Koran Satu, Purwakarta – Persoalan legalitas wisata Watu Songo di Desa Ciawi, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, mulai mencuat. Destinasi wisata yang berada di kawasan pegunungan tersebut disebut telah beroperasi meski belum mengantongi izin, sementara lokasinya berdiri di atas lahan yang masuk dalam kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Kondisi ini menimbulkan sorotan terhadap pengelolaan destinasi wisata yang berada di kawasan pertanian yang semestinya mendapat perlindungan.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Hadyanto Purnama, membenarkan bahwa persoalan lahan menjadi salah satu alasan perizinan wisata Watu Songo belum diterbitkan.
“Oh soal itu izinnya enggak keluar karena itu ada di lahan LP2B. Dan Satpol PP sudah ke sana,” ujar Hadyanto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (15/9/2026).
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa keberadaan wisata Watu Songo berhadapan dengan persoalan tata ruang dan perlindungan lahan pertanian. Di sisi lain, destinasi tersebut disebut sudah beroperasi dan dimanfaatkan sebagai tempat wisata.
Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan atau LP2B merupakan kawasan yang ditetapkan untuk menjaga ketersediaan lahan pertanian pangan secara berkelanjutan. Keberadaannya menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Karena itu, pemanfaatan lahan LP2B untuk kegiatan wisata bukan persoalan sepele. Setiap rencana pembangunan dan perubahan pemanfaatan lahan harus memperhatikan ketentuan tata ruang serta aturan perlindungan lahan pertanian yang berlaku.
Dalam kasus Watu Songo, keterangan Dinas Pangan dan Pertanian menunjukkan bahwa status lahan menjadi kendala utama dalam proses perizinan. Namun, sejauh ini belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai langkah penertiban yang akan dilakukan terhadap kegiatan wisata tersebut.
Watu Songo dikenal sebagai salah satu lokasi wisata alam yang berada di kawasan Desa Ciawi, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta.
Berada di wilayah pegunungan Wanayasa, destinasi ini menawarkan suasana alam yang menjadi daya tarik bagi pengunjung. Kawasan Wanayasa sendiri dikenal dengan bentang alam perbukitan, udara sejuk, serta potensi wisata alam yang menarik untuk dikembangkan.
Keberadaan Watu Songo menjadi gambaran bagaimana potensi wisata alam di Purwakarta terus berkembang. Namun, pengembangan destinasi wisata semestinya tidak hanya mengutamakan daya tarik dan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperhatikan legalitas usaha, tata ruang, serta perlindungan lahan pertanian.








Komentar