Dugaan Pemutaran Fakta PT Agrinas Memanas, Warga Tambusai Utara Minta Aparat Bongkar Penyerangan Lahan Sawit!

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga yang menjadi korban penyerangan di lahan sawit (Gambar: Istimewa)

Warga yang menjadi korban penyerangan di lahan sawit (Gambar: Istimewa)

Koran Satu, Rokan Hulu — Konflik sengketa pengelolaan lahan perkebunan sawit seluas 2.000 hektare di Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), kian memanas.

Warga setempat mengecam keras pernyataan PT Agrinas Palma Nusantara yang mereka nilai memutarbalikkan fakta dan memperkeruh suasana pascainsiden penyerangan berdarah di area perkebunan.

Juru Bicara Warga, Abdul Aziz, membantah klaim perusahaan yang mengaku telah menggelar proses mediasi adil bersama masyarakat.

Sebaliknya, ia membeberkan bahwa manajer Agrinas berinisial HM justru meminta warga menyerahkan 20 persen hasil kebun secara sepihak tanpa dasar hukum yang jelas.

“Bahwa Agrinas menyebut telah melakukan mediasi dengan masyarakat, itu sama sekali tidak benar. Yang ada, justru Agrinas melalui manajernya berinisial HM meminta agar masyarakat menyerahkan 20 persen dari hasil kebunnya kepada Agrinas. Ini maksudnya apa? Emangnya Agrinas itu siapa?” tegas Abdul Aziz kepada awak media, Selasa (18/8/2026).

Aziz mempertanyakan legalitas PT Agrinas dalam menguasai lahan yang sebelumnya terkena penyitaan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Ia menilai tindakan perusahaan yang langsung mengklaim penguasaan fisik lahan tanpa mengantongi putusan pengadilan yang sah merupakan sebuah bentuk arogansi.

Diseret dalam Dugaan Penyerangan Berdarah

Masyarakat menolak tegas klaim posisi netral yang PT Agrinas suarakan. Aziz menyoroti surat kuasa hukum perusahaan kepada Polres Rohul tertanggal 14 Agustus 2026 yang menyatakan lepas tangan jika terjadi bentrokan di lapangan.

Kondisi tersebut memicu dugaan kuat bahwa Agrinas bermain di balik aksi penyerangan lahan.

Selain itu, warga meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan kerja sama operasional (KSO) terselubung antara Agrinas dan pengelola Koperasi Karya Bakti yang menyeret hasil panen masyarakat selama lebih dari setahun terakhir.

Baca Juga :  Heboh! PR Putra Madura Sejati Diduga Fiktif dan Terlibat Jual-Beli Pita Cukai

Di sisi lain, Sekretaris PT Agrinas Palma Nusantara, Bambang Agustian, menyatakan perusahaan hanya berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menjaga kondusivitas wilayah akibat konflik internal di Koperasi Karya Bakti.

Bambang menegaskan bahwa pihak manajemen menyerahkan seluruh dugaan pelanggaran hukum kepada aparat kepolisian.

Eskalasi konflik ini mencuat pasca-aksi penyerangan brutal di Afdeling 19 dan 21 Kebun Batang Kumu II pada Jumat (14/8/2026) lalu. Insiden berdarah tersebut melukai 25 warga, dengan sejumlah korban mengalami luka berat dan satu orang berada dalam kondisi kritis.

Saat ini, Polsek Tambusai Utara bersama Ditreskrimum Polda Riau tengah memburu para pelaku penyerangan.

Berita Terkait

Dijanjikan Dibangun 2026, Kondisi SDN 1 Parung Banteng Purwakarta Masih Memprihatinkan
Kebutuhan Darah di Purwakarta Capai 1.800 Kantong per Bulan, Stok Golongan A Mendesak Tinggal 30 Kantong
Sembunyikan Kekayaan? Dirut PT PPSU Diduga Belum Laporkan LHKPN, LPKP Minta Bobby Nasution Evaluasi!
Mesakh Supriadi Menguat di Bursa Ketua Golkar Purwakarta, 12 PK Nyatakan Dukungan
Dari Fitur ke Biaya Pemahaman: Mengapa Platform Belanja Digital Semakin Mengutamakan Transparansi Informasi
Soroti Gedung Parkir Rp19,1 Miliar, BPM Kalbar Minta Jaksa Agung Copot Kajati dan Asintel!
1.000 Orang Hadiri Senam Kreasi di Malang, Kampanye Cegah Perkawinan Anak Digencarkan
Korupsi Dana Hibah KONI, AP Tuntut Kejati Gorontalo Berlaku Adil dan Tangkap Bendahara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Dijanjikan Dibangun 2026, Kondisi SDN 1 Parung Banteng Purwakarta Masih Memprihatinkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:23 WIB

Kebutuhan Darah di Purwakarta Capai 1.800 Kantong per Bulan, Stok Golongan A Mendesak Tinggal 30 Kantong

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:34 WIB

Sembunyikan Kekayaan? Dirut PT PPSU Diduga Belum Laporkan LHKPN, LPKP Minta Bobby Nasution Evaluasi!

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Mesakh Supriadi Menguat di Bursa Ketua Golkar Purwakarta, 12 PK Nyatakan Dukungan

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Dugaan Pemutaran Fakta PT Agrinas Memanas, Warga Tambusai Utara Minta Aparat Bongkar Penyerangan Lahan Sawit!

Berita Terbaru