Koran Satu, Malang — Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar mengapresiasi tingginya antusiasme warga Desa Balearjo, Kabupaten Malang, dalam memakmurkan masjid. Apresiasi tersebut disampaikannya saat melaksanakan program Subuh Keliling di Masjid Baitul Muttaqin pada Jumat (2/10/2026).
Sejak azan belum berkumandang, warga terlihat sudah memadati area masjid untuk melaksanakan salat Subuh berjemaah. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pesantren Kemenag RI Basnang Said, Pengasuh Pondok Pesantren An Nur 2 Al Murtadho KH Khoiruddin, Bupati Malang H. M. Sanusi, serta jajaran perangkat desa dan takmir masjid.
Seusai memimpin salat, Menag memberikan ceramah yang menitikberatkan pada pentingnya momentum pagi hari untuk menata niat. Ia mengimbau seluruh jemaah untuk selalu mengawali segala bentuk aktivitas dengan membaca bismillah. Menurutnya, kebiasaan ini harus diterapkan di semua profesi, baik saat hendak ke sawah, berdagang, mengajar, maupun saat mengurus urusan rumah tangga.
“Dengan menyebut nama Allah, seseorang mengakui bahwa segala daya berasal dari Allah, sehingga pekerjaan yang dilakukan bernilai ibadah dan mendatangkan keberkahan,” tutur Nasaruddin Umar.
Lebih lanjut, Menag mengupas makna filosofis basmalah yang sering kali hanya dianggap sebagai ucapan pelengkap semata. Ia mengingatkan bahwa penyebutan sifat Ar Rahman dan Ar Rahim di dalam kalimat tersebut merupakan pesan moral yang kuat. Hal itu mengajarkan agar setiap manusia senantiasa mengedepankan kasih sayang kepada sesama di setiap pekerjaan yang mereka lakoni.
Menutup perjumpaannya, Menag berharap semarak Subuh berjemaah di Balearjo tidak pernah surut. Ia berpesan agar masjid terus dihidupkan fungsinya di tengah masyarakat. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ritual ibadah vertikal, melainkan juga harus menjadi pusat pembinaan umat dan wadah interaksi sosial bagi warga untuk saling menguatkan.








Komentar