Koran Satu, Jakarta – Nama Mufli Budi Ananda mendadak menjadi buah bibir di jagat maya. Sosok yang publik kenal sebagai asisten pribadi selebritas Raffi Ahmad ini ramai diperbincangkan setelah beredar kabar mengenai penunjukannya sebagai komisaris di PT Krakatau Posco.
Hingga saat ini, baik Mufli maupun Raffi Ahmad belum memberikan pernyataan resmi terkait kebenaran rumor tersebut. Kendati demikian, isu yang menggelinding liar ini telanjur memicu beragam reaksi dari masyarakat dan menempatkan profil Mufli di jajaran pencarian terpopuler.
Bagi para penggemar keluarga RANS, sosok Mufli sebenarnya bukan wajah baru. Ia merupakan asisten setia yang hampir selalu mengawal aktivitas padat Raffi Ahmad, mulai dari urusan bisnis, agenda olahraga maraton di luar negeri, hingga urusan personal keluarga.
Soroti Riwayat Akademik di PDDikti yang Hanya Lulusan D3
Kabar penunjukan Mufli sebagai petinggi di perusahaan industri baja patungan Indonesia-Korea Selatan tersebut memantik perdebatan sengit mengenai kelayakan kompetensi. Warganet pun beramai-ramai menelusuri latar belakang rekam jejak akademiknya.
Berdasarkan data resmi pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Mufli Budi Ananda tercatat hanya menyelesaikan pendidikan formal sampai jenjang Diploma III (D3):
2007: Menempuh D3 Teknik Listrik di Politeknik Bunda Kandung dan berhasil lulus.
2012:Masuk jenjang Sarjana (S1) Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN), namun mengundurkan diri pada 2017.
2014: Kembali mendaftar di kampus yang sama, tetapi statusnya kembali mengundurkan diri pada 2018 sebelum merampungkan studi.
Fakta akademik ini memicu pro-kontra di media sosial. Sebagian netizen mempertanyakan relevansi ijazah D3 Teknik Listrik dengan tanggung jawab besar sebagai pengawas perusahaan baja raksasa. Namun, sebagian warganet lain menilai kapasitas seorang komisaris tidak melulu bersandar pada gelar formal, melainkan aspek manajerial, jaringan, dan hak prerogatif pemegang saham.
Krakatau Posco Belum Rilis Pengumuman Resmi
PT Krakatau Posco sendiri merupakan perusahaan joint venture strategis dengan komposisi saham masing-masing 50 persen antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO, raksasa baja asal Korea Selatan. Perusahaan ini memegang peran krusial dalam menyuplai kebutuhan baja nasional untuk sektor otomotif hingga infrastruktur.
Sampai berita ini diturunkan, manajemen PT Krakatau Posco belum mengeluarkan rilis atau dokumen resmi mutasi direksi dan komisaris terbarunya.
Masyarakat saat ini masih menunggu klarifikasi langsung dari pihak korporasi maupun dari pihak Mufli guna memastikan validitas kabar tersebut sekaligus meredam spekulasi yang kian melebar di tengah publik.








Komentar