Asisten Raffi Ahmad Diisukan Jadi Komisaris Krakatau Posco, Riwayat Pendidikan D3 Jadi Sorotan

Isu penunjukan asisten Raffi Ahmad sebagai komisaris

5cc3f6674ad8de65983a714f805c70fc

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mufli Budi Ananda, asisten Raffi Ahmad. (Dok: Istimewa)

Mufli Budi Ananda, asisten Raffi Ahmad. (Dok: Istimewa)

Koran Satu, Jakarta – Nama Mufli Budi Ananda mendadak menjadi buah bibir di jagat maya. Sosok yang publik kenal sebagai asisten pribadi selebritas Raffi Ahmad ini ramai diperbincangkan setelah beredar kabar mengenai penunjukannya sebagai komisaris di PT Krakatau Posco.

Hingga saat ini, baik Mufli maupun Raffi Ahmad belum memberikan pernyataan resmi terkait kebenaran rumor tersebut. Kendati demikian, isu yang menggelinding liar ini telanjur memicu beragam reaksi dari masyarakat dan menempatkan profil Mufli di jajaran pencarian terpopuler.

Bagi para penggemar keluarga RANS, sosok Mufli sebenarnya bukan wajah baru. Ia merupakan asisten setia yang hampir selalu mengawal aktivitas padat Raffi Ahmad, mulai dari urusan bisnis, agenda olahraga maraton di luar negeri, hingga urusan personal keluarga.

Soroti Riwayat Akademik di PDDikti yang Hanya Lulusan D3

Kabar penunjukan Mufli sebagai petinggi di perusahaan industri baja patungan Indonesia-Korea Selatan tersebut memantik perdebatan sengit mengenai kelayakan kompetensi. Warganet pun beramai-ramai menelusuri latar belakang rekam jejak akademiknya.

Berdasarkan data resmi pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Mufli Budi Ananda tercatat hanya menyelesaikan pendidikan formal sampai jenjang Diploma III (D3):

2007: Menempuh D3 Teknik Listrik di Politeknik Bunda Kandung dan berhasil lulus.
2012:Masuk jenjang Sarjana (S1) Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN), namun mengundurkan diri pada 2017.
2014: Kembali mendaftar di kampus yang sama, tetapi statusnya kembali mengundurkan diri pada 2018 sebelum merampungkan studi.

Fakta akademik ini memicu pro-kontra di media sosial. Sebagian netizen mempertanyakan relevansi ijazah D3 Teknik Listrik dengan tanggung jawab besar sebagai pengawas perusahaan baja raksasa. Namun, sebagian warganet lain menilai kapasitas seorang komisaris tidak melulu bersandar pada gelar formal, melainkan aspek manajerial, jaringan, dan hak prerogatif pemegang saham.

Baca Juga :  Atasi Kelangkaan Dokter, DPR Usul Pakai AI; Menkes Tegaskan Teknologi Hanya Alat Bantu

Krakatau Posco Belum Rilis Pengumuman Resmi

PT Krakatau Posco sendiri merupakan perusahaan joint venture strategis dengan komposisi saham masing-masing 50 persen antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO, raksasa baja asal Korea Selatan. Perusahaan ini memegang peran krusial dalam menyuplai kebutuhan baja nasional untuk sektor otomotif hingga infrastruktur.

Sampai berita ini diturunkan, manajemen PT Krakatau Posco belum mengeluarkan rilis atau dokumen resmi mutasi direksi dan komisaris terbarunya.
Masyarakat saat ini masih menunggu klarifikasi langsung dari pihak korporasi maupun dari pihak Mufli guna memastikan validitas kabar tersebut sekaligus meredam spekulasi yang kian melebar di tengah publik.

Berita Terkait

Sahabat KPK Minta KPK Segera Adili Dirut Telkomsel atas Dugaan Rasuah Rp2 Triliun
Dugaan Korupsi Rp2 Triliun, Aktivis Desak KPK Tangkap Dirut PT Telkomsel
Soroti Mafia BBM di Pantura, DPR RI Desak Pemerintah Bentuk Satgas Gabungan Pusat
Piala Dunia 2026 Ubah Cara Menonton Sepak Bola, Budaya “Clip Football” Kian Dominan di Kalangan Generasi Digital
ZARKA Resmi Bentuk DPC Jakarta Selatan, Yonathan Adhi Putra Jadi Ketua
Kopertais Dorong Dosen PTKIS Perkuat Publikasi Buku dan Riset
ZARKA Resmi Bentuk DPD Jawa Barat, Benny Putra Hutabarat Pimpin Konsolidasi Gerakan Rakyat
Dosen UM Latih Guru Bahasa Arab di Malang Kembangkan Tes Interaktif Berbasis Digital

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 16:36 WIB

Sahabat KPK Minta KPK Segera Adili Dirut Telkomsel atas Dugaan Rasuah Rp2 Triliun

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:07 WIB

Soroti Mafia BBM di Pantura, DPR RI Desak Pemerintah Bentuk Satgas Gabungan Pusat

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:01 WIB

Piala Dunia 2026 Ubah Cara Menonton Sepak Bola, Budaya “Clip Football” Kian Dominan di Kalangan Generasi Digital

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:02 WIB

ZARKA Resmi Bentuk DPC Jakarta Selatan, Yonathan Adhi Putra Jadi Ketua

Kamis, 16 Juli 2026 - 02:11 WIB

Kopertais Dorong Dosen PTKIS Perkuat Publikasi Buku dan Riset

Berita Terbaru