Mengajar Saja Tidak Cukup: Rektor UIN Sunan Kalijaga Ungkap Tiga Bekal Utama Guru Masa Depan

Rektor UIN Sunan Kalijaga menegaskan tiga kompetensi utama yang wajib dimiliki guru masa depan di tengah perkembangan teknologi dan era kecerdasan buatan.

3de228b02f62ea79823ae4938346049b

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana prosesi pengukuhan 3.031 Guru Profesional Program PPG Dalam Jabatan Batch IV Tahun 2025 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berlangsung secara hibrida, Sabtu (30/5/2026).

Suasana prosesi pengukuhan 3.031 Guru Profesional Program PPG Dalam Jabatan Batch IV Tahun 2025 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berlangsung secara hibrida, Sabtu (30/5/2026).

KORAN SATU, YOGYAKARTA – Perubahan dunia berlangsung semakin cepat. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, derasnya arus informasi, dan perubahan cara manusia berkomunikasi telah menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan. Di tengah situasi tersebut, guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Guru juga dituntut memiliki kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan bertindak secara tepat.

Pesan tersebut disampaikan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D., dalam prosesi pengukuhan 3.031 guru profesional Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch IV Tahun 2025, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung secara hibrida di Yogyakarta dan diikuti oleh para guru dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam arahannya, Prof. Noorhaidi menyoroti pentingnya transformasi peran guru di tengah perubahan global. Menurutnya, teknologi telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan memperoleh pengetahuan. Karena itu, guru tidak boleh berhenti pada rutinitas mengajar di ruang kelas. Guru perlu terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan mampu mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan yang semakin kompleks.

Ia menekankan tiga kompetensi fundamental yang harus dimiliki oleh guru masa depan. Pertama, kemampuan berpikir logis, kreatif, dan kritis (logical, creative, and critical thinking). Kompetensi ini penting agar guru tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mampu membantu peserta didik memahami persoalan, mengajukan pertanyaan, dan menemukan solusi secara mandiri.

Kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting pada era digital. Informasi mudah diperoleh, tetapi tidak seluruhnya dapat diterima begitu saja. Di sinilah guru memiliki peran strategis untuk membimbing peserta didik agar mampu memilah informasi, memahami konteks, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Kedua, kemampuan mengomunikasikan gagasan (communicating ideas). Guru perlu mampu menyampaikan pengetahuan secara jelas, menarik, dan mudah dipahami. Kemampuan berbahasa, termasuk penguasaan bahasa asing, juga menjadi modal penting untuk memperluas wawasan dan membangun kolaborasi di tingkat global.

Baca Juga :  UIN Sunan Kalijaga dan UIN Mataram Perkuat Kolaborasi Pengembangan Pendidikan Tinggi Inklusif melalui Riset MORA AIF Funds 2026

Menurut Prof. Noorhaidi, pengetahuan akan memiliki manfaat yang lebih luas ketika dapat dikomunikasikan secara baik. Guru bukan sekadar sumber informasi, tetapi juga jembatan yang membantu peserta didik memahami dunia dan menumbuhkan keberanian untuk menyampaikan gagasan.

Ketiga, kemampuan berperilaku secara tepat dan berintegritas (proper behavior). Guru harus menjadi teladan dalam kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan etika profesional. Di tengah kemajuan teknologi, karakter tetap menjadi unsur penting yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan maupun perangkat digital apa pun.

Integritas guru tercermin dalam tindakan sehari-hari. Cara guru bersikap, berbicara, dan memperlakukan peserta didik akan meninggalkan kesan yang kuat dalam proses pendidikan. Karena itu, keteladanan tetap menjadi bagian penting dari profesi guru.

Prof. Noorhaidi juga menekankan pentingnya pendekatan liberal arts in education. Pendidikan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu berpikir luas, berkomunikasi secara efektif, memiliki kepekaan sosial, dan berkarakter kuat.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berurusan dengan nilai ujian dan capaian akademik. Pendidikan juga berkaitan dengan pembentukan manusia yang mampu menghadapi perubahan tanpa kehilangan integritas dan kepedulian terhadap sesama.

Prosesi pengukuhan 3.031 guru profesional menjadi momentum penting bagi para alumni PPG UIN Sunan Kalijaga. Di balik sertifikat pendidik yang diterima, terdapat tanggung jawab untuk terus berkembang dan menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dalam dunia yang terus berubah, peran guru justru semakin penting. Teknologi dapat membantu proses belajar, tetapi guru tetap menjadi sosok yang membimbing, menginspirasi, dan menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan dalam diri peserta didik.

Berita Terkait

UIN Sunan Kalijaga dan UIN Mataram Perkuat Kolaborasi Pengembangan Pendidikan Tinggi Inklusif melalui Riset MORA AIF Funds 2026
Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity
Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix
Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit
Equity and Access in Indonesian Education: Addressing Disparities

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:45 WIB

UIN Sunan Kalijaga dan UIN Mataram Perkuat Kolaborasi Pengembangan Pendidikan Tinggi Inklusif melalui Riset MORA AIF Funds 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:50 WIB

Mengajar Saja Tidak Cukup: Rektor UIN Sunan Kalijaga Ungkap Tiga Bekal Utama Guru Masa Depan

Kamis, 30 Maret 2023 - 19:21 WIB

Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:10 WIB

Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Selasa, 28 Maret 2023 - 22:58 WIB

Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit

Berita Terbaru