Koran Satu, Jakarta – Pengusutan dugaan skandal korupsi di tubuh BUMN terus menuai kecaman keras dari elemen masyarakat.
Gerakan Sahabat KPK menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan penyimpangan proyek jasa pelayanan notifikasi perbankan antara BRI dan PT Telkom yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2 triliun.
Ketua Sahabat KPK, Novan Ermawan, mengecam lambannya penanganan perkara yang menyeret nama Direktur Utama PT Telkomsel, Nugroho alias Nugi. Padahal, laporan dugaan rasuah tersebut sudah masuk ke bagian pengaduan masyarakat KPK sejak 5 Juli 2026.
“Kami mengecam keras penyelewengan anggaran negara di tubuh BUMN, apalagi nilainya fantastis mencapai Rp2 triliun. Ini uang rakyat yang dirampas! Kami mendesak KPK bergerak cepat, panggil dan tangkap Dirut PT Telkomsel tanpa kompromi. Jangan biarkan pengaduan ini mengendap,” tegas Novan Ermawan saat memberikan keterangan di Jakarta.
Novan menyoroti ironi ketimpangan antara fasilitas mewah pejabat BUMN dengan beban kerugian yang harus ditanggung rakyat. Sebagai bentuk pengawasan sosial, Sahabat KPK melayangkan tiga desakan utama kepada lembaga antirasuah:
Tangkap dan Adili Dirut Telkomsel: Mendesak penyidik segera menangkap Nugroho alias Nugi demi kepastian hukum atas dugaan kerugian negara yang masif.
Usut Tanpa Tebang Pilih: Menuntut KPK membongkar seluruh jaringan yang terlibat dalam proyek pelayanan notifikasi perbankan BRI-PT Telkom.
Sita Aset Pelaku: Meminta KPK memblokir dan menyita seluruh aset pihak yang bertanggung jawab untuk mengembalikan kerugian kas negara.
Sahabat KPK menegaskan akan terus mengawal penanganan kasus ini hingga tuntas agar dana negara dapat diselamatkan untuk kesejahteraan masyarakat luas.








Komentar