Mahasiswa UNJ Kembangkan PsyCare, Chatbot AI untuk Perkuat Layanan BK dan Pendampingan Siswa

Inovasi berbasis kecerdasan buatan ini menjadi ruang awal bagi siswa untuk bercerita sekaligus membantu guru BK memahami permasalahan siswa secara lebih tepat.

5cc3f6674ad8de65983a714f805c70fc

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 22:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa UNJ mengembangkan PsyCare, chatbot AI inovatif untuk membantu siswa bercerita dan memperkuat layanan bimbingan konseling di sekolah.

Mahasiswa UNJ mengembangkan PsyCare, chatbot AI inovatif untuk membantu siswa bercerita dan memperkuat layanan bimbingan konseling di sekolah.

JAKARTA – Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengembangkan PsyCare, sebuah prototipe chatbot berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk mendukung layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. PsyCare menghadirkan ruang bagi siswa untuk menyampaikan cerita dan perasaan secara reflektif, sekaligus membantu guru BK memperoleh gambaran awal mengenai kondisi dan permasalahan yang dihadapi siswa.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh tim mahasiswa lintas disiplin UNJ melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) 2026 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan. Pengembangan PsyCare berangkat dari kebutuhan akan layanan pendampingan siswa yang lebih mudah diakses, terutama bagi siswa yang masih merasa ragu atau belum siap menyampaikan permasalahannya secara langsung kepada guru BK.

Dalam penggunaannya, PsyCare menyediakan fitur Curhat Reflektif yang memungkinkan siswa menuliskan cerita mengenai perasaan maupun permasalahan yang sedang dihadapi. Sistem kemudian mengolah percakapan tersebut menjadi informasi ringkas berupa kecenderungan sentimen dan topik permasalahan. Informasi yang ditampilkan kepada guru BK tidak berupa isi curhat siswa secara utuh, melainkan data indikatif yang dapat membantu guru memahami pola permasalahan yang muncul di lingkungan sekolah.

Pendekatan tersebut dirancang untuk menjaga batas privasi siswa sekaligus memberikan dukungan terhadap proses pemantauan yang dilakukan guru BK. Melalui dashboard, guru BK dapat melihat gambaran permasalahan yang muncul, menentukan prioritas tindak lanjut, menyediakan materi edukasi yang relevan, serta menjadwalkan sesi konseling apabila diperlukan.

Pengembangan PsyCare juga dilatarbelakangi oleh tantangan kesehatan mental yang dihadapi remaja. Berdasarkan Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022, sekitar 2,45 juta remaja Indonesia mengalami gangguan mental dalam satu tahun terakhir. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan dukungan kesehatan mental di lingkungan pendidikan, termasuk melalui layanan BK yang dapat menjangkau siswa secara lebih awal.

Baca Juga :  UPN Veteran Jawa Timur Implementasikan Smart-CBT di Pondok Pesantren Roudlotul Ulum Sidoarjo

Sebagai bagian dari proses pengembangan, PsyCare telah melalui uji coba langsung di MAN 3 Jakarta pada 28 Juli 2026. Uji coba dilakukan selama 14 hari dengan melibatkan siswa dari tiga kelas. Selama proses tersebut, siswa menggunakan fitur Curhat Reflektif untuk menyampaikan berbagai pengalaman dan permasalahan yang mereka hadapi.

Dari penggunaan tersebut, tim menemukan sejumlah tema permasalahan yang cukup sering muncul, antara lain tekanan akademik, kelelahan emosional, serta persoalan keluarga. Guru BK juga turut mencoba fitur tindak lanjut yang tersedia dalam sistem, seperti penjadwalan konseling dan penyediaan materi edukasi kesehatan mental.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa PsyCare mendapat respons positif dari siswa maupun guru BK. Bagi siswa, keberadaan ruang curhat berbasis digital dinilai dapat menjadi alternatif awal untuk menyampaikan cerita sebelum mereka memutuskan untuk melakukan konseling secara langsung. Sementara itu, guru BK melihat adanya potensi PsyCare dalam membantu memperoleh gambaran awal mengenai permasalahan siswa dan menentukan tindak lanjut yang perlu dilakukan.

Meski demikian, tim menegaskan bahwa PsyCare tidak dirancang untuk menggantikan peran guru BK maupun tenaga profesional di bidang kesehatan mental. Sistem ini diposisikan sebagai sarana pendukung yang membantu membuka akses awal bagi siswa sekaligus memberikan informasi tambahan bagi guru BK dalam proses pendampingan.

“PsyCare kami kembangkan sebagai jembatan antara siswa dan layanan BK. Kami ingin memberikan ruang awal yang lebih nyaman bagi siswa untuk bercerita, sekaligus membantu guru BK mendapatkan gambaran mengenai permasalahan yang muncul sehingga dapat ditindaklanjuti secara lebih tepat,” ujar Gilang Ramadhan, Ketua Tim PKM-KC PsyCare dari Program Studi Sosiologi UNJ.

PsyCare dikembangkan oleh tim yang terdiri atas Gilang Ramadhan (Sosiologi FISH 2023) sebagai ketua, Desandro Bagus Dwirizky (Bimbingan dan Konseling FIP 2024), Muhammad Azfa Hermawan (Ilmu Komputer FMIPA 2024), Reynaldo Yusellino (Ilmu Komputer FMIPA 2025), dan Zaki Andriansa (Ilmu Komputer FMIPA 2025). Tim berada di bawah bimbingan Mohamad Saripudin, M.Pd. dari Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP UNJ.

Baca Juga :  Pentingnya Membaca untuk Masa Depan dan Investasi Otak Terbaik

Pengembangan PsyCare menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas bidang keilmuan di lingkungan UNJ. Latar belakang anggota tim yang berasal dari bidang sosiologi, bimbingan dan konseling, serta ilmu komputer memungkinkan pengembangan inovasi dilakukan dengan mempertimbangkan aspek sosial, kebutuhan layanan BK, sekaligus aspek teknologi.

Melalui PsyCare, tim berharap teknologi AI dapat dimanfaatkan secara bijak untuk memperkuat layanan pendidikan, khususnya dalam mendukung upaya sekolah memberikan pendampingan kepada siswa. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju layanan BK yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan siswa di era digital.

Berita Terkait

SMPN 1 Sukatani Kembangkan Tiga Sistem Digital, Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan
4.700 Anak Cilegon Belum Tersentuh PAUD, Bunda PAUD Dikerahkan hingga Kelurahan
33 Siswa Kota Tangerang Bertarung di OMI Banten 2026, Kemenag Kota Tangerang Support Full
UM Tangerang dan PT Pegadaian Resmi Tandatangani MoU Strategis untuk Jajaki Bisnis dan Literasi Keuangan
Tanpa Server, Tim FIP UNJ Kembangkan Sistem Inventaris Barang Milik Negara Berbasis QR Code
Langkah Kecil Menuju Digital, KKN UINSU Dampingi UMKM Sempajaya
Mendorong UMKM Naik Kelas Melalui Legalitas Usaha dan Pengembangan Bisnis, KPB-PKL FEB UNISMU di Desa Cileunca Resmi Ditutup
GSCI Kecam Dugaan KKN di Kemendikdasmen, Minta APH Segera Turun Tangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:42 WIB

4.700 Anak Cilegon Belum Tersentuh PAUD, Bunda PAUD Dikerahkan hingga Kelurahan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:24 WIB

33 Siswa Kota Tangerang Bertarung di OMI Banten 2026, Kemenag Kota Tangerang Support Full

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:00 WIB

UM Tangerang dan PT Pegadaian Resmi Tandatangani MoU Strategis untuk Jajaki Bisnis dan Literasi Keuangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Tanpa Server, Tim FIP UNJ Kembangkan Sistem Inventaris Barang Milik Negara Berbasis QR Code

Senin, 28 September 2026 - 16:55 WIB

Langkah Kecil Menuju Digital, KKN UINSU Dampingi UMKM Sempajaya

Berita Terbaru