Koran Satu, Jakarta – Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan sosial yang berkembang di masyarakat.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, termasuk di kalangan remaja. Saat ini, gadget telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Berbagai aktivitas seperti belajar, berkomunikasi, mencari informasi, hingga hiburan dapat dilakukan dengan mudah melalui perangkat digital. Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat modern telah memasuki era digital atau yang dikenal dengan istilah Digital Life.
Seiring meningkatnya penggunaan gadget, muncul berbagai dampak yang memengaruhi perkembangan karakter remaja. Gadget tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi dan sumber informasi, tetapi juga menjadi media yang membentuk pola pikir, perilaku, kebiasaan, serta cara remaja berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, pemahaman mengenai penggunaan gadget secara bijak dan bertanggung jawab menjadi hal yang sangat penting.
Melalui tema “Digital Life: Peran Gadget dalam Membentuk Karakter Remaja”, kegiatan PKM ini bertujuan memberikan wawasan kepada para remaja mengenai pengaruh teknologi digital terhadap pembentukan karakter mereka. Di satu sisi, gadget dapat mendukung kreativitas, meningkatkan pengetahuan, memperluas jaringan pertemanan, serta membantu proses pembelajaran. Namun, di sisi lain, penggunaan gadget yang berlebihan dan tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti menurunnya kemampuan bersosialisasi, berkurangnya konsentrasi belajar, ketergantungan terhadap media sosial, hingga perubahan perilaku yang kurang produktif.
Remaja merupakan kelompok yang paling aktif menggunakan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai platform media sosial, aplikasi komunikasi, dan layanan hiburan digital telah menjadi bagian dari aktivitas mereka. Kebiasaan tersebut secara tidak langsung memengaruhi cara berpikir, mengambil keputusan, serta berinteraksi dengan orang lain. Karena itu, diperlukan kesadaran bahwa penggunaan gadget harus diimbangi dengan kemampuan mengelola waktu, menjaga etika digital, dan memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang produktif.
Kegiatan PKM ini juga menekankan pentingnya membangun karakter positif di era digital. Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, serta rasa hormat terhadap orang lain perlu tetap dijaga meskipun sebagian besar interaksi dilakukan melalui media digital. Remaja perlu memahami bahwa dunia maya memiliki dampak nyata terhadap kehidupan sosial sehingga setiap aktivitas digital harus dilakukan secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan berbagi pengalaman, mahasiswa berupaya membantu peserta memahami hubungan antara penggunaan gadget dengan pembentukan karakter. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan diri, bukan sekadar media hiburan.
Materi utama yang disampaikan berfokus pada konsep cerdas digital, yaitu kemampuan menggunakan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab, memahami kapan dan bagaimana gadget digunakan, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan aktivitas di dunia nyata. Peserta juga dibekali berbagai tips praktis untuk menjadi pengguna gadget yang bijak, seperti menggunakan gadget sesuai kebutuhan, membatasi durasi penggunaan agar tidak menimbulkan ketergantungan, memilih konten yang bermanfaat, tidak mudah menyebarkan informasi palsu, serta tetap menghormati orang lain di ruang digital.
Kegiatan PKM ini disambut dengan antusias oleh para siswa di SMK BINA RAHAYU. Mereka memperoleh wawasan baru mengenai cara memanfaatkan teknologi secara lebih positif dan bermakna. Para peserta juga menyadari bahwa teknologi memang dapat mempermudah kehidupan, namun kebijaksanaan dalam menggunakannya yang menjadikan hidup lebih bernilai.
Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa dapat memahami tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital sekaligus berkontribusi memberikan solusi edukatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kerja sama yang baik antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan pihak sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter remaja yang sehat di tengah perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat. Dengan pemahaman yang baik mengenai peran gadget dalam kehidupan sehari-hari, remaja diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara optimal untuk meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Melalui terlaksananya kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan era digital. Tim PKM Universitas Pamulang juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak remaja yang memiliki kesadaran digital serta mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi sesama.
Artikel ini disusun sebagai dokumentasi kegiatan sekaligus sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya literasi digital dan penggunaan gadget secara bijak dalam membentuk karakter remaja di era modern.
Penulis : Wahyu Husbani, Mago Putra Khaidi Pratama, Dimasa Raditya Wibowo, (Mahasiswa Universitas Pamulang).
Editor : Zahra Karimah








Komentar