Koran Satu, Malang — Podcast Bocor Alus Politik kembali membongkar dugaan keterlibatan pejabat politik dalam jaringan bisnis rokok ilegal di Jawa Timur.
Laporan investigasi tersebut menyasar sosok Ma’ruf Mubarok alias Gus Mamak, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra.
Gus Mamak diduga menguasai pabrik rokok bernama Kunci Mas yang berlokasi di wilayah Bululawang, Malang Selatan. Letak fasilitas produksi tersebut mengarahkan pada area yang tidak jauh dari kawasan Pondok Pesantren An-Nur Bululawang.
Tim investigasi membeberkan modus operansi transaksi terselubung yang berlangsung di lokasi pabrik pada malam hari. Pembeli melancarkan transaksi langsung melalui jaringan perantara internal yang terhubung dengan pegawai pabrik.
Dari total sembilan merek rokok yang mereka buru, pengelola fasilitas saat itu menyediakan enam slop atau enam merek rokok tanpa lekatan cukai resmi, sembari mengonfirmasi ketersediaan stok jumbo lain di dalam gudang.
Bocorkan Rantai Bisnis Gurih dan Potensi Kerugian Triliunan
Temuan Bocor Alus Politik ini memicu eskalasi pertanyaan publik mengenai seberapa dalam politikus Senayan menancapkan pengaruhnya dalam rantai produksi dan distribusi rokok ilegal nasional.
Praktik peredaran rokok tanpa cukai di wilayah Jawa Timur ini diduga merampas penerimaan negara hingga mencapai angka fantastis ratusan miliar hingga triliunan rupiah setiap tahunnya.
Desakan Pemeriksaan KPK dan Pembuktian Hukum
Meskipun status kepemilikan pabrik Kunci Mas dan dugaan keterlibatan langsung Gus Mamak masih membutuhkan verifikasi hukum lanjutan, publik mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tidak tinggal diam.
Aparat penegak hukum dan KPK mendapat desakan kuat untuk segera turun ke Malang Selatan guna menyisir aliran dana serta memeriksa pihak-pihak yang membekingi skandal bisnis rokok ilegal ini.
Penindakan tegas menjadi krusial agar hukum tidak tumpul saat berhadapan dengan figur politik Senayan.








Komentar