Soroti Cost Recovery Rp300 Triliun, KCI Minta SKK Migas Audit Inpex Masela

KCI Desak SKK Migas Evaluasi Total Manajemen Inpex Masela

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi PT Inpex (Gambar: Istimewa)

Ilustrasi PT Inpex (Gambar: Istimewa)

Koran Satu, Jakarta — Komunitas Cinta Indonesia (KCI) mendesak Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk melayangkan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran manajemen PT Inpex Masela.

Desakan ini mengemuka menyusul maraknya persoalan sosial serta minimnya transparansi operasional dalam pengembangan proyek LNG Blok Masela.

Investasi mega-proyek yang ditargetkan beroperasi penuh pada periode 2025–2026 tersebut dinilai belum mampu membangun integrasi sosial yang kokoh di tingkat tapak.

KCI memandang pengawasan ketat terhadap kinerja penyerapan anggaran dan tata kelola manajemen Inpex menjadi prioritas mendesak bagi negara.

Ketua KCI, Moh. Aldy Maulana, menekankan pentingnya keberanian SKK Migas sebagai perwakilan pemerintah yang memegang otoritas pengawasan cost recovery. Ia meminta instansi tersebut tidak bersikap pasif melihat gesekan antara investor asing dan warga lokal.

“Sebagai pengawas cost recovery, SKK Migas wajib mengevaluasi secara berkala kinerja manajemen Inpex Masela. Jangan ada pembiaran terhadap intervensi politik oknum pemerintah daerah dalam penentuan vendor. SKK Migas harus memastikan anggaran ratusan triliun ini benar-benar efisien, transparan, dan berdampak nyata bagi daerah,” ujar Aldy.

Aldy menyoroti risiko pembengkakan biaya (cost overrun) yang mengintai akibat kelambatan manajemen merespons konflik sosial dan aspirasi warga. Pihaknya mendorong SKK Migas segera memanggil direksi PT Inpex Masela untuk memfasilitasi dialog inklusif bersama masyarakat adat serta pemerintah daerah secara berkala demi menjamin kepastian hukum investasi.

Melalui langkah korektif ini, KCI berharap proses evaluasi tidak berhenti sebagai formalitas administratif semata. SKK Migas harus menjadikan momen ini sebagai instrumen nyata demi menjaga efektivitas investasi asing sekaligus melindungi kepentingan nasional di sektor migas.

Baca Juga :  Sisi Gelap Piala Dunia 2026: Skandal & Kontroversi Terbesar

Berita Terkait

Massa Mendirikan Tenda Perlawanan di PN Jaktim, Desak Transparansi Kasus Roy Suryo
Tiga Tahun Edukasi Judi Online, Imam Budi Hadirkan Brain Recovery
Seleksi BIB Rampung, Penerima Beasiswa Diingatkan Tak Jadi Intelektual Menara Gading
Usut Mega Korupsi Jiwasraya-Asabri Rp39 Triliun, Atmaja Desak Kejagung Periksa Bakrie Group
Mengendap di KPK, Pengusutan Dugaan Korupsi Telkomsel-BRI Rp2 Triliun Terkesan Jalan di Tempat
Langkah Tegas Kepala BGN Sudaryono, Pecat Ratusan Pegawai dan Permanenkan Suspensi 833 Dapur MBG
Mertua Divonis 12 Tahun, Gaya Hidup Mewah Selebgram Nabila Gardena Ramai Dikritik
KCI Minta BPK dan KPK Usut Dugaan Persekongkolan Oknum Pemda-Inpex di Blok Masela

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Massa Mendirikan Tenda Perlawanan di PN Jaktim, Desak Transparansi Kasus Roy Suryo

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Tiga Tahun Edukasi Judi Online, Imam Budi Hadirkan Brain Recovery

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:30 WIB

Usut Mega Korupsi Jiwasraya-Asabri Rp39 Triliun, Atmaja Desak Kejagung Periksa Bakrie Group

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:57 WIB

Mengendap di KPK, Pengusutan Dugaan Korupsi Telkomsel-BRI Rp2 Triliun Terkesan Jalan di Tempat

Senin, 27 Juli 2026 - 18:30 WIB

Langkah Tegas Kepala BGN Sudaryono, Pecat Ratusan Pegawai dan Permanenkan Suspensi 833 Dapur MBG

Berita Terbaru