Koran Satu, Jakarta – Ribuan santri dijadwalkan memadati Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Jumat (30/10/2026) malam untuk mengikuti Munajat Santri untuk Negeri. Kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) ini menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Santri 2026 dan dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, Basnang Said, mengatakan munajat tersebut merupakan ekspresi doa sekaligus bentuk pengabdian kalangan pesantren kepada bangsa.
“Munajat Santri untuk Negeri adalah doa santri untuk kebaikan negeri ini, sekaligus juga merupakan perwujudan bakti santri untuk negeri. Santri ingin menghadirkan doa-doa terbaik agar Indonesia senantiasa diberi keselamatan, kedamaian, dan keberkahan,” kata Basnang.
Selain mendoakan bangsa, munajat tahun ini juga diarahkan sebagai wujud solidaritas santri terhadap warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Kalimantan dan Sumatera.
“Kami mendoakan agar musibah ini segera teratasi dan saudara-saudara kita yang terdampak diberi kekuatan, kesehatan, dan kemudahan,” ujarnya.
Surat Santri untuk Presiden
Berdasarkan susunan acara dari panitia, registrasi peserta dibuka sejak pukul 15.00 hingga 17.30 WIB. Usai persiapan salat Magrib, kegiatan dibuka dengan peluncuran sejumlah program pesantren dan istighosah pada pukul 18.00–19.00 WIB, kemudian dilanjutkan salat Isya berjamaah.
Selepas Isya, tepatnya pukul 19.15–19.50 WIB, panitia mengumumkan para pemenang lomba sekaligus meluncurkan program, sebelum bersiap menyambut kedatangan Kepala Negara.
Acara puncak dijadwalkan dimulai sekitar pukul 20.05 WIB, diawali paduan suara yang membawakan lagu “Indonesia Raya” dan “Mars Hari Santri”, lalu pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz, akan menyampaikan pidato kebudayaan, disusul pemutaran video Hari Santri dan sambutan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Salah satu momen yang dinantikan adalah pembacaan surat dari santri untuk Presiden. Setelah itu, Presiden Prabowo dijadwalkan memberikan taklimat. Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Malam Inaugurasi Ditjen Pesantren.
Masyarakat yang tidak dapat hadir langsung dapat mengikuti jalannya acara melalui siaran langsung di kanal YouTube pesantrenkemenag. Informasi lebih lanjut tersedia di akun media sosial @pesantrenkemenag.








Komentar