Buntut Rangkap Jabatan Wamen dan Komisaris, Stella Christie Dituntut Mundur oleh Netizen

Dulu Dipuji Kini Dicaci, Stella Christie Disorot Tajam Akibat Duduki Kursi Komisaris PHE

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie

Koran Satu, Jakarta – Gelombang kritik tajam dari masyarakat kini mengarah langsung kepada Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Profesor Stella Christie. Akademisi yang awalnya menuai banyak pujian itu kini panen kecaman keras setelah publik mengetahui dirinya merangkap jabatan sebagai Komisaris PT Pertamina Hulu Energi (PHE).

Langkah Stella yang bersedia menduduki kursi dewan pengawas di anak usaha BUMN tersebut memicu kekecewaan masif. Publik menilai tindakan ini tidak etis karena berpotensi memecah fokus kementerian yang tengah berbenah, sekaligus mencederai nilai idealisme seorang ilmuwan.

Arus penolakan di media sosial kian memuncak lantaran latar belakang Stella di bidang ilmu kognitif (cognitive science) dianggap sama sekali tidak relevan dengan industri hulu minyak dan gas (migas). Warganet menuding masuknya nama sang wamen sebagai bukti nyata bahwa lingkaran kekuasaan masih melanggengkan praktik bagi-bagi jatah jabatan.

Jejak Digital PHE Singkap Nama Denny JA dan M. Qodari

Berdasarkan penelusuran pada laman resmi *Board of Commissioners* PHE, nama dan foto Stella Christie ternyata sudah terpampang sejak Juli 2025. Fakta ini membuktikan bahwa sang profesor telah mengamankan posisi di korporasi pelat merah tersebut jauh sebelum polemik rangkap jabatan ini mencuat ke permukaan.
Ironisnya, Stella tidak sendirian di dalam daftar pengawas anak perusahaan Pertamina tersebut. Laman resmi perseroan juga mencantumkan sejumlah nama yang lekat dengan peta politik tanah air.

Pemegang saham menunjuk pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny Januar Ali (Denny JA), sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Selain itu, nama Wakil Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari juga tercatat mengisi pos Komisaris PHE, mendampingi Awang Lazuardi yang menempati kursi Direktur Utama.

Baca Juga :  Setelah Muktamar Usai, Apa yang Tertinggal di Tambakberas

Sekretaris Perusahaan PHE, Hermansyah Y. Nasroen, berdalih bahwa perombakan pengurus ini merupakan keputusan mutlak dari pemilik saham dan pihak korporasi wajib mematuhi kebijakan tersebut.

Publik Tuntut Stella Christie Pilih Salah Satu Jabatan

Sorotan negatif yang terus menggelinding membuat integritas Stella Christie dipertanyakan. Banyak pihak menyayangkan mengapa seorang akademisi kaliber dunia bersedia masuk dalam pusaran konflik kepentingan yang dapat merusak tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance).

Masyarakat kini mendesak adanya transparansi dan menuntut ketegasan dari pihak kementerian maupun Stella secara pribadi. Netizen meminta sang guru besar untuk segera melepas salah satu jabatan demi menjaga marwah dunia pendidikan tinggi nasional.

 “Sangat disayangkan, ekspektasi publik yang tinggi langsung runtuh ketika melihat sang profesor ikut tergiur kursi empuk komisaris. Ini menjadi contoh buruk bagi dunia akademik,” tulis salah satu opini kritis warganet di platform X, Senin (29/6/2026).

Hingga berita ini naik cetak, Stella Christie belum memberikan klarifikasi resmi ataupun tanggapan terkait desakan mundur dari posisi komisaris yang dialamatkan kepadanya.

Berita Terkait

Kredit Macet Tembus Puluhan Miliar, Manajemen Bank Ganesha Dituntut Buktikan Transparansi dan Mitigasi Risiko
Skandal Manipulasi Saham DSSA Digulung OJK: Sanksi Denda Rp1,5 Triliun Dijatuhkan ke Pihak Pelanggar
Reputasi Bank Besar Dipertaruhkan: Manajemen BCA Dituntut Transparan Tanggapi Aduan Masyarakat
Kisah Inspiratif Yeni Dahlia, Sosok di Balik Viral nya Konten Social Media
Sengketa Puluhan Miliar hingga Pencabutan Izin Tambang, Publik Tuntut Transparansi Tata Kelola Grup Astra
Om Dase Apresiasi Pak Guru Salim, Dorong Pengobatan Gratis Rutin untuk Warga Koranji
IHSG Anjlok Parah 8,01 Persen, Jansen Sitindaon Desak DPR Panggil Paksa BEI dan OJK
FKK Desak KPK Periksa Mantan Kepala BNPB Letjen Suharyanto Terkait Korupsi Dana Siap Pakai

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Kredit Macet Tembus Puluhan Miliar, Manajemen Bank Ganesha Dituntut Buktikan Transparansi dan Mitigasi Risiko

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Skandal Manipulasi Saham DSSA Digulung OJK: Sanksi Denda Rp1,5 Triliun Dijatuhkan ke Pihak Pelanggar

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Reputasi Bank Besar Dipertaruhkan: Manajemen BCA Dituntut Transparan Tanggapi Aduan Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:26 WIB

Kisah Inspiratif Yeni Dahlia, Sosok di Balik Viral nya Konten Social Media

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Sengketa Puluhan Miliar hingga Pencabutan Izin Tambang, Publik Tuntut Transparansi Tata Kelola Grup Astra

Berita Terbaru

Daerah

Empat Gunung di Jatim Membara, Warga Waswas Asap dan Api

Rabu, 21 Okt 2026 - 07:59 WIB