Kopertais Dorong Dosen PTKIS Perkuat Publikasi Buku dan Riset

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 02:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Satu, Jakarta – Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) menggelar Pelatihan Penulisan Buku untuk memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kualitas publikasi akademik dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari PT RajaGrafindo Persada dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta diikuti puluhan dosen dari berbagai PTKIS.

Pelatihan yang diinisiasi Prof. Dr. Suwendi, M.Ag. ini dikoordinasikan oleh Aris Munandar, Jafir Ramadhan, dan Zahra Putri Amelia. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Kopertais meningkatkan kapasitas dosen dalam menghasilkan buku ajar, buku referensi, maupun monograf berbasis hasil penelitian.

Dalam sambutannya, Prof. Suwendi menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab membangun tradisi keilmuan melalui budaya menulis. Menurutnya, hasil penelitian tidak cukup berhenti sebagai laporan akademik, tetapi perlu dikembangkan menjadi buku yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, akademisi, dan masyarakat.

“Menulis buku merupakan bagian dari ikhtiar membangun peradaban ilmu pengetahuan. Buku menjadi media yang mampu mendokumentasikan gagasan, pengalaman akademik, serta hasil penelitian agar dapat diwariskan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Karena itu, budaya menulis harus terus diperkuat di lingkungan perguruan tinggi,” ujar Prof. Suwendi.

Pada sesi pertama, Monalisa, M.Si. dari PT RajaGrafindo Persada memaparkan strategi penyusunan buku akademik, mulai dari menemukan ide, menyusun kerangka, mengembangkan naskah, hingga memahami proses editorial dan penerbitan. Ia juga menjelaskan karakteristik naskah yang berpeluang diterbitkan oleh penerbit nasional, sekaligus menekankan pentingnya menjaga orisinalitas dan kualitas akademik.

Menurut Monalisa, hasil penelitian, bahan ajar, maupun pengalaman akademik memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi buku yang bernilai ilmiah sekaligus mudah dipahami pembaca. Ia menilai buku bukan sekadar luaran akademik, tetapi juga media diseminasi ilmu pengetahuan kepada masyarakat.

Baca Juga :  KCI Desak KPK Periksa Anggota BPK Nyoman Adhi di Kasus Suap Bea Cukai

Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Ibnu Salman, M.Pd. dari BRIN yang membahas penyusunan proposal Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM). Ia menjelaskan berbagai skema pendanaan riset yang tersedia, sekaligus menguraikan unsur-unsur proposal yang memenuhi standar penilaian.

Menurut Ibnu Salman, proposal riset yang kompetitif harus menawarkan kebaruan (novelty), memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, serta memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Selain itu, proposal harus disusun secara sistematis dengan memperhatikan keterkaitan antara latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, metodologi, luaran, hingga rencana anggaran biaya.

Ia juga mendorong dosen membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga riset, maupun mitra strategis agar peluang memperoleh pendanaan RIIM BRIN semakin besar sekaligus menghasilkan penelitian yang lebih berdampak.

Pelatihan berlangsung interaktif melalui diskusi dan konsultasi. Peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan narasumber mengenai penyusunan buku akademik, pengurusan ISBN, penulisan monograf, hingga strategi memperoleh hibah penelitian dari BRIN.

Koordinator pelaksana, Aris Munandar, Jafir Ramadhan, dan Zahra Putri Amelia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan mulai dari tahap perencanaan, koordinasi narasumber, hingga pelaksanaan. Mereka berharap pelatihan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan produktivitas dosen, baik dalam menghasilkan buku ilmiah maupun memperoleh pendanaan riset nasional.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan berlangsung. Para dosen menilai materi yang disampaikan tidak hanya memperkaya pemahaman mengenai penulisan buku akademik, tetapi juga memberikan panduan praktis dalam menyusun proposal penelitian yang kompetitif.

Melalui pelatihan ini, Kopertais berharap semakin banyak dosen PTKIS mampu menghasilkan buku ilmiah berkualitas serta meningkatkan keterlibatan dalam program riset nasional. Kolaborasi antara Kopertais, PT RajaGrafindo Persada, dan BRIN diharapkan terus berlanjut guna memperkuat ekosistem akademik yang produktif, inovatif, dan berdaya saing.

Baca Juga :  Skandal Kredit Macet Rp537 Miliar PMMP: Fasilitas Mewah Bos LPEI Kini Jadi Sorotan Publik

Berita Terkait

Mobil Ditarik Paksa ACC Finance, Warga Kendari Polisikan Perusahaan Soal Pemalsuan Rangka dan Pelat!
Buntut Laporan Pidana Penarikan Paksa Mobil, Pimpinan ACC Finance Kendari Terancam Diperiksa Polisi
Jejak Kejahatan Santoso Halim dan Sukoco Halim: Dari Perusahaan Abal-abal Hingga Kredit Bermasalah Bank Syariah
Racun Berseragam Sertifikat : Wajah Asli Tata Kelola MBG
Surat Berharga SDB MNC Bank Diduga Hilang, DPR Desak OJK Turun Tangan Usut Manajemen Risiko!
Perpanjangan Konsesi Tol CMNP Berpotensi Rugikan Negara Rp25 Triliun, IAW Desak Kejagung Turun Tangan!
Dugaan Korupsi Lahan PTPN dan Citraland Ditaksir Ratusan Triliun, DPR dan Kejagung Diduga Redam Kasus!
Masuk Bursa Wamenhan, Bos Republikorp Norman Joesoef Terseret Isu Monopoly Proyek Alutsista!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:37 WIB

Mobil Ditarik Paksa ACC Finance, Warga Kendari Polisikan Perusahaan Soal Pemalsuan Rangka dan Pelat!

Jumat, 4 September 2026 - 10:05 WIB

Buntut Laporan Pidana Penarikan Paksa Mobil, Pimpinan ACC Finance Kendari Terancam Diperiksa Polisi

Kamis, 3 September 2026 - 11:01 WIB

Racun Berseragam Sertifikat : Wajah Asli Tata Kelola MBG

Kamis, 3 September 2026 - 10:20 WIB

Surat Berharga SDB MNC Bank Diduga Hilang, DPR Desak OJK Turun Tangan Usut Manajemen Risiko!

Kamis, 3 September 2026 - 09:10 WIB

Perpanjangan Konsesi Tol CMNP Berpotensi Rugikan Negara Rp25 Triliun, IAW Desak Kejagung Turun Tangan!

Berita Terbaru