Peneliti UM Kembangkan Media Gamifikasi untuk Pembelajaran Bahasa Arab

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Satu, Malang—Tim peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) mengimplementasikan media pembelajaran berbasis gamifikasi untuk meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Arab siswa Madrasah Ibtidaiyah. Uji coba dilakukan di MI Miftahul Huda Kota Malang, Selasa (28/7), sebagai bagian dari penelitian pengembangan pembelajaran berbasis teknologi yang mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang pendidikan berkualitas.

Penelitian bertajuk Learn The Arabic Vocabulary: Rancang Bangun Gamifikasi Berbasis Swish Max untuk Meningkatkan Pemahaman Kosa Kata Bahasa Arab Siswa MI itu dipimpin Dr. Mohammad Ahsanuddin, M.Pd., dengan anggota Prof. Dr. Nurul Murtadho, M.Pd., dan Dr. Irhamni, M.Pd. Sebanyak 45 siswa MI Miftahul Huda menjadi subjek penelitian melalui pemanfaatan media interaktif yang dikembangkan menggunakan Swish Max.

Media tersebut menggabungkan konsep gamifikasi melalui gambar, animasi, audio, tantangan, sistem poin, dan umpan balik secara langsung. Pendekatan ini dirancang agar pembelajaran kosakata (mufradat) Bahasa Arab berlangsung lebih interaktif, menyenangkan, sekaligus mendorong keterlibatan aktif siswa selama proses belajar.

Selama implementasi, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan permainan. Mereka aktif menjawab soal, menyelesaikan tantangan, dan bersaing memperoleh nilai terbaik. Suasana kelas pun menjadi lebih dinamis karena siswa tidak sekadar menghafal kosakata, tetapi juga memahami makna dan penggunaannya melalui aktivitas belajar yang interaktif.

Sejumlah siswa mengaku pembelajaran Bahasa Arab terasa lebih menarik ketika dikemas dalam bentuk permainan edukatif. Animasi, efek suara, sistem penghargaan berupa poin, serta jenjang permainan dinilai mampu meningkatkan motivasi mereka untuk menyelesaikan setiap tantangan pembelajaran.

Ketua tim peneliti, Dr. Mohammad Ahsanuddin, mengatakan penelitian tersebut tidak hanya menghasilkan media pembelajaran baru, tetapi juga menguji efektivitas gamifikasi dalam meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Arab siswa Madrasah Ibtidaiyah.

Baca Juga :  Sebut Pelantikan Keluarga Langgar Hukum, KCI Desak Aparat Segera Tangkap Wali Kota Bima

“Anak-anak memiliki karakteristik yang menyukai aktivitas bermain. Oleh karena itu, unsur permainan kami integrasikan ke dalam pembelajaran agar proses belajar menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan mampu meningkatkan motivasi sekaligus hasil belajar mereka. Melalui penelitian ini, kami berharap media gamifikasi dapat menjadi salah satu alternatif inovasi pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah,” jelasnya.

Kepala MI Miftahul Huda Kota Malang sekaligus guru Bahasa Arab, Erna Rahmawati, S.Pd., menyambut positif implementasi media tersebut. Menurut dia, pendekatan gamifikasi menghadirkan pengalaman belajar baru yang mampu meningkatkan antusiasme siswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim peneliti Universitas Negeri Malang yang telah mengembangkan media pembelajaran Bahasa Arab berbasis gamifikasi ini. Anak-anak terlihat sangat antusias, aktif, dan termotivasi selama mengikuti pembelajaran. Sistem permainan yang diterapkan mampu membangkitkan semangat belajar mereka. Kami berharap media seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak sekolah yang dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab,” ungkapnya.

Selain mengembangkan inovasi pembelajaran, penelitian ini memperkuat kolaborasi antara Universitas Negeri Malang dan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kota Malang dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan madrasah. Kerja sama tersebut diharapkan mempercepat lahirnya inovasi pendidikan yang berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran.

Melalui pengembangan media Learn The Arabic Vocabulary, tim peneliti berharap guru-guru Madrasah Ibtidaiyah memiliki alternatif media pembelajaran yang efektif, interaktif, dan mudah diterapkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan pembelajaran Bahasa Arab berbasis teknologi sekaligus mendukung transformasi pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan era digital.

Berita Terkait

Angka Putus Sekolah Tembus 50 Persen, JAKDI Desak Gubernur Khofifah Copot Kadisdik Jatim
Fakta Persidangan Menguat, KPK Rangkai Konstruksi Suap Rp3,5 Miliar ke Akbar Himawan
Soroti Temuan BPK, MAKI Sumut Minta Kejati Bongkar Dugaan Korupsi di Bapenda
GP Ansor dan Banser Perkuat Pengamanan Muktamar Ke-35 NU
DETAK HARMONI: KKN UBK Ajak Warga Cegah Hipertensi dan Diabetes Sejak Dini
Bagaimana YBM PLN Bikin Anak Yatim Tomohon Tidak Tertinggal di Tahun Ajaran Baru
Krisis Air Melanda Pandeglang, Pemuda Berdampak Salurkan 8.000 Liter Air Bersih
BRI Peduli Berbagi Sembako kepada Masyarakat Membutuhkan di Kabupaten Probolinggo

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:22 WIB

Angka Putus Sekolah Tembus 50 Persen, JAKDI Desak Gubernur Khofifah Copot Kadisdik Jatim

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Fakta Persidangan Menguat, KPK Rangkai Konstruksi Suap Rp3,5 Miliar ke Akbar Himawan

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Soroti Temuan BPK, MAKI Sumut Minta Kejati Bongkar Dugaan Korupsi di Bapenda

Minggu, 2 Agustus 2026 - 23:04 WIB

GP Ansor dan Banser Perkuat Pengamanan Muktamar Ke-35 NU

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:22 WIB

DETAK HARMONI: KKN UBK Ajak Warga Cegah Hipertensi dan Diabetes Sejak Dini

Berita Terbaru