Koran Satu, Bandung – Kesadaran untuk memeriksa kesehatan sebelum muncul keluhan menjadi pesan utama dalam kegiatan DETAK HARMONI yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 01 Universitas Bhakti Kencana di Madrasah RW 06, Kampung Cipanawa, Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Mengusung kepanjangan Deteksi Tekanan Darah Tinggi dan Cek Kesehatan Gratis, kegiatan tersebut memadukan penyuluhan kesehatan dengan pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah secara langsung kepada masyarakat.
Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai hipertensi dan diabetes melitus, dua penyakit tidak menular yang dapat berkembang secara perlahan tanpa menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal.
Melalui DETAK HARMONI, mahasiswa tidak hanya menyampaikan informasi kesehatan, tetapi juga mengajak masyarakat mengenali kondisi tubuhnya sejak dini agar risiko komplikasi dapat dicegah.
Ketua Pelaksana DETAK HARMONI, Moura Kheisa, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya promotif dan preventif untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga.
“Hipertensi dan diabetes sering kali baru diketahui setelah muncul gangguan kesehatan. Oleh karena itu, edukasi dan pemeriksaan secara berkala penting dilakukan sebagai langkah awal pencegahan,” ujarnya.
Ketua Kelompok KKN, Ipan Maulana, mengapresiasi antusiasme masyarakat RW 06 yang mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga selesai.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh warga tidak berhenti setelah penyuluhan, tetapi dapat diterapkan melalui kebiasaan sehari-hari, seperti menjaga pola makan, aktif bergerak, mengendalikan stres, dan memeriksakan kesehatan secara berkala.
Kolaborasi untuk Masyarakat yang Lebih Sehat
Pelaksanaan DETAK HARMONI mendapat dukungan dari Ketua RW 06, Dede Nurdian, serta Pemerintah Desa Alamendah.
Pemerintah Desa Alamendah diwakili oleh Hj. Nani Kurniati, istri Kepala Desa Alamendah. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi mahasiswa KKN Universitas Bhakti Kencana yang telah menghadirkan kegiatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat yang nyata karena masyarakat tidak hanya memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga dibekali pengetahuan mengenai pencegahan penyakit.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, pengurus RW, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih sehat dan tanggap terhadap risiko penyakit tidak menular.
Edukasi Dikemas Sederhana dan Interaktif
Pada sesi penyuluhan, Dwi Andini menyampaikan materi mengenai hipertensi, sedangkan Restu Azzahra memberikan edukasi tentang diabetes melitus dan kadar gula darah.
Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh peserta. Warga mendapatkan penjelasan mengenai pengertian penyakit, faktor risiko, tanda dan gejala, serta komplikasi yang dapat terjadi apabila hipertensi dan diabetes tidak dikendalikan dengan baik.
Peserta juga diajak mengenali langkah-langkah pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat. Beberapa langkah yang ditekankan meliputi konsumsi makanan bergizi seimbang, pembatasan gula, garam, dan lemak, aktivitas fisik secara rutin, menjaga berat badan, serta pemeriksaan kesehatan berkala.
Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Masyarakat aktif mengajukan pertanyaan seputar pola makan, tekanan darah, kadar gula darah, serta tindakan yang perlu dilakukan apabila hasil pemeriksaan berada di luar batas normal.
Interaksi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki ketertarikan tinggi untuk memahami kondisi kesehatan dan cara mencegah penyakit sejak dini.
Pemeriksaan Gratis Dorong Deteksi Dini
Setelah mengikuti penyuluhan, warga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis berupa pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan kadar gula darah.
Pemeriksaan ini bertujuan memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan peserta. Warga yang memperoleh hasil pemeriksaan dan memerlukan perhatian lebih dianjurkan melakukan pemeriksaan lanjutan di puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang memanfaatkan layanan tersebut. Selain mengikuti penyuluhan dan diskusi, peserta juga berkesempatan berkonsultasi mengenai hasil pemeriksaan serta langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatannya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh informasi mengenai hipertensi dan diabetes, tetapi juga mengetahui kondisi awal tekanan darah dan kadar gula darahnya.
Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi warga untuk mulai memperbaiki pola hidup maupun mencari pertolongan medis apabila diperlukan.
Mahasiswa Hadir Membawa Dampak Nyata
DETAK HARMONI menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berperan sebagai penggerak edukasi kesehatan sekaligus menjembatani masyarakat dengan informasi kesehatan yang mudah dipahami dan dapat diterapkan.
Pendekatan yang memadukan edukasi, diskusi, dan pemeriksaan kesehatan membuat kegiatan lebih aplikatif serta memberikan manfaat langsung kepada warga.
Mahasiswa KKN Kelompok 01 Universitas Bhakti Kencana berharap DETAK HARMONI dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan RW 06.
Kesadaran terhadap kesehatan diharapkan tumbuh tidak hanya pada peserta yang hadir, tetapi juga menyebar kepada anggota keluarga dan masyarakat yang lebih luas.
Melalui sinergi mahasiswa, pemerintah desa, pengurus RW, dan masyarakat, Kampung Cipanawa diharapkan dapat berkembang menjadi lingkungan yang semakin sehat, produktif, dan peduli terhadap pencegahan hipertensi serta diabetes melitus.
DETAK HARMONI membawa pesan sederhana tetapi penting: jangan menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap kesehatan.








Komentar