Masuk Bursa Wamenhan, Bos Republikorp Norman Joesoef Terseret Isu Monopoly Proyek Alutsista!

Masuk Bursa Wamenhan Pendamping Sjafrie Sjamsoeddin, Bos Republikorp Norman Joesoef Panen Sorotan!

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bos Republikorp Norman Joesoef (Gambar: Istimewa)

Bos Republikorp Norman Joesoef (Gambar: Istimewa)

Koran Satu, Jakarta — Nama CEO sekaligus pendiri Republikorp, Norman Joesoef, mendadak mencuat dalam bursa calon Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan).

Sejumlah pihak memproyeksikan pengusaha industri pertahanan ini untuk mendampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di tengah isu reshuffle Kabinet Merah Putih pada Agustus 2026.

Posisi Wamenhan kosong setelah Marsekal (Purn) Donny Ermawan Taufanto memangku jabatan baru sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

Rekam jejak Norman yang membidani ekspor alutsista sejak 2013 memicu dukungan dari kalangan akademisi, termasuk Guru Besar Hubungan Internasional Unhan RI, Prof. Banyu Perwita, yang menilai Norman paham dinamika geopolitik.

Namun, menguatnya nama Norman justru mengundang kritik dan sorotan publik. Masyarakat menyoroti dugaan dominasi perusahaan yang terafiliasi dengannya dalam berbagai proyek alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional.

Merujuk laporan Parlementaria, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menegaskan bahwa Latar belakang militer maupun sipil bukan satu-satunya ukuran penentuan Wamenhan.

Dave mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memegang hak prerogatif penuh untuk menentukan pejabat definitif. Hingga saat ini, posisi Norman masih sebatas kandidat kuat di bursa calon dan belum menerima pelantikan resmi.

Baca Juga :  Exploring Bandung's Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Berita Terkait

Mobil Ditarik Paksa ACC Finance, Warga Kendari Polisikan Perusahaan Soal Pemalsuan Rangka dan Pelat!
Buntut Laporan Pidana Penarikan Paksa Mobil, Pimpinan ACC Finance Kendari Terancam Diperiksa Polisi
Jejak Kejahatan Santoso Halim dan Sukoco Halim: Dari Perusahaan Abal-abal Hingga Kredit Bermasalah Bank Syariah
Racun Berseragam Sertifikat : Wajah Asli Tata Kelola MBG
Surat Berharga SDB MNC Bank Diduga Hilang, DPR Desak OJK Turun Tangan Usut Manajemen Risiko!
Perpanjangan Konsesi Tol CMNP Berpotensi Rugikan Negara Rp25 Triliun, IAW Desak Kejagung Turun Tangan!
Dugaan Korupsi Lahan PTPN dan Citraland Ditaksir Ratusan Triliun, DPR dan Kejagung Diduga Redam Kasus!
Diduga Pakai Dana CSR Bank Mega Syariah Untuk Beli Mobil Mewah, Demo ALAMP AKSI Desak Dirut RSUD Deli Serdang Dicopot!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:37 WIB

Mobil Ditarik Paksa ACC Finance, Warga Kendari Polisikan Perusahaan Soal Pemalsuan Rangka dan Pelat!

Jumat, 4 September 2026 - 10:05 WIB

Buntut Laporan Pidana Penarikan Paksa Mobil, Pimpinan ACC Finance Kendari Terancam Diperiksa Polisi

Kamis, 3 September 2026 - 18:37 WIB

Jejak Kejahatan Santoso Halim dan Sukoco Halim: Dari Perusahaan Abal-abal Hingga Kredit Bermasalah Bank Syariah

Kamis, 3 September 2026 - 11:01 WIB

Racun Berseragam Sertifikat : Wajah Asli Tata Kelola MBG

Kamis, 3 September 2026 - 09:10 WIB

Perpanjangan Konsesi Tol CMNP Berpotensi Rugikan Negara Rp25 Triliun, IAW Desak Kejagung Turun Tangan!

Berita Terbaru

Penulis adalah Amrozi, Presiden Mahasiswa Universitas Insan Budi Utomo Malang. (Dok: Istimewa)

Nasional

Racun Berseragam Sertifikat : Wajah Asli Tata Kelola MBG

Kamis, 3 Sep 2026 - 11:01 WIB