Gadget, Remaja, dan Masa Depan: Antara Peluang dan Risiko

Mahasiswa Universitas Pamulang Edukasi Remaja tentang Penggunaan Gadget yang Bijak

d651f3b01ac39c943b51efac861faeab

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang, berfoto bersama setelah melaksanakan kegiatan edukasi bertema “ GADGET, REMAJA, DAN MASA DEPAN: ANTARA PELUANG DAN RISIKO

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang, berfoto bersama setelah melaksanakan kegiatan edukasi bertema “ GADGET, REMAJA, DAN MASA DEPAN: ANTARA PELUANG DAN RISIKO" di SMK Bina Rahayu.

Koran Satu, Jakarta – Mahasiswa Universitas Pamulang kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya penggunaan gadget secara bijak di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Sasaran utama kegiatan ini adalah para remaja, khususnya pelajar, yang dalam kehidupan sehari-harinya sangat dekat dengan perangkat digital dan media sosial. Melalui kegiatan PKM ini, mahasiswa berupaya memberikan pemahaman bahwa teknologi dapat menjadi sarana yang mendukung masa depan apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.

Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Gadget, Remaja, dan Masa Depan: Antara Peluang dan Risiko.” Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap meningkatnya ketergantungan remaja terhadap teknologi. Di satu sisi, perkembangan digital membuka banyak peluang dalam bidang pendidikan, kreativitas, dan pengembangan diri. Namun di sisi lain, penggunaan yang tidak terkendali juga dapat menimbulkan berbagai risiko yang berdampak pada kehidupan remaja.

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, terutama di kalangan remaja. Gadget seperti smartphone, tablet, dan laptop kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi telah menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Remaja memanfaatkan gadget untuk belajar, berinteraksi melalui media sosial, mencari hiburan, hingga mengembangkan minat dan bakat.

Peluang Gadget bagi Remaja

Gadget menawarkan berbagai peluang besar dalam bidang pendidikan dan pengembangan diri. Dengan akses internet, remaja dapat memperoleh informasi dan pengetahuan dari berbagai sumber secara cepat dan luas. Berbagai platform pembelajaran daring, video edukatif, jurnal digital, hingga kursus keterampilan memungkinkan siswa untuk belajar di luar jam sekolah formal.

Baca Juga :  Gandeng Platform Pinjol, Acara Seminar di Unisma Malang Panen Kecaman Warganet

Kemudahan tersebut menjadi keuntungan dalam meningkatkan literasi digital, memperluas wawasan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, teknologi juga mendorong remaja menjadi lebih mandiri dalam proses belajar.

Tidak hanya dalam bidang pendidikan, gadget juga menjadi sarana bagi remaja untuk menyalurkan kreativitas. Berbagai platform digital memberikan ruang untuk berkarya, mulai dari desain grafis, fotografi, pembuatan video, musik, hingga menulis. Bahkan, tidak sedikit remaja yang berhasil mengembangkan potensi diri dan meraih prestasi melalui dunia digital, seperti menjadi kreator konten edukatif, wirausaha muda berbasis online, maupun peserta kompetisi teknologi.

Risiko Penggunaan Gadget yang Tidak Bijak

Di balik berbagai peluang tersebut, penggunaan gadget yang berlebihan dan tidak terkontrol juga menyimpan sejumlah risiko yang perlu mendapat perhatian.

Salah satu masalah yang sering muncul adalah kecanduan gadget. Remaja yang terlalu lama menghabiskan waktu di depan layar berpotensi mengalami penurunan konsentrasi belajar, gangguan pola tidur, serta berkurangnya aktivitas fisik. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental, seperti kelelahan mata, stres, hingga meningkatnya rasa cemas.

Risiko lainnya adalah paparan terhadap konten negatif, seperti kekerasan, ujaran kebencian, pornografi, serta informasi palsu atau hoaks. Tanpa kemampuan literasi digital yang memadai, remaja dapat dengan mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar sehingga membentuk pola pikir dan perilaku yang kurang tepat.

Selain itu, aktivitas di dunia maya juga membuka peluang terjadinya perundungan siber (cyberbullying), penipuan digital, serta penyalahgunaan data pribadi.

Penggunaan gadget yang berlebihan juga dapat menurunkan kualitas interaksi sosial secara langsung. Remaja dapat menjadi lebih fokus pada dunia virtual dibandingkan lingkungan sekitarnya sehingga hubungan dengan keluarga, teman, dan masyarakat menjadi kurang harmonis. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan bersosialisasi dan rasa empati terhadap orang lain.

Baca Juga :  UIN Sunan Kalijaga dan UIN Mataram Perkuat Kolaborasi Pengembangan Pendidikan Tinggi Inklusif melalui Riset MORA AIF Funds 2026

Menuju Generasi Remaja yang Cerdas Digital

Menghadapi perkembangan teknologi yang tidak dapat dihindari, remaja dituntut menjadi pengguna gadget yang bijak, cerdas, dan bertanggung jawab. Kesadaran dalam mengatur waktu penggunaan, memilih konten yang bermanfaat, menjaga etika berkomunikasi, serta melindungi privasi merupakan langkah penting yang perlu dibiasakan sejak dini.

Dengan pola penggunaan yang sehat, gadget tidak lagi dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai alat pendukung untuk meraih prestasi dan membangun masa depan.

Pada akhirnya, gadget hanyalah sebuah sarana—manusialah yang menentukan bagaimana teknologi tersebut digunakan. Jika dimanfaatkan secara tepat, gadget dapat menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda. Namun apabila disalahgunakan, teknologi justru berpotensi menghambat perkembangan mereka.

Oleh karena itu, keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kehidupan nyata menjadi kunci utama dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Penulis : Cristina Sanam, Nadya Arum Candraningtyas, Rike Dea Syifa, (Mahasiswa Universitas Pamulang)

Editor : Zahra Karimah

Berita Terkait

Resmi Dipolisikan, Oknum Mahasiswa Unisma Hadapi Laporan Dugaan Pelecehan 9 Korban
FIKOM Universitas Jayabaya, Pilihan Tepat Kuliah Ilmu Komunikasi di Jakarta Timur
UPN Veteran Jatim Dorong Transformasi Digital Administrasi Desa Kebonsari melalui Pemanfaatan Google Workspace, OCR, dan Tanda Tangan Elektronik (TTE)
Lebih dari Sekadar Program Pertukaran, Indonesian Youth Exchange Hadir sebagai Ruang Bertumbuh bagi Calon Pemimpin Masa Depan Indonesia
Gandeng Platform Pinjol, Acara Seminar di Unisma Malang Panen Kecaman Warganet
HMPS KSATRIA PBSI UIBU Sukses Gelar Ksatria Literaya Bersama Pelajar SLTA Se-Malang Raya
GADGETWISE : Membangun Kebiasaan Sehat Digital Bagi Remaja
Mahasiswa Universitas Pamulang Gelar Pelatihan Perencanaan Usaha bagi Siswa SMA Muhammadiyah 2 Tangerang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:29 WIB

Resmi Dipolisikan, Oknum Mahasiswa Unisma Hadapi Laporan Dugaan Pelecehan 9 Korban

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:50 WIB

FIKOM Universitas Jayabaya, Pilihan Tepat Kuliah Ilmu Komunikasi di Jakarta Timur

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:19 WIB

UPN Veteran Jatim Dorong Transformasi Digital Administrasi Desa Kebonsari melalui Pemanfaatan Google Workspace, OCR, dan Tanda Tangan Elektronik (TTE)

Senin, 29 Juni 2026 - 20:35 WIB

Lebih dari Sekadar Program Pertukaran, Indonesian Youth Exchange Hadir sebagai Ruang Bertumbuh bagi Calon Pemimpin Masa Depan Indonesia

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:55 WIB

Gandeng Platform Pinjol, Acara Seminar di Unisma Malang Panen Kecaman Warganet

Berita Terbaru