Koran Satu, Malang – Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat kompetensi guru Bahasa Arab melalui pelatihan penyusunan tes interaktif berbasis teknologi digital. Kegiatan yang digelar pada Selasa (14/7/2026) itu diikuti guru-guru Bahasa Arab dari Yayasan Pendidikan dan Sosial Asy-Syadzili serta sejumlah madrasah di Malang Raya.
Pelatihan yang merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Sastra Arab Fakultas Sastra UM tersebut berlangsung di Gedung Graha Manarul Quran Lantai 5, Institut Agama Islam (IAI) Asy-Syadzili, Sumberpasir, Pakis, Kabupaten Malang.
Ketua Pelaksana, Arya Wahyu Pratama, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan ini merupakan wujud komitmen Universitas Negeri Malang dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Arab melalui penguatan kompetensi guru, khususnya dalam pengembangan evaluasi pembelajaran berbasis teknologi.
Ketua Departemen Sastra Arab Fakultas Sastra UM, Dr. Mohammad Ahsanuddin, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya transformasi digital dalam pembelajaran Bahasa Arab. Menurutnya, guru tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi secara efektif, tetapi juga harus mampu merancang instrumen penilaian yang menarik, interaktif, dan mampu mengukur kemampuan peserta didik secara komprehensif.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Asy-Syadzili, Drs. KH. Abdul Mujib Syadzili, mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan kompetensi tenaga pendidik.
Rangkaian kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang dan Yayasan Pendidikan dan Sosial Asy-Syadzili. Selain itu, Departemen Sastra Arab Fakultas Sastra UM menjalin kerja sama dengan SD IT Asy-Syadzili, SMP IT Asy-Syadzili, SMA IT Asy-Syadzili, dan SMK IT Asy-Syadzili. Kerja sama tersebut menjadi dasar pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kompetensi guru dan peserta didik.
Dalam sesi materi, Dr. Mohammad Ahsanuddin memaparkan konsep tes interaktif dalam pembelajaran Bahasa Arab. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya evaluasi berbasis digital, karakteristik tes interaktif, penyusunan indikator berdasarkan Taksonomi Bloom, hingga contoh penerapan instrumen evaluasi yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Materi berikutnya disampaikan Dr. Moch. Wahib Dariyadi, S.Pd., M.Pd., yang menjelaskan tahapan penyusunan tes interaktif, mulai dari perencanaan, penyusunan soal, pengembangan media evaluasi, hingga implementasinya dalam proses pembelajaran. Ia juga memperkenalkan berbagai strategi agar instrumen evaluasi lebih efektif dan mudah digunakan.
Pada sesi praktik, peserta secara langsung menyusun tes interaktif menggunakan aplikasi Hot Potatoes yang dipadukan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Guru-guru didampingi dalam menyusun bank soal, membuat berbagai jenis soal interaktif, hingga menghasilkan produk tes digital yang siap diterapkan di kelas.
Di akhir kegiatan, peserta mengisi angket evaluasi untuk menilai materi, metode penyampaian, dan pelaksanaan pelatihan. Berdasarkan evaluasi awal, pelatihan memperoleh respons positif dari peserta.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui diskusi yang aktif, banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber, serta keterlibatan mereka dalam sesi praktik. Para guru juga berharap pelatihan serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dengan pembahasan yang lebih mendalam mengenai pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam pembelajaran Bahasa Arab.
Melalui pelatihan ini, Universitas Negeri Malang berharap guru-guru Bahasa Arab semakin mampu mengembangkan instrumen evaluasi yang inovatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21 sehingga dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar maupun capaian belajar peserta didik.








Komentar