap semakin banyak pihak yang ikut peduli terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih. Semoga apa yang dilakukan Pemuda Berdampak menjadi amal kebaikan dan menginspirasi lahirnya lebih banyak gerakan sosial yang berpihak kepada masyarakat.”

Dalam penyaluran bantuan, relawan Pemuda Berdampak bersama warga bergotong royong membagikan air ke berbagai wadah penampungan yang dibawa masyarakat. Antusiasme warga menunjukkan kebutuhan terhadap air bersih masih mendesak di tengah musim kemarau.

Pemuda Berdampak mendorong pemerintah daerah dan pemangku kepentingan memperkuat penanganan jangka panjang, antara lain melalui pembangunan jaringan air bersih, penyediaan sarana penampungan, konservasi sumber mata air, serta perluasan akses layanan air bersih di wilayah rawan kekeringan.

Aksi tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemuda Berdampak untuk terlibat dalam berbagai program sosial, pendidikan, lingkungan, dan ketahanan pangan.

“Setiap tetes air yang kita bagikan bukan sekadar bantuan, tetapi wujud kepedulian, solidaritas, dan harapan. Karena mengabdi kepada masyarakat adalah panggilan, bukan sekadar pilihan.”

Narahubung:
Bagas Yulianto
Founder Pemuda Berdampak

Berita Terkait

Angka Putus Sekolah Tembus 50 Persen, JAKDI Desak Gubernur Khofifah Copot Kadisdik Jatim
Fakta Persidangan Menguat, KPK Rangkai Konstruksi Suap Rp3,5 Miliar ke Akbar Himawan
Soroti Temuan BPK, MAKI Sumut Minta Kejati Bongkar Dugaan Korupsi di Bapenda
GP Ansor dan Banser Perkuat Pengamanan Muktamar Ke-35 NU
DETAK HARMONI: KKN UBK Ajak Warga Cegah Hipertensi dan Diabetes Sejak Dini
Bagaimana YBM PLN Bikin Anak Yatim Tomohon Tidak Tertinggal di Tahun Ajaran Baru
BRI Peduli Berbagi Sembako kepada Masyarakat Membutuhkan di Kabupaten Probolinggo
LKK PBNU dan Fatayat NU Perkuat Fasilitator Bimwin di Malang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:22 WIB

Angka Putus Sekolah Tembus 50 Persen, JAKDI Desak Gubernur Khofifah Copot Kadisdik Jatim

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Fakta Persidangan Menguat, KPK Rangkai Konstruksi Suap Rp3,5 Miliar ke Akbar Himawan

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Soroti Temuan BPK, MAKI Sumut Minta Kejati Bongkar Dugaan Korupsi di Bapenda

Minggu, 2 Agustus 2026 - 23:04 WIB

GP Ansor dan Banser Perkuat Pengamanan Muktamar Ke-35 NU

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:22 WIB

DETAK HARMONI: KKN UBK Ajak Warga Cegah Hipertensi dan Diabetes Sejak Dini

Berita Terbaru